
Bagas memeluk tubuh lelap istrinya sambil bergumam, dan dia menangis, menyesali semua perbuatannya,bahkan dia menampar istrinya hingga terluka, seorang pria yang sampai sesegukan menangis sambil terus mengeratkan pelukannya, itu tandanya ia benar-benar merasakan sakit di hati nya, seberapa besar sakit hati Via atas penghianatan suaminya, dan sebesar itu juga yang bagas rasakan saat via ingin bercerai.
Apakah cinta memang harus saling menyakiti terlebih dahulu agar yang merasakan bisa menyadari seberapa besar cinta mereka. Seperti bagas dan via, mereka amat saling mencintai namun saling menyakiti.
Pagi hari via terbangun dari tidurnya, merasakan remuk di seluruh tubuhnya, rasa sakit yang belum pernah iya dapatkan dari suaminya selama 6 tahun rumah tangga mereka.terdengar suara pintu terbuka, dan bagas masuk membawa semangkuk bubur, serta susu untuk via.
"sayang, kamu sudah bangun, mau sarapan dulu??". Tanya bagas, seketika setelah dia duduk di tepi ranjang mendekati via.
Via hanya bergeming tak berniat menjawab pertanyaan bagas.
"apa pipimu masih sakit, bibirmu juga, aku minta maaf, aku tidak sengaja". Kata bagas.
Namun tetap tak ada jawaban, via hanya memandang kearah lain dengan tatapan kosong, dia tak ingin melihat ataupun mendengar suara bagas, bagi via saat bagas berbicara kata-kata nya, hanya menambah luka di hati via.
"sayang??, aku bawakan bubur ayo makan dulu". Bagas tidak menyerah mengajak istrinya berbicara, dan menyodorkan 1 sendok bubur ke arah mulut via.
"sedikit saja, nanti kamu bisa sakit kalau tidak makan". Terus bagas. membujuk via, meskipun via tak bergerak bahkan hanya berkedip saja, itu lah yang di lihat bagas.
"Via kumohon, sedikit saja, aku khawatir kamu sakit". Bujuk lagi bagas pada istrinya, namun yang ada adalah via malah menepis tangan bagas dan menumpahkan semua yang ada di atas nampan di pangkuan bagas, bagas terkejut denting suara nampan yang terjatuh serta suara pecahan mangkuk dan gelas,membuat bagas memandang istrinya tak percaya.
Via hanya melihat begas dengan tatapan kebencian serta amarah, bagas tau kesalahannya kali ini sangatlah fatal, sehingga dia berusaha menerima semua yang di lakukan via.
"tanda tangani surat cerainya, dan aku baru akan makan" kata via tegas.
Bagas lagi-lagi tersulut amarahnya saat via membicarakan perceraian, hatinya seperti di sayat dengan kata-kata itu.
__ADS_1
"JANGAN MIMPI KAMU!!!, kamu fikir jika kamu tidak mau makan aku tidak bisa memaksa, hah!!,??". Bagas teriak di depan wajah via, lalu dia pergi kedapur, mengambil lagi satu mangkuk bubur, serta susu, bagas masuk kembali kedalam kamar, melihat melihat istrinya yang masih duduk di atas ranjang, lalu dia meletakkan mangkuk serta nampan di atas nakas.
"Makan, aku bilang cepat makan". Bentak bagas, namun via tetap dengan pendiriannya tidak ingin makan.
"baiklah, jangan salahkan aku jika aku memaksamu". Bagas menekan pipi via dengan satu tangannya agar via membuka mulutnya, dan saat mulut via terbuka dengan paksa bagas memasukkan 1 sendok bubur kedalam mulut via.
"ukhuk,, ukhuk,, ukhuk,,". Via terbatuk karna terpaksa harus menelan bubur itu.
"******** kamu bagas, brengsek". Kata via mengumpat suaminya, bagas tidak menghiraukan semua cacian via, yang padahal dia sudah teringin sekali menyumpal mulut via, agar tidak berbicara kasar padanya, tapi demi agar via mau mengisi perutnya bagas terpaksa menerima semua umpatan istrinya, bagas terus menyuapi via dengan kasar, sampai via menangis karna luka di bibir bekas tamparan bagas terasa semakin perih.
Selesai semua acara sarapan yang penuh dengan kebrutalan itu, bagas keluar dari kamar.
Dia bersandar di pintu depan kamarnya, badannya merosot kelantai, dan dia mendongakkan kepalanya ke arah langit-langit rumahnya, agar sesuatu yang berada di pelupuk matanya tidak jatuh, namun nihil, benda tersebut malah lancar mengalir keluar dari matanya,bagas amat tersakiti dengan keadaan rumah tangganya, rasa marah, takut, menyesal, semua bercampur menjadi satu dalam hatinya.
Via berjalan ke arah kamar mandi dan menyirami tubuhnya dengan air dari shower, air matanya mengalir bersamaan dengan air shower yang menimpahi tubuhnya, via tidak tahan lagi, via merasa benci dan kecewa terhadap suaminya, menurutnya bagas sangat egois, bagas meniduri wanita lain hingga hamil, namun saat dia ingin berpisah, bagas tidak menyetujuinya, malahan menyiksanya, kini yang ada di fikiran via adalah bagaimana bisa lepas dari bagas, bukan dia tidak mencintai bagas, tapi rasa sakit hatinya serta perlakuan bagas saat ini, lebih mendominasi diri via, agar bisa lepas dari bagas.
Di kantor.
Bagas memilih pergi kekantor untuk menghindari pertengkarannya dengan via, dan dia juga ingin menanyakan apakah alfa yang memberi tahu tentang rencana pernikahannya dengan dara.
Tok tok tok..
"masuk". Kata bagas.
Seketika alfa membuka pintu dan mulai masuk keruangan bagas, saat alfa hendak menyampaikan semua jadwal bagas, bagas langsung berjalan dengan cepat kearah alfa dan..
__ADS_1
BUKKKKK... BUKKKK.. 2 pukulan mendarat di pipi alfa.
"brengsek, kamu yang memberi tahukan pada via kan kalau aku akan menikahi dara".ucap bagas marah.
Alfa menyentuh pipi yang habis di pukul oleh bagas, dan berusaha tenang menghadapi boss nya yang tengah di rundung amarah ini.
"bukan saya,tapi buk via memang sudah tahu semuanya sendiri dari awal". Jawab alfa tenang.
"apa maksudmu??". Tanya bagas.
"sebenarnya bu via sudah tahu perselingkuhan pak bagas dan dara dari awal, bahkan bu via melihat pak bagas masuk kedalam hotel bersama dara, dan apa pak bagas ingat saat bu via pingsan, bu via pingsan di dekat hotel yang bapak dan dara datangi". Jelas Alfa.
Bagas membulatkan matanya tak percaya.
"Tidak,tidak mungkin, kenapa dia tidak marah padaku jika tahu, ini tidak mungkin" racau bagas tak percaya istrinya ternyata sudah tahu semua rahasia tentang kelakuan busuknya, dan saat pernikahan ibu serta kakaknya juga datang bersama via, itu artinya keluarganya juga sudah tau, tapi kenapa via diam saja. Itu lah yang di fikirkan bagas.
"sebenarnya waktu pak bagas dan dara membahas tentang pernikahan, bu via mendengar semuanya karna bu via datang kekantor waktu itu, dia bercerita kepada saya, kenapa dia diam, karna dia tahu bapak sangat menginginkan seorang anak, dan dia merasa tidak bisa memberikannya untuk bapak, dan saat dia tahu dara hamil, dia meminta saya membantunya mengurus berkas perceraian". Jelas alfa lagi.
"jadi kamu yang mengurus semua surat perceraiannya, kenapa kamu lakukan itu kamu tahu seberapa saya mencintai via, beraninya kamu membantu mengurus surat sialan itu!!". Teriak bagas sambil mencengkram kerah baju alfa.
Alfa sudah tidak tahan, dia mendorong kuat tangan bagas yang berada di kerah bajunya.
"Saya kasihan, saya kasihan terhadap istri bapak yang bapak hianati,bapak tahu seberapa rapuh seorang permpuan jika menyangkut masalah hati, bu via terlihat sangat depresi hari itu, apa bapak tahu, hanya karna demi seorang anak bapak telah menyakiti hati seorang perempuan yang seharusnya bapak jaga, saya tahu pak dalam rumah tangga anak adalah pondasi yang kuat agar rumah tangga itu semakin harmonis, tapi banyak di luar sana yang juga sudah puluhan tahun tidak di berikan anak, mereka tetap saling mencintai dan menghargai, karna mereka tahu cinta mereka, rumah tangga mereka, pernikahan mereka, bukan hanya bertujuan untuk memiliki anak, tapi untuk saling melengkapi, saling memahami, dan karna kekurangan bu via, seharusnya bapak bisa melengkapinya, namun apa yang bapak perbuat sekarang, maaf pak jika saya lancang, saya hanya berfikir bu via tidak pantas bapak khianati seperti ini, Saya permisi". Alfa keluar setelah menjelaskan panjang lebar tentang pemikirannya..
. Bersambung...
__ADS_1