
Flashback..
"kalau bukan karna kecemburuan kamu yang berlebihan tika gak mungkin sampai masuk rumah sakit dan koma!!!".. teriak bagas kepada via, karna via telah menyebabkan tika kecelakaan.
Santika ayugita adalah sahabat dari bagas, mereka sudah bersahabat dari SMP, jauh sebelum bagas mengenal via, dan saat di bangku kuliah mereka kuliah di universitas yang sama, saat bagas pacaran dengan via, via masih SMA, namun meski berbeda beberapa tahun usia, bagas dan via menjalani hubungan dengan baik-baik saja, sampai suatu ketika via marah besar, karna bagas beberapa kali membatalkan janjinya, dengan alasan mengerjakan tugas kampus dengan tika, via sudah mengetahui tentang tika namun karna via termasuk orang yang manja dahulu, karna dia anak tunggal, dia tidak bisa memahami bagas, dan selalu cemburu buta terhadap bagas dan tika, di hari anniversary hubungan via dan bagas, bagas malah membatalkan janji makan malam bersama dengan alasan tugas yang mendesak dari dosen, namun saat via akan pergi ke supermarket, dia malah memergoki bagas dan tika tengah makan di restoran, viapun langsung menghampiri mereka.
"oh jadi ini tugasnya, yang buat kamu sampai batalin janji, dan lupain hari anniversary kita??". Tiba via di belakang bagas.
"via". Jawab bagas dan tika bersamaan.
"kenapa, malu karna ketahuan selingkuh??".ketus via lgi.
"apa maksud kamu, ini gak seperti yg kamu kira, kita emang lagi ngerjain tugas". Jawab bagas coba menjelaskan, karna memang benar dia dan tika sedang mengerjakan tugas,namun saat itu tika merasa lapar jadi mereka memutuskan untuk pergi sebentar kerestoran untuk makan, dan kembali mengerjakan tugas.. Namun di saat itu via malah salah faham terhadap mereka.
Via lari keluar dari restoran dan bagas berusaha mengejar begitupun tika, pada saat akan menyebrang jalan tangan via di tahan oleh bagas,
"via dengerin aku dulu, kamu salah faham". Kata bagas.
"salah faham apa, jelas-jelas kamu batalin janji makan malem kita cuma demi dia kan". Jawab via terlampau emosi.
"via denger dulu apa yang di bilang bagas itu bener kok,kita emang ngerjain tugas cuman.." tika juga berusaha menjelaskan baik-baik pada via,
"cuman, cuman apa, cuman tugas kalian itu pacaran kan" ketus via memotong omongan tika,
"via please". Jawab tika lagi dengan mencoba meraih tangan via.
"halah, dasar cewek murahan bisanya rebut pacar orang". Bentak via pada tika dan mendorong tika, namun via bukan sengaja ingin mencelakai tika, dia juga tidak tau kalau dorongannya itu terlalu kencang dan mengakibatkan tika terdorong hingga ke jalan, dan saat itu juga ada mobil yang melaju kencang lalu menabrak badan tika, hingga terpental sejauh 2 meter, bagas begitu terkejut begitupun dengan via.
__ADS_1
Kembali di rumah sakit.
"bagas, aku minta maaf, aku bener-bener gak sengaja". Kata via sudah berderai air mata.
"via, aku udah gak sanggup lagi sama sifat kamu yang kekanakan, sekarang kita putus aja". Jawab bagas, sebenarnya bagas teramat mencintai via namun karna sifat via yang selalu cemburu sampai mengakibatkan sahabatnya masuk rumah sakit, membuat bagas tidak bisa lagi mentolerir semua nya.
"apa!. Gak, aku gak mau bagas, please maafin aku, aku salah, aku mohon, kita jangan putus yah?".ucap via memohon kepada bagas karna dia tidak mau jika harus putus dengan bagas.
Bagas tak bergeming, bahkan tak mau lagi memandang via, padahal via sudah meminta maaf dan memohon bahkan berlutut di hadapannya,dalam hati bagas ingin sekali memeluk via dan memaafkannya, namun mengingat tika, membuat bagas menulikan apapun yang ia dengar dari via.
Via sudah lelah tak mendapat jawaban atau respon apapun dari bagas, akhirnya dia memutuskan untuk pergi.
"bagas, aku akan pulang dulu, mungkin karna kesalahanku ini, sekarang kamu sedang tidak ingin melihat wajahku, namun saat kita berdua sudah tenang, mari kita bicarakan lagi".karna tak mendapat jawaban apapun,via lalu melangkahkan kakinya keluar rumah sakit.
Hari berganti hari, bagas masih tidak mau berbicara dengan via, bahkan tak segan membentak via, namun via bersikeras meminta maaf pada bagas, dia juga selalu datang kerumah sakit menengok tika,meski tak pernah lagi di pedulikan oleh bagas, via tetap berusaha agar bagas memaafkannya, dia hanya ingin, meskipun hubungannya tidak bisa lagi seperti dulu, dia hanya ingin mendapatkan maaf dari bagas.
Seperti hari ini via menunggu jam makan siang bagas, untuk memberikannya bekal, saat via sudah melihat bagas dia langsung menghampiri bagas.
Bagas hanya menoleh dan terus kembali berjalan,
"bagas, aku ingin memberikan makanan untukmu, kamu belum makan siang kan". Kata via menghentikan langkah bagas tepat di hadapannya.
Namun bagas malah berlalu begitu saja, via menghela nafas panjang, yang artinya, dia di tolak lgi oleh bagas. Saat via berbalik hendak pergi, tak sengaja dia menabrak seorang wanita dan makanannya tumpah mengenai baju wanita itu.
"kamu tu gak punya mata yah?". Kata wanita itu.
"maaf kak maaf". Ucap via menunduk.
__ADS_1
Wanita itu adalah angel, dia adalah wanita yang tergila-gila dengan bagas, dia juga tau kalau via adalah pacar bagas, bahkan dia juga tau kalau via sudah di putuskan bagas karna masalah tika.
"dasar cewek gak tau malu, masih SMA aja udah bisa nyelakain orang, kamu tu kalau udah di tolak sama bagas, gak usah deh ngejar-ngerjar dia lagi, udah kaya cewek murahan aja, kamu itu bagi bagas cuma seseorang yang udah nyoba bunuh sahabatnya, lebih baik kamu sadar diri deh kalau mau deket sama bagas lagi". Kata-kata angel itu langsung membuat via terbengong, bingung, apa benar dia seperti wanita murahan, apa benar dia hanya di anggap sebagai orang yang coba membunuh, fikiran seperti itu, tiba-tiba saja mengahantui via, via lalu pergi tanpa memperdulikan angel, via menangis sekencang-kencangnya, saat dia sudah berada di taman.
"hahaha, dasar via bodoh, kamu itu udah coba ngebunuh sahabatnya dan sekarang kamu masih ngarep-ngarep sama dia, sadar via, sadar, dia gak menuntut kamu aja seharusnya kamu udah bersyukur". Ucap via pada dirinya sendiri sambil menangis sesegukan.
Dan setelah hari itu juga via tak terlihat lagi mencari-cari bagas atau menunggu bagas, bahkan sama sekali tak ada kabar, bagas yang beberapa hari tidak melihat via, mulai merasa khawatir, meskipun dia marah pada via, namun di hatinya dia sangat mencintai gadis mungil itu.
Bagas selalu keluar awal dari kampus berharap bisa bertemu dengan via, dan juga datang kerumah sakit siapa tahu di sana juga dia bisa melihat via, namun hasilnya dia tidak melihat sosok via.
"kemana dia, apa dia sakit, atau dia marah karna aku mengabaikannya,tapi gak mungkin, via tau kalau dia yang salah, jadi dia pasti gak akan menyerah sebelum aku memaafkannya".
Beberapa hari kemudian bagas tetap tidak melihat via, kemana dia.
Dan pada akhirnya bagas datang kesekolah via,
Dia melihat via keluar dari gerbang sekolahnya hendak berjalan pulang, via terlihat sedikit kurus, bahkan via terlihat hanya tersenyum sekedarnya saja pada teman-teman yang menyapanya.
Bagas pun turun dari mobil dan menhampiri via, via yang melihat bagas begitu terkejut, mau apa fikir via, dan via semakin bingung karna bagas hanya menatapnya tanpa berbicara apa-apa.
"hai". Kata via.
Namun bagas tak bergeming, karna merasa tak mendapat respon via mencoba terus jalan dan melewati bagas.
"apa hanya segitu saja usahamu, agar mendapatkan maaf dariku?" tanya bagas dingin saat via tepat di hadapannya yang hendak melewatinya.
"maaf, aku hanya berfikir jika aku terus mengejarmu itu akan mengganggumu". Kata via tak berani melihat bagas.
__ADS_1
"aku juga tidak ingin kamu merasa risih, karna kamu sudah memutuskan hubungan kita, aku masih berharap maafmu, tapi aku faham kamu juga tak ingin melihatku, aku akan menunggu tika sadar dan akan meminta maaf sebesar-besarnya pada tika, aku juga harus memikirkan ujian ku, karna masalah ini belajarku terbengkelai, dan aku semakin merasa bersalah jika melihatmu, jadi maafkan aku". Lanjut via bahkan masih menunduk.
. Bersambung...