Pengkhianatan

Pengkhianatan
BAB 13


__ADS_3

BRAKKKKKK....


suara benturan keras orang terjatuh dari kursinya..


"Akhh sakit, perutku sakit sekali". Rintih dara, ya yang jatuh dari kursi adalah dara,bukan karna di dorong, tapi dia sengaja menjatuhkan diri, karna dia melihat bagas masuk kedalam kafe.


"Via, apa yang terjadi??".bagas berjalan ke arah via dan dara dia melihat dara sudah duduk di lantai dengan merintih,, dia awalnya memang di rumah, namun setelah perdebatan dengan istrinya dia merasa khawatir pada istrinya akhirnya dia hendak menyusul via, namun sayang dia tidak tahu via di mana, dia pun memeriksa GPS di ponselnya dan melacak keberadaan via, dan setelah sampai dia terkejut ternyata istrinya itu tengah mengobrol dengan dara, saat dia masuk dia melihat dara sudah jatuh di lantai, bagas bukan tidak tahu trik dara, dia sudah melihat saat dara menyiram coffee ke wajah via, kalau saja dara sedang tidak mengandung anaknya, dia pasti sudah mencabik-cabik dara sampai tulang-tulangnya.


"yaampun trik murahan". Kata via pelan namun dapat terdengar di telinga bagas, yang tepat berada di sampingnya.


"pak bagas, tolong saya perut saya sakit sekali, bu via mencoba menyuruh saya untuk menggugurkan bayi ini". Ucap dara pada bagas,supaya bagas membenci via, pikirnya.


Namun meskipun bagas tidak mendengar semua obrolan mereka,, bagas lebih dari tau seperti apa sifat istrinya, istrinya tidak mungkin bicara hal yang menyakiti orang lain seperti itu.


"bangunlah". Bagas mencoba memapah dara, bukan karna dia percaya perkataan dara, tapi dia khawatir dengan keadaan anaknya.dia mendudukkan dara kembali di kursi, sedangkan via benar-benar mual melihat suaminya begitu perhatian terhadap selingkuhanya, padahal semua yang di katakan selingkuhannya sama sekali tidak ada yang benar. Lalu via pun memutuskan keluar kafe dari pada harus melihat adegan romantis suaminya itu.


Bagas hendak mengikuti via keluar namun tangannya di tahan oleh dara.


"kamu mau kemana, tolong bawa aku kerumah sakit".kata dara


"aku sudah menelfon alfa agar datang kesini, dan mengantarmu kerumah sakit". Bagas.


"apa maksudmu ini anakmu, bukan anak alfa, kenapa kamu tidak perhatian terhadapnya". Ucap dara lagi.


"dengar ini baik-baik, turuti semua perkataanku, atau ibumu mati, dan satu lagi, jika kamu mencoba mendekati istriku lagi dan bicara macam-macam tentangnya di hadapanku, akan aku buat hidupmu seperti di neraka, mengerti.!!!". Ancam bagas pada dara dan dia langsung menghempaskan tangan dara kasar, dara langsung takut dengan ancaman bagas, sekaligus dara semakin membenci via.

__ADS_1


Bagas mencoba mengejar via, namun yang ada adalah istrinya itu sudah pergi, dia pun langsung menuju ke mobilnya dan mencoba menyusul istrinya kerumah.


Sesampainya di rumah bagas medengar via muntah-muntah di kamar mandi.


"Via,kamu kenapa sayang buka pintunya, via buka pintunya".kata bagas sambil mengetuk2 pintu kamar mandi..


"Hoek.. Hoek.. Hoek..". Via terus memuntahkan semua isi di perutnya, rasanya dia pusing sekali dan pandangannya mulai kabur dan menjadi gelap, saat itu via pingsan.


"VIA,, buka pintunya,via ku mohon, apa kamu sakit??". Bagas terus menggedor pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan apapun dari via, yang ada malah dia kini tidak mendengar suara apapun di dalam, itu membuatnya semakin khawatir, akhirnya dia mencoba mencari kunci cadangan.


5 menit kemudian bagas baru menemukan kuncinya,dan dia langsung membuka pintu tersebut, dan betapa terkejutnya bagas melihat istrinya, sudah pucat pasi tergeletak di lantai kamar mandi, dia langsung mengangkat via dan meletakkannya di ranjang.


"Via, bangun sayang, jangan buat aku khawatir, via". Bagas menepuk-nepuk pelan pipi via, namun tak ada jawaban,


"bi, bi ani, bi!!". Panggil bagas pada Art rumahnya


"iya tuan??" kata bi ani.


"cepat telfon dokter.". Kata bagas.


"baik tuan". Cepat bi ani menelfon.


"sayang bangun, ku mohon jangan seperti ini, jangan sakit, aku minta maaf karna sudah banyak menyakiti kamu, tapi ku mohon kamu harus tetap sehat yah". Bagas mencoba berbicara pada istrinya padahal dia tahu via tidak akan mendengar apa yang ia katakan.


Tak lama dokterpun datang dan segera memeriksa keadaan via.

__ADS_1


"bagaimana kondisi istri saya dokter??". Tanya bagas.


"begini pak ini belum pasti, tapi perkiraan saya bu via sekarang sedang mengandung". Jelas dokter.


"Apa!!, benarkah, dokter tidak salah kan, istri saya mengandung, dokter tidak bercanda kan??". Tanya bagas bertubi-tubi karna merasa amat bahagia, bahkan rasanya dia ingin menangis mendengarnya.


"benar pak, tapi untuk lebih pastinya tolong besok periksakan kedokter kandungan supaya lebih pasti lagi,dan juga bu via ini mengalami stres berat dan kekurangan nutrisi, saya minta agar pak bagas lebih menjaga pola makan bu via, dan jangan berikan dia beban fikiran yang terlalu berlebihan". Lanjut dokter lagi.


"baik dokter, saya akan menjaga istri saya dengan baik". Ucap bagas.


"baiklah, saya akan memberikan infus nutrisi untuk istri bapak, dan besok coba priksakan lagi kondisi bu via".dokter.


"baik dok, terimakasih".


Setelah pasang infus.


"baiklah, saya permisi ya pak bagas" kata dokter.


"iya dok, sekali lagi terimakasih".


"sama-sama" jawab dokter lalu berjalan keluar rumah bagas.


Di dalam kamar, bagas tak henti-hentinya membelai wajah istrinya dan mengucap kan banya syukur pada tuhan. Karna sudah memberikan malaikat kecil yang amat ia nantikan bersama istrinya.


"sayang cepat bangun, kamu pasti akan bahagia mendengar kabar ini, maaf ya, seharusnya aku bisa bersabar sedikit saja, dan pastinya masalah ini tidak akan terjadi di dalam rumah tangga kita, dan kita akan bahagia bersama malaikat kecil kita nanti, sayang kamu bisa memaafkan aku kan, kita akan hidup bahagia kan". Dan tiba-tiba air mata menetes di pipi bagas,, air mata itu, menujukan kebahagiaannya, penyesalannya, dan rasa bersalahnya terhadap istrinya.

__ADS_1


. Bersambung...


__ADS_2