
Beberapa bulan berjalan dengan tenang, meski hubungan yang dingin masih terjalin diantara bagas dan dara, bagas yang masih selalu berusaha membujuk dara, dan dara yang masih teguh dengan pendiriannya, via juga yang menjalani hari-harinya seperti biasanya, meski sebenarnya dia menyimpan luka dan kegundahan di hatinya, setiap kali suaminya pergi kekantor, dan ia yakin akan bertemu dengan sekertarisnya.
Hari ini kandungan via menginjak 3 bulan, dia pergi memeriksakan kandungannya sendiri, karna bagas ada urusan kantor yang tak bisa di tinggalkan, setelah dia selesai memeriksa kandungannya, dia tak sengaja melihat dara, awalnya via pikir mungkin dara juga akan memeriksakan kandungannya, kandungan mereka berbeda 1 bulan, namun saat via melihatnya lagi ternyata dara tidak berjalan ke arah ruangan dokter kandungan, melainkan ke arah lain, via yang penasaran pun mengikuti dara, dara masuk keruangan rawat dan ada pasien paruh baya yang tengah berbaring disana dan via kini tau bahwa itu adalah ibu dara. Via berada di depan pintu sambil memperhatikan dara, wanita itu terlihat lemah di hadapan ibunya, menangis sampai sesegukan, dan menghiba pada ibunya, semuanya terlihat dan terdengar jelas bagi via, ada sedikit rasa kasihan di hati via, dia tau bagaimana perasaan dara, yang hidupnya kini rusak dalam semalam karna ulah suaminya, via yang tak sanggup lagi melihat kesedihan dara pun memutuskan untuk pulang.
Di rumah..
Bagas masuk kerumah dengan di sambut via seperti biasanya, bagas memutuskan untuk pergi mandi sebelum makan malam, sedangkan via sudah siap di meja makan menunggu bagas.
Setelah selesai dengan ritual mandi bagas turun kebawah menuju meja makan, dan akan makan malam bersama istri tercintanya.
Bagas sudah duduk di meja makan, dan via sudah menyiapkan makanan bagas di piring.
__ADS_1
"bagas..?". Panggil via
"hemz,, ada apa??". Tanya bagaz balik..
"aku akan membicarakan sesuatu, tapi kamu jangan marah ya". Kata via.
"tergantung apa yang kamu bicarakan akan membuatku marah atau tidak". Kata bagas.
"Apa..?". Tanya bagas, karna istrinya tidak jadi bicara justru malah membuatnya penasaran.
"tidak". Kata via lagi.
__ADS_1
Karna geram bagas pun menarik kursi yabg diduduki via, agar mendekat dan berhadapan dengannya, terlalu ringan kursi itu bagi bagas meski ada via di atasnya.
"katakan, aku tidak suka di buat penasaran". Ucap bagas, yah itulah bagas, sekali dia di buat penasaran, dia akan terus bertanya.
"Nikahilah dara". Kata via dengan menatap mata bagas.
Bagas terdiam, dia tidak tau harus bereaksi apa, apa yang terjadi dengan istrinya pikkr bagas, baru beberapa bulan tenang kini masalah ini terungkit lagi,bagas tidak menjawab apapun dan langsung meninggalkan via di meja makan.
Via menghela nafas panjang, dia tau bagas pasti tidak akan setuju dengan keputusannya, tapi saat dia pulang dari rumah sakit, dia menyadari bahwa keadaan ini seutuhnya bukan salah bagas dan dara, andai waktu di hotel via menerobos masuk, mungkin bagas dan dara tidak akan melakukan hubungan itu, andai dia bisa lebih cepat memberikan keturunan kepada bagas, semuanya tidak akan terjadi. Dia merasa kasihan melihat dara, keadaannya lebih terpuruk dari dia, via sudah merasakan rasanya tak memiliki orang tua, jadi dia berfikir jika bagas menikahi dara, setidaknya dara tidak akan merasa sendiri,menunggu ibunya yang koma tidaklah mudah, di tambah dengan keadaan hamil tanpa suami, pasti sangat berat pikir via.
. Bersambung..
__ADS_1