
Bagas terdiam mendengar alasan via tak lagi mendatanginya, akhirnya hati bagas luluh, mengingat gadisnya itu terus berusaha mendapatkan maaf darinya, sampai mengabaikan sekolahnya, bagas menarik via kedalam pelukannya, mengelus rambut cantik gadis itu.
"sudah cukup, aku memaafkanmu, ini bukan sepenuhnya salahmu, kita yang masih saling belum mengerti dan memahami satu sama lain, kita perbaiki dari awal lagi, dan kita bicarakan baik-baik kalau ada masalah lagi kedepannya". Ucap bagas, dia sudah tak sanggup lagi melihat gadisnya itu terus-terusan merasa bersalah.
"benarkah??, masih bisakah kita memulainya lagi dan memperbaiki semuanya?". Tanya via dalam pelukan bagas, dengan beruraian air mata mereka saling memeluk tubuh erat, lega itulah yang di rasakan bagas dan via saat ini.
Akhirnya setelah beberapa minggu, tika sadar dari koma dan via juga sudah meminta maaf, dan tika pun mengerti, karna sebenarnya tika tau bahwa via adalah gadis yang sangat baik.
Flasback off.
Hari sudah menunjukan waktu makan siang, namun via masih tak menunjukan tanda-tanda akan bangun dari tidur lelapnya, bagas yang masih setia mendampingi istrinya itu tak henti-hentinya mengusap wajah sang pujaan hati, di belainya pipi istrinya dengan lembut sampai via mengerjapkan matanya dan membuka matanya, via memandang pria di sebelahnya yang menyambutnya dengan senyuman hangat,
"masih ngantuk?" tanya bagas pada istrinya yang terlihat masih sedikit mengantuk.
Via hanya diam, lalu dia memiringkan tubuhnya mengahadap bagas.
"usianya 2 minggu, dan dia sehat" ucap via sendu.
Bagas malah meneteskan air matanya kembali, sebenarnya dia tidak ingin terlihat lemah, tapi saat via mengatakan usia kandungannya, bagas bahagia sekaligus merasa bersalah.karna dia merasa istrinya sangat menderita karnanya.
__ADS_1
"hemz" hanya itu yang mampu bagas ucapkan, sambil masih membelai pipi istrinya.
Tak ada yang berbicara selama beberapa menit, hanya saling memandang dan tak tahu apa yang di fikirkan masing-masing.
"apa kita masih bisa bahagia?" tanya via menghentikan keheningan.
"tentu, kita akan selalu bahagia". Jawab bagas.
"kenapa, kenapa menghianatiku". Tanya via lagi.
".....". Kali ini bagas tak menjawab, apa yang harus dia jawab, Dia hanya menatap via.
"bagaimana, bagaimana caranya aku bisa bahagia, suamiku meniduri wanita lain, dia menginginkan anak dari wanita lain, dia menyentuh wanita lain, dia mmm..."
"aku mencintaimu, dan kita akan hidup bahagja selamanya, kamu hanya perlu mengingat itu" ucap bagas membelai lembut kepala istrinya, dan memberikan pelukan hangat kepada ibu hamil itu.
"aku takut, takut kehilanganmu". Kata via.
"aku lebih takut, bahkan beribu-ribu kali lebih takut kehilanganmu, takut kamu tak bisa memaafkan aku, takut kamu pergi". Ucap bagas.
__ADS_1
"Via, aku akan menyelesaikan masalah ku dengan wanita itu, aku hanya akan menunggu sampai anak dalam kandungannya lahir, dan aku akan menyuruhnya pergi jauh, dan selama itu semua, bisakah kamu menerimaku, kamu cukup bahagia, dan fokus dengan calon anak kita, dan saat anakku dari wanita itu lahir, bisakah kamu ikut merawatnya, sebagai anak kita??. "sambung bagas, yah, dia ingin menyelesaikan secepatnya masalah yang dia hadapi kini, meskipun tidak mudah.
Via terdiam, bisakah dia menerima anak itu kelak, bisakah dia melupakan masalah ini, itu yang di fikirkan dia, namun via juga sudah merasa lelah dengan masalah yang semakin berlarut-larut, dan akhirnya via kembali mengalah dan akan menerima anak itu.
"baiklah". Satu kata yang keluar dari mulut via, sontak membuat hati bagas lega.
"benarkah kamu bisa". Tanya bagas memastikan.
"aku harus bisa, jika aku masih ingin ada di sampingmu". Via
"terimakasih sayang, aku mencintaimu". Bagas mencium keseluruhan wajah via, dia amat bersyukur memiliki istri yang sangat baik seperti via, dia berjanji kepada dirinya sendiri, tak akan lagi melukai istri tercintanya itu.
"sayang, aku merindukanmu". Ucap bagas yang memang sangat rindu menyentuh istrinya, karna sudah hampir sebulan semenjak masalahnya ini terjadi, dia tak dapat menyentuh tubuh istrinya yang selalu membuatnya candu itu.
"aku sedang hamil bagas" kata via memleringatkan suaminya.
"aku akan pelan-pelan, aku benar-benar merindukan tubuhmu". Ucap bagas kembali.
Dan akhirnya via hanya bisa pasrah dengan keinginan suaminya, yang sebenarnya dia juga sudah merindukan belaian suaminya itu.
__ADS_1
Pagi hari, kehidupan bahagia pasangan ini pun mulai kembali lagi, via sudah ingin belajar menerima dan ikhlas akan semuanya, dan bagas belajar untuk tidak mengulangi kembali kesalahannya, sekarang hanya tinggal mengurus dara, bagas akan bicara dengan dara, dan berusaha meyakinkan wanita itu untuk menyerahkan anaknya pada bagas, meski bagas tau ini akan sulit, namun dia harus bisa, karna dia tak ingin melihat istrinya kembali acuh padanya, dan menderita karnanya.
. Bersambung...