
Di kantor..
Bagas berjalan menuju ruangannya seperti biasanya, dia melihat kearah meja dara lalu kemudian masuk keruangannya..
Dara hanya memperhatikan bagas dari jauh, sebelum pria itu menghilang di balik pintu, di mata dara ia amat marah kepada bagas yang seolah tak perduli terhadap dia dan anak yang ada di kandungannya, namun di hati kecilnya, ia masihlah sesosok dara, wanita cantik yang awalnya berniat mengumpulkan uang untuk ibunya, yang kini berubah menjadi seorang wanita yang hina, mengemis sebuah cinta dari seorang pria yang sudah beristri..
"apakah aku benar-benar orang yang paling salah disini?".. Ucapnya dalam hati..
Dan tak lama dering telfon pun berbunyi, yang tandanya bagas memanggilnya..
"halo?". Kata dara.
"pergi makan siang denganku nanti". Kata bagas.
__ADS_1
"baiklah." balas via lagi.
Siang di restoran..
"apa yang mau kamu bicarakan?". Ucap dara tegas, karna dia tau tidak mungkin seorang bagas mengajaknya makan siang hanya karna ingin, pasti ada yang akan dibicarakannya.
"pesanlah dulu makanan yang kamu mau". Ucap bagas lembut, sambil memberikan buku menu pada dara.
Setelah makanan datang merekapun hanya makan dalam diam, dan setelah selesain makan, barulah bagas membuka suara.
"Dara, aku minta maaf, aku tau semua masalah yang terjadi selama ini semuanya karna ulahku, tapi dara, kamu harus tau, aku adalah seorang suami, dan aku tidak mungkin menghianati istriku dengan menikah lagi, maaf juga, aku membuatmu jadi seperti ini, dara kamu masih bisa memiliki suami kedepannya, dan kamu bisa memiliki anak lagi, mari kita berdamai saja, dan keputusanku tetap pada awal, aku akan menanggung semua biaya hidupmu serta ibumu selama kamu hamil, dan saat anak itu lahir, aku akan merawatnya."ucap bagas, bagas yang selalu bersikap tegas dan dingin kepada dara, kini berusaha berbicara selembut yang dia bisa, karna menurutnya inilah cara terakhir yang ia bisa lakukan demi rumah tangganya.
Dara hanya menatap bagas, air mata mengalir deras di pipinya, membayangkan dia akan kehilangan anaknya.
__ADS_1
"apa kamu fikir, dengan kamu seperti ini aku akan menyerahkan anakku, tidak akan, aku bahkan rela mati bersama buah hatiku, aku ini ibunya, aku juga ingin merawatnya, lalu memang kenapa jika kamu seorang suami, jika kamu menginginkan anak ini, nikahi aku, jika tidak, jangan harap kamu bisa menyentuhnya. "tegas dara, lalu darapun beranjak pergi dari restoran.
Bagas hanya menghela nafas, memikirkan negosiasi yang gagal.
" aku harus bagaimana lagi sekarang".
Dara pergi kerumah sakit, dia duduk di sebelah ranjang ibunya di rawat, dia menangis sejadi-jadinya di hadapan ibunya.
"ibu cepat bangun, dara tidak bisa menghadapi ini semua sendiri, ibu kini dara sudah jadi wanita yang hina dan jahat, dara menyakiti hati seorang istri, dan dara juga menyakiti diri dara sendiri, dengan tidak melepaskan suaminya, ibu dara mohon bangun lah bu, mari kita pergi saja dari sini, dan hidup damai seperti dulu". Dara mengadu dengan ibunya dengan sesegukan. Begitulah seorang dara, dia sebenarnya gadis yang baik, yang sangat mencintai ibunya, namun karna kelakuan bodoh seorang lelaki, yang kini merusak hidupnya, dan juga salahnya sendiri yang tak ingin melepaskan laki-laki itu.
Karna lelah menangis akhirnya dara tertidur sambil mendekap tangan ibunya.
. Bersambung..
__ADS_1