Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
Lamaran


__ADS_3

Malam ini ayah Sofia kembali ke rumah mereka tapi dengan membawa Ronnor adik tiri sofia paling bontot .


''Assalammualaikum . '' ucap ayah saat memasuki rumah dan kini sudah berada di ruang makan karna sudah sangat tahu jika istri nya itu jam jam seperti ini pasti berada di dapur ..


''Waalaikumsalam , eh mas kamu Dateng. '' ucap bunda senang .


'' Hmm . mana Sofia bun?? ''


''Ada masih di kamar nya . Kenapa mas ?? '' tanya bunda .


'' Ronnor tolong panggil kakak mu untuk turun sekarang . Masih ingat kamar nya yang mana kan . ''


'' Iya yah ingat kok . '' jawab bocah SMP tersebut .


Ronnor beranjak menuju kamar Sofia yang berada di kamar atas lalu memanggil nya sesuai perintah ayah .


'' Memang nya ada hal penting apa sih mas ?? Sampai sampai harus mendadak gitu panggil Sofia nya . '' bunda merasa sedikit tak tenang .


''Nanti setelah kumpul , mas akan ceritakan semua nya . '' ucap ayah tegas lalu duduk di meja makan .


Kini Sofia dan Ronnor sudah stai di meja makan , mereka tengah menikmati makan malam dengan keheningan .

__ADS_1


''Ekhem. . . . '' Sanjaya berdeham sebelum memulai bicara .


'' Sofia . ''


'' Iya yah !! kenapa??"


'' Sekarang umur mu sudah berapa Fia ?? ''


''Bulan depan 19 tahun , kenapa emang ?? tumben . ''


''Sudah dewasa , sudah pas untuk berumah tangga . '' ucap ayah the points.


''Iya , bukan kah minggu depan kamu akan masuk kuliah , jadi 10 hari dari sekarang kamu harus bersiap siap karna kamu akan menikah , ayah sudah dapat calon yang tepat dan terbaik untuk mu . '' ucap ayah tegas dan mutlak.


''Ayah lagi becanda atau gimana sih !! Fia benar benar gak faham maksud ayah ?? ''


''Iya 10 hari lagi kamu akan menikah dengan pria pilihan ayah , ''


''Yah . . ''


''Oppss !!Tidak ada penolakan Sofia , ayah sudah menerima nya . '' tidak terima penolakan.

__ADS_1


''Kapan ayah menerima lamaran itu?? kenapa Sofia gak tau . Bunda . '' kini fia menatap manik mata bunda nya yang hanya terdiam tak bisa berkata kata .


'' Ayah sudah lama menerima nya . ''


'' Dimana lamaran itu , kenapa seingat Fia gak ada tamu yang datang ke rumah ini untuk datang melamar Fia. Apa ayah berbohong ?? '' tanya nya masih ambingong .


'' Lamaran itu ayah terima di Bandung , di rumah mama tiri kamu . '' ucap ayah enteng .


''Hah . . . Ayah !! Ayah waras gak sih ?? '' fia sudah tak terkontrol lagi .


''Fia . . Fia sayang '' tegur bunda dengan lemah bunda hanya bisa pasrah sedangkan Ronnor hanya diam melihat perdebatan antara ayah dan saudara tiri nya itu .


''Ini gak jelas!! Fia gak mau nikah !! '' ucap nya kini dengan raut wajah yang sudah berkaca kaca .


''Sudah ayah katakan tidak ada kata penolakan. '' Tegas nya lalu beranjak dari ruangan makan tersebut.


Sofia memilih melarikan diri nya ke kamar , ia merasa sangat tak di hargai sebagai anak karna ayah nya membuat keputusan tanpa ada negosiasi dulu dengan nya atau ibu nya .


Sofia mengurung diri beberapa hari terakhir setelah perdebatan dengan sang ayah malam itu . Bunda Sofia pun kini sudah kehilangan akal untuk membujuk putri nya itu agar bisa keluar kamar namun hasil nya selalu sama tak ada Jawaban .


''Bik Urul nanti jika Sofia sudah ke luar kamar tolong di suruh sarapan ya , itu sarapan nya sudah saya letakkan di atas meja tinggal bibik Angetinn saja lagi ya bik . '' titah bunda dan di angguki oleh pembantu rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2