Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
Pasrah


__ADS_3

***


Besok Sofia akan pergi ke Jakarta dengan di antar langsung oleh ayah nya , Ia paham betul dengan sikap keras hati ayah nya . Di kamar ia saat ini tengah memasukkan baju baju dan keperluan lain di dalam koper besar nya .


Tok . . . tok . . tok . . . "


"Fia !! ini bunda ,, apa bunda boleh masuk ??" tanya Bunda di balik pintu .


"Masuk aja Bun . Pintu nya gak Fia kunci kok . " ucap Fia sambil beraktivitas.


"Sayang banyak banget barang bawaan kamu ?? " tanya bunda saat sudah masuk ke kamar putri nya itu lalu duduk di tepi ranjang melihat kegiatan Sofia yang sibuk berkemas .


"Iya lah Bun , Fia kan mau kuliah !! bukan piknik , ada ada saja bunda ini , hehehe " sahut Sofia ia mencoba tenang dan tegar.


''Hmm . . ,, kata ayah kamu akan tinggal di rumah calon suami mu , gak usah ngekost . '' silah bunda merasa tak tega dengan putri nya tersebut.


''Iya , aku sudah tahu Bun . ''jawab Sofia pasrah .


''Kamu yakin Fia ?? , maksud bunda kamu yakin dengan pernikahan itu ??'' tanya bunda khawatir.

__ADS_1


'' Fia udah serahkan semua nya sama Allah saja Bun gimana baik nya nanti saja . Fia yakin jika itu jalan takdirku insya Allah akan terima dengan ikhlas. '' ucap Sofia sedikit bergetar ia sebenar nya ingin sekali menolak pernikahan itu tapi apa boleh di buat orang tua nya terutama ayah nya tak bisa di bantah sama sekali jika sudah membuat keputusan .


'' Maaf !! maaf kan bunda nak , bunda gak bisa berbuat apa apa untuk kamu . '' ucap bunda lalu memeluk Sofia dengan erat menahan air mata nya .


'' Bunda gak perlu minta maaf ,aku paham kok Bun , bunda cukup doa kan doa terbaik saja untuk Sofia yah !! , doa kan pernikahan Sofia supaya sakinah sampai ke Jannah yah Bun . '' ujar Sofia membalas pelukan sang bunda dengan erat ia sudah tak mampu membendung air mata nya lagi .


''Amiin. Pasti nak , pasti bunda doa kan bunda selalu mendoakan doa terbaik untuk mu , ingat sayang jika nanti kamu kenapa kenapa atau di perlakukan dengan tidak baik bilang sama bunda , kamu jangan memendam perasaan kamu sendiri ya sayang!! '' bunda tak kuasa dengan ke adaan seperti ini .


'' Insya Allah,aku akan baik baik saja Bun . '' Fia mencoba memberikan ketenangan padahal hati nya juga tak tenang .


-.- -.-.-.-.-.-.-.-.-.-.


Setelah sholat subuh Sofia berangkat menuju bandara bersama sang ayah dengan di antar sopir dan bunda Sofia yang ikut mengantar sampai bandara .


''Kalian hati hati yah sayang , insya Allah bunda akan datang pas acara akad kamu nanti . '' ucap bunda sambil memeluk putri nya tersebut .


''Iya Bun , nanti kabari saja jika bunda mau kunjungi Fia di sana . '' ujar nya mencoba terlihat tegar padahal air mata nya sudah akan jatuh .


''Ayo kita berangkat , pesawat kita sudah mau berangkat , Bun kami berangkat dulu ya .Nanti ayah akan jemput bunda untuk ke Jakarta. '' ujar Sanjaya dan di angguki oleh bunda .

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam kini Sofia dan ayah nya sudah sampai di bandara Sukarno Hatta.


Ternyata kedatangan mereka sudah di tunggu oleh keluarga Brayando dan istri serta saudari Boy .


''Apa kabar Brayan ?? '' ucap Sanjaya ayah Sofia sambil berjabat tangan .


''Alhamdullilah baik , bagaimana dengan kabar mu ?? '' tanya nya balik .


''Baik juga . '' jawab nya .


''Apa ini calon menantu ku San ?? '' tanya Birray sambil menunjuk Sofia yang diam di samping ayah nya .


'' Ya,, ini Sofia ,anak sulung ku dari istri ku di jogjakarta. '' ujar Sanjaya mengenal kan , Sofia pun menyalami dengan mencium tangan Birray , Brayando dan tak lupa juga dengan Bianca karna. Bianca lebih tua dari nya .


''Wahh cantik sekali calon mantu ku ini . Mana sangat sopan . Kamu apa kabar sayang ?? '' ucap Birray bahagia .


'' Alhamdulilah baik Tante . '' jawab Sofia sopan .


''Ayok kita ke mobil nanti bicara nya di lanjut di jalan aja ,. '' usul Brayando dan di angguki oleh semua nya .

__ADS_1


__ADS_2