
Hari ini Sofia mengantar sang bunda bekerja di rumah sakit namun tiba tiba saat ia menuruni mobil nya membukakan pintu untuk sang bunda tiba tiba mata nya tertuju pada kendaraan mobil yang sangat ia kenali siapa pemilik nya .
''Riyyk . '' panggil Sofia spontan tanpa terduga .
Rikky menoleh lalu ia pun mendekat .
''Kenapa Sofia ?? '' tanya Rikky
''Kamu sedang apa di rumah sakit ?? '' tanya Sofia penasaran.
''Ohh itu lagi ngantar Kaka aku mau lahiran. '' jawab nya santai .
''Loh ada nak Rikky . '' sapa bunda saat mengeluari mobil .
''Iya Tan. '' sapa Rikky sopan menyalami punggung tangan bunda Sofia .
'' Ngapain rikky di rumah sakit , ada yang sakit nak ?? '' tanya bonda .
''Mbak Dewi mau melahirkan Tante . '' ucap nya sopan .
''Ohh . . semoga lancar lahiran nya di permudahkan. amiin 🤲'' bunda Sofia mendoakan dengan tulus .
amiin sahut Sofia dan Rikky bersamaan .
__ADS_1
'' Ya sudah bunda mau masuk ke dalem dulu takut di tunggu pasien yang mau periksa . '' ujar bunda pun izin pamitan .
'' Iya Bun . '' sahut sofia ia pun mencium punggung tangan bunda nya .
'' Kalau gitu aku pamit juga deh Fia. ,takut di butuh in di dalam sama mbak aku . '' ujar Rikky ikut pergi .
''Iya . '' sahut Sofia , ia tak bisa melunturkan senyuman nya meski Rikky sudah pergi dari hadapan nya 10 menitan yang lalu .
Sofia memilih pergi namun saat ia sudah duduk di kursi kemudi mobil nya tiba tiba terlihat dari kejauhan Erita datang ke rumah sakit .
''Pasti mau jenguk kakak nya Rikky secara kan mereka di jodohkan . Hmm beruntung nya kamu ta . '' gumam Sofia lemas .
Sofia menjalan kan mobil nya ia memilih pergi dari pada kepo dengan Erita dan Rikky yang akan membuat sakit hati nya .
- -
- -
-.-
Di sebuah kantor besar seorang pemuda tampan saat ini tengah sibuk mengetik beberapa presentasi penting untuk ia bawa nanti saat rapat sore ini. Namun dering ponsel nya yang mengganggu terpaksa harus menghentikan kegiatan penting nya tersebut .
__ADS_1
'' Assalamualaikum , iya kenapa pa ?? '' ucap boy di gagang telpon nya.
'' waalaikumsalam Boy sayang ini mama , mama sengaja pinjam hp papa mu buat nelpon ,hp mama lagi lobet . '' ujar mama Birray.
''Iya ma kenapa ?? '' tanya boy masih sibuk mengetik sambil sesekali menatap layar ponsel nya .
''Kamu kapan sih boy pulang lagi ke Jakarta ,mama kan kangen sama kamu . '' ujar sang mama sambil memasang wajah sedih nya .
''Nanti ya ma kalau boy udah ada waktu , saat ini boy sangat sibuk . '' jawab nya ia sebenar nya sangat lah malas pulang ke tanah air kecintaan nya itu karna malas bertemu dengan Nindy lagi .
''Kamu ini kalau di suruh pulang susah nya minta ampun , ini udah tahun ke 4 kamu gak pulang , kamu mau meninggal dulu mama baru kamu pulang . '' ancam sang mama Birray .
''Hutts gak boleh gitu ma . '' tegur boy .
''Habis nya kamu kalau di suruh pulang ada aja terus alasan nya . '' kesal mama .
''Bukan begitu ma maksud boy , beneran deh boy lagi sibuk banget akhir akhir ini , lagi mau fokus bangun perusahan baru di sini ma nambah cabang . '' boy sedikit memberi sang mama penjelasan .
''Kalau kaya gini terus lebih baik kamu gak usah pulang sekalian meskipun itu mama mati gak usah pulang . '' ucap mama Birray .
tutt . . . tutt . . . tutt. . . panggilan langsung di putus kan oleh sang mama .
''Ahh mama ini gak ngerti banget sih sama aku . ' ucap boy prustasi kini ia merasa bingung di satu sisi ia masih trauma untuk bertemu dengan Nindy di sisi lain ia juga rindu dengan sang mama memang benar boy sudah empat tahun lama nya tak pulang ke Jakarta atau Semarang , ia melakukan itu sebab menghindar untuk bertemu dengan Nindy ia takut nanti jika bertemu dengan Nindy hati nya akan ingat sakit lagi .
__ADS_1