
Setelah 3 hari berada di jakarta,Sofia kini sudah mulai sedikit demi sedikit bisa beradaptasi di lingkungan ibu kota tersebut.
Seperti sore ini Fia sudah berada di ojel , hari ini adalah hari pertama nya masuk kuliah , dan kini kuliah nya sudah selesai jadi ia pulang menggunakan jasa ojek online yg ia pesan lewat aplikasi.
Sesampai nya di rumah megah milik calon suami nya tersebut Sofia pun melangkah dengan sangat gugup , meskipun ini adalah hari ke 3 ia berada di sana namun ia merasa cukup tak nyaman , karna tinggal di rumah milik seorang pria , apalagi status mereka yang masih belom sah suami istri dengan si pemilik rumah.
***
Tak ada pertemuan atau rundingan rundingan acara pernikahan Sofia dan boy seperti umum nya yang di lakukan pasangan lain nya , semua sudah di atur oleh keluarga boy .
Besok adalah hari di laksanakan nya akad , Sofia begitu kaget karna acara yang di percepat dari hari yang dia tahu .
Di kamar yang luas itu Sofia kini tengah merutuki nasif nya yang seolah di atur terus menerus oleh ayah nya , ia sangat kesal apalagi dia tahu jika ibu tiri nya ikut mencampuri dan membuat nya sangat kesal hati .
'' Yah !! mengapa mendadak jadi besok ?? harus nya kan 2 hari lagi , ini sungguh tak masuk akal . '' gusar Fia sudah dengan air mata nya .
''Sofia mau 2 hari lagi atau besok toh tetap sama kan , sama sama tetap akan menikah juga inti nya. '' jawab Sanjaya santai sambil berdiri menghadap ke arah balkon .
__ADS_1
''Tapi ini terlalu di percepat, apa tidak memikirkan perasaan ku dulu , dan bunda juga belom datang jika besok . '' Fia kesal dan marah terhadap ayah nya .
''Bunda mu itu besok akan datang , mama mu juga . '' ucap sang ayah masih mode santai nya .
Sofia membulatkan mata nya mendengar sang ibu tiri, ibu dari Rissa juga akan datang , istri muda .
Gila ini gak masuk akal !! ,,kenapa bedebah itu juga harus datang besok , gak . . . ini gak boleh terjadi , oke kalau aku nikah besok tapi tidak akan aku biarkan pengganggu itu datang ke acara ku . ''Batin Sofia kini tak terima .
'' Aku gak ngundang dia ya , yah !! jadi jangan mimpi bisa ada di acara sakral besok !! . '' tikas Sofia tegas .
'' Mama ku hanya bunda , gak ada orang lain ,dia hanya istri simpanan ayah , sampai kapan pun aku gak akan pernah anggap dia mama ku . '' tutur Sofia tegas di hadapan ayah nya .
''Sofia !! '' bentak Sanjaya kini sudah tersulut emosi .
''Gak!! , kalau besok wanita itu datang di acara sakral ku , aku pastikan aku bakal batalkan pernikahan ini . Jadi ayah pikir pikir lah dulu . '' terang terangan Sofia mengungkapkan ketidak sukaan nya terhadap ibu tiri nya tersebut. Selama ini Sofia hanya diam saja jika ibu tiri nya itu ikut mencampuri urusan nya yang selalu berujung ayah nya akan marah marah kepada nya .
***
__ADS_1
Pagi hari setelah sholat subuh Sofia kini sudah terbangun seperti biasa nya melakukan sholat subuh sendiri di kamar lalu bersiap .
Hati nya dari tadi bangun tidur sudah berdegup kencang seolah sangat gugup dengan rencana hari ini .
"Assalamualaikum, Fia ini bunda !!."" teriak ibu Sofia .
Sofia yang baru melepas mukenanya pun langsung membenarkan hijab nya dan membuka handel pintu kamar tersebut.
" Bunda . Bunda Fia kangen banget sama bunda . " ucap Sofia ia langsung memeluk sang ibunda tercinta.
"Hemm . . . baru terpisah jarak beberapa hari saja kamu sudah rindu bunda ?? " ejek bunda Fia sambil sesekali mencolek hidung mancung putri semata wayangnya tersebut .
Sofia menarik tubuh bunda nya agar masuk ke dalam kamar ,lalu ia mengunci pintu kamar tersebut.
" Sayang ini gaun untuk kamu pakai nikah nanti , bunda berharap muat dan cocok untuk mu . "
" Ini kan gaun bunda waktu nikah sama ayah dulu , ini barang berharga bunda , Fia gak bisa pakai , takut merusak nya . " tolak nya ia merasa tak pantas untuk memakai
__ADS_1