
***
Boy dan Sofia kini sudah duduk di pelaminan ia menyambut para tamu yang berhadir tak terkecuali Rikky dan Erita .
" Selamat yah ,sofia jujur aku gak nyangka kamu bakal nikah dengan sepupu aku yang nyebelin ini . " ucap Erita sambil bercanda memberikan ucapan kepada teman sekelas nya tersebut .
Sofia hanya bisa melempar senyuman tanpa bisa berkata kata . Rikky ikut naik ke atas altar untuk memberikan ucapan selamat dan mendoakan pernikahan teman nya tersebut.
"Selamat yah kak boy , Sofia ,semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. " timpal Rikky di samping Erita .
Lagi dan lagi Sofia tak dapat menyahut nya ia cukup tersayat dengan melihat kemesraan pria yang ia cintai hingga kini , perasaan nya tak bisa menggubris jika dia masih sangat menyukai dan mencintai Rikky meskipun kini status nya sudah berubah menjadi istri dari seorang Boy.
"Terima kasih . " ucap boy ia mencoba seolah diri nya menerima pernikahan ini .
***
Sofia kini sudah di kamar namun saat boy berniat ingin masuk ke dalam kamar nya ia bisa mendengar isakan tangis dari suara seorang gadis . Boy penasaran namun saat ia ingin membuka gagang pintu tersebut ia dapat mendengar dengan jelas . '' Sudah Fia , kamu jalani aja semua nya dengan ikhlas, insya Allah akan baik saja kok , menikah gak semenyeramkan seperti yang kamu bayangkan kok Fia . '' Anira berbicara .
''Tapi aku trauma akan pernikahan Anira , kamu tau kan bagaimana kondisi rumah tangga bunda dan ayah ku , ayah ku mendua dan berlaku tak adil dengan nya , bahkan istri muda ayah ku berkuasa sesuka hati . '' tutur Sofia di Isak tangis nya .
''Sofia , kamu tau gak kalau jalan takdir setiap orang itu berbeda beda . '' tanya Anira .
'' Hmm ....tapi rasa nya masih takut untuk membina mahligai rumah tangga ini , aku takut gagal , aku takut suami ku tak bisa menjaga hati nya untuk agar tidak menyukai wanita lain , apalagi pernikahan kami ini hanyalah sebuah perjodohan bisa di bilang pernikahan paksa semata , kecil harapan ku untuk bisa berharap beliau bisa setia dengan ku Karana dasar nya hubungan kami tidak di landasi dasar cinta sama mencintai i . '' jelas Sofia terang terangan di hadapan sahabat nya tersebut.
Sejujur nya Sofia memiliki trauma akan pernikahan , ia takut akan berakhir perceraian atau ketidak Setian pasangan nanti nya mengingat kelakuan ayah nya yang tega menduakan bunda nya.
''Kamu tau aku dan kak reval juga menikah karna di jodoh kan lebih tepat nya juga di paksa , tapi di awal awal sikap nya memang agak dingin tapi makin lama sedikit demi sedikit sikap nya berubah , hingga sekarang kami sudah bisa menerima satu sama lain .''
Beberapa saat keheningan yang timbul tak lagi asa suara , namun.
__ADS_1
''Salah kah aku masih mengharap kan nya!!'' ucap Sofia tiba tiba .
Anira sudah dapat menebak nya jika sahabat nya itu masih belom bisa melupakan cinta pertama nya tersebut apalagi waktu Sofia mencintai nya sangat lah terbilang cukup lama .
'' kenapa ? Kamu masih mencintai nya Fia ?? ''
'' Entah lah aku pun tak yakin tapi sulit bagi ku untuk melupakan nya . ''
'' Coba lah kamu lupakan dengan pelan pelan . Aku yakin kamu pasti bisa . ''
''Hmm , ''
''Sudah jangan di pikir kan , ''
'' Hmm , akan ku coba . ''
Anira berjalan menuju pintu lalu ia membuka nya , saat pintu terbuka Anira cukup terkejut karna keberadaan Boy di depan pintu yang berdiri mematung .
''Mau pulang anira ?? '' tanya Boy basa basi.
'' Iya kak , maaf mengganggu kira nya . '' sahut Anira lalu melenggang pergi dari kamar sahabat nya tersebut.
Boy masuk ke kamar ia Saat di dalam kamar boy dapat melihat Sofia yang terus menundukkan kepalanya menatap bawah tatapan nya kosong dan seolah tak memiliki semangat , Boy yang tak memiliki cukup keberanian hanya dapat mencuri pandangannya dari Sofia sesekali , tak dapat di pungkiri jika Sofia memang sangat cantik dan anggun .
Boy berjalan menuju lemari pakaian nya , ia pun mengambil beberapa potong pakaian seperti baju , celana sensitif(celana boxer) dan sarung , Boy berjalan menuju kamar mandi ia pun melakukan ritual mandi nya .
Sofia masih setia duduk di atas tempat tidur sesekali ia mendongak apa ia sanggup dan percaya diri tampil di hadapan suami nya kini , Sofia tiba tiba menjadi sangat ciut .
Krekk
__ADS_1
pintu kamar mandi terbuka di sana menampilkan Boy yang sudah terlihat lebih segar karna baru selesai mandi terlihat rambut nya yang masih basah dengan air yang masih menetes di ujung rambut nya .
''K - - - kau sudah mandi ?? '' tanya boy sedikit ragu .
Sofia menggelengkan kepalanya, ia tak bersua .
''Kalau gitu mandi lah dulu , setelah nya sholat isya berjamaah.'' ujar boy berkata ia menatap punggung Sofia yang kini sudah beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi , masih jelas terlihat wajah murung Sofia di sana ia pun bahkan sampai lupa membawa baju ganti ke kamar mandi .
''Aduh gimana nih , aku lupa bawa baju ganti lagi , mana sekarang udah basah lagi . '' gusar Sofia ia mengutuk diri nya sendiri yang begitu bisa sangat ceroboh .
Sofia membuka pintu kamar mandi ia mencoba melihat sekeliling , namun sayang boy masih setia menunggu nya mandi dengan duduk santai sambil membaca buku kitab nya. Sofia makin gusar bagaimana cara nya ia akan keluar dengan hanya menggunakan handuk .
Setelah berpikir keras Sofia pun akhir nya terpaksa bersuara.
kreekk (pintu kamar mandi di buka ) Boy menatap ke arah pintu tersebut lalu mengerutkan keningnya karna melihat Sofia hanya menampakkan kepala nya saja yang tanpa hijab . Susah payah boy menahan saliva nya karna ia juga pria normal melihat istri nya tanpa hijab di tambah lagi rambut yang masih basah air masih bercucuran di sana membuat jakun boy naik turun , Dengan cepat boy memalingkan wajah nya menatap ke arah lain .
''Emm . . Mas bi- bisa bantu Fia gak?? '' Ujar nya sambil gugup jantung nya sudah tak terkontrol lagi .
''Bantu apa ?? . . .Butuh sesuatu ?? '' tanya boy ia pun kembali menatap Sofia dan kembali jiwa nya bergejolak .
''Fia lupa bawa baju ganti , bisa tolong ambil kan mas ?? '' pinta Sofia sambil sedikit memelas .
''Hmm .'' sahut boy lalu ia pun menuju lemari namun ia bingung baju yang mana yang fia mau pakai .
''Baju nya yang mana Fia ?? '' tanya boy saat sudah membuka lemari .
''Baju piyama lengan panjang aja mas . '' teriak fia di balik pintu .
Boy pun mencari nya , ia hanya mengambil baju tanpa mengambil pakaian dalam dan hijab karna sofia hanya meminta nya mengambil baju bukan yang lain nya , entah apa yang ada di pikiran boy saat ini .
__ADS_1