
''Sofia sayang , ayu makan dulu , itu ayah udah nungguin loh . '' panggil sang bunda di depan kamar Sofia .
''Hmm . '' sahut nya saat membuka pintu kamar .
''Sofia kamu gak boleh gitu sama ayah kamu , biar bagaimanapun juga dia itu tetap ayah mu , sudah jangan marahan lagi ya .'' tutur nya lembut sambil mengusap bahu sang putri memberi ketenangan dan damai.
Kini kedua nya sudah sampai di meja makan , memang benar sang ayah Sanjaya sudah menunggu di meja makan untuk melakukan makan malam bersama .
''Ini mas nasi nya , di makan . '' ucap bunda Sofia lembut sambil menyerahkan piring berisi nasi lengkap dengan lauk pauk nya.
''Ya , '' sahut Sanjaya biasa saja .
Acara makan malam itu hanya di penuhi suara deting sendok garpu saja tanpa ada pembicaraan antara anak dan ayah .
''Nanti temui ayah di ruang tengah depan tv . '' titah Sanjaya dingin .
''Hmm . '' sahut nya malas.
Sofia menghabis kan makan nya lalu ia membantu sang bunda membereskan sisa makan tadi .
''Sudah sana temui ayah mu , ini biar bunda saja yang bereskan . '' titah bunda lembut.
''Cuman sedikit kok bantu nya Bun. '' ujar nya menyela .
''Hmm terserah kamu saja . '' pasrah .
Di ruang tengah depan tv sudah ada ayah Sofia yang tengah asik menonton acara tv berita , sambil di temani beberapa cemilan dan secangkir kopi susu kesukaan nya .
''Ada apa yah ?? '' Tanya Sofia mencoba sopan padahal hati nya kesal .
'' Sofia , duduk sini nak . '' ucap Sanjaya penuh kelembutan berbeda dengan tadi .
Biasa lah sikap anak dan ayah itu kadang seperti kucing dan tikus yang selalu berkelahi ,namun bisa berubah dengan lemah lembut dan manja seketika .
Sofia duduk di samping sang ayah di atas sofa ia duduk bersila sambil ikut menatap layar tv .
''Ayah sudah dapat tempat yang tepat untuk kamu tinggal di Jakarta nanti .'' ucap nya lembut memberitahu .
__ADS_1
''Di mana ?? '' tanya sofia penasaran sambil menatap ayah nya .
''Nanti saat kamu akan ke sana ayah yang akan langsung mengantar mu , nanti juga tahu di mana , yang pasti tempat itu aman dan nyaman . '' ujar nya meyakin kan .
''Hmm . baik lah . '' jawab nya pasrah .
''Bunda mu mana Fia ?? '' tanya ayah mencari sang istri .
''Di dapur , buat kue . '' jawab Sofia .
Ya bunda nya bukan lah tipe wanita yang suka diam , bunda Sofia orang yang sangat aktif . bahkan waktu malam di pakai untuk istirahat saja di gunakan untuk membuat kue .
''Emm ada yang cari bunda ya. '' ujar bunda mendekat sambil membawa kue dan meletakkan nya di atas meja depan sofa .
''Ayah yang cari Bun . '' jawab nya sambil tersenyum .
''Kenapa mas ??'' tanya bunda .
''Gak apa , hanya rindu saja . '' ucap sang ayah sambil bermanja kini Sanjaya sudah berbaring di paha istri nya sebagai bantal .
''Hehhh . . jadi nyamuk deh aku , aku ke kamar aja deh kek gini cerita nya . '' ujar Sofia beranjak menuju kamar nya yang ada di lantai atas .
Kini hanya tinggal orang tua Sofia di ruangan tersebut .
''Dek . mas ada hal penting yang mau di bicara kan . '' ungkap Sanjaya serius ia masih berbaring nyaman di paha istri nya tersebut.
'' Apa mas ?? '' tanya bunda serius .
''Mas kemarin bertemu dengan Brayando. '' ucap nya menggantung .
'' Lalu ?? ''
''Dia berniat meminang putri kita . '' sambung nya dingin .
''Brayando itu kan bukan nya kerabat kamu mas . '' ujar bunda mengingat ingat .
''Iya , nenek ku dengan nenek nya saudara , bisa di bilang kami kerabat jauh .'' tutur nya .
__ADS_1
'' Terus !! '' bunda masih bingung.
'' Mas sudah menerima lamaran itu . '' ucap nya enteng .
'' Mas . Sofia itu masih muda jalan karir nya masih panjang , masa harus di paksa nikah sih . '' bunda tak setuju dengan keputusan sang ayah .
'' Dek . mas bukan maksud apa , Sofia itu sudah matang untuk menikah , lihat Anira saja menikah muda dia baik baik saja kan . '' ujar Sanjaya .
''Tapi tetap aja mas ,Sofia itu masih anak remaja yang kada Suka masih labil . '' bunda masih tak terima .
'' Dek , mas menerima lamaran Brayando itu karna gak tega aja . '' ungkap nya mencari alasan .
'' Gak tega kenapa ?? , mas lebih tega sama putri kita . '' ucap sang bunda tak habis pikir .
''Bukan begitu dek , mas hanya tak tega melihat Brayando yang terus memaksa mas untuk menerima lamaran itu . Kamu tahu kan anak nya itu saat ini adalah seorang pengusaha sukses dan dia juga seorang yang alim . '' tutur sanjaya masih merayu istri nya .
''Mas menikah kan Sofia itu ,biar nanti saat dia di Jakarta sudah ada yang menjaga nya jadi kamu dan mas gak perlu khawatir dengan keselamatan nya lagi . '' ujar nya .
''Kalau mas gak mau menjaga atau gak mau menghawatirkan Sofia gak papa mas , biar aku aja nanti yang ikut ke Jakarta , lagi pula 2 tahun lagi aku akan pensiun dari rumah sakit . '' ucap nya kini sudah kesal .
''Dek mengerti lah maksud mas. '' bujuk nya .
''Kenapa gak kamu nikah kan saja Rissa , dia juga putri mu . '' ucap bunda kini mendapat ide .
'' Dek , Rissa itu masih sangat muda , usia nya masih 16 tahun . '' bantah nya tak terima .
''Sofia juga masih muda mas ,masih 19 tahun . '' tutur bunda tak terima .
'' Tapi Brayando ingin yang menikah dengan boy itu adalah Sofia dek . Mas lalu harus bagaimana . '' ia sudah mengatakan kejujuran jika memang orang tua boy sangat ingin Sofia yang menjadi menantu mereka .
''Tapi mas . . '' terpotong .
''Mas sudah membuat keputusan dan ini sudah mutlak ,mas akan tetap menerima lamaran dari Brayando untuk Sofia . '' titah nya ia pun langsung bangun dan beranjak menuju kamar nya untuk beristirahat.
...Aku tau keluarga Brayando itu baik tapi aku masih sangat shock kalau anak satu satu nya Yang aku miliki harus menikah , tapi keputusan mas san juga gak bisa di tolak , ya tuhan aku harus bagaimana , aku gak kebayang nanti saat Sofia tau ia akan menikah . ''Batin bunda Sofia . ...
^^^-.-^^^
__ADS_1
-.-
-..-