Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
Memberi semangat


__ADS_3

Setelah acara sarapan pagi berakhir dengan sedikit drama tak baik kini kedua keluarga sudah pulang ke kediaman masing masing .


Di kamar Sofia hanya duduk sambil menatap taman samping kamar nya sambil melamun pikiran nya tak bisa berjalan dengan lancar setelah sedikit perdebatan di meja makan tadi .


Ekhemm . . '' boy berdeham untuk membuyarkan lamunan istri nya .


''Maaf mas , Fia gak tau mas sudah datang . '' ucap nya tanpa memalingkan wajah nya dari taman tersebut.


'' Maaf Fia mas , juga gak bisa bantu kamu untuk masuk pesantren, jujur mas kaget melihat sekap ayah seperti itu , mas gak tau kalau ayah memiliki sikap keras seperti itu .'' tutur boy ikut duduk di samping istri nya .


'' Sudah mas jangan di bahas lagi , lagi pula mau gimana pun membujuk ayah , ayah akan tetap kekeh dengan keinginan dan perintah nya . '' jelas Sofia sedang mencoba berdamai dengan rasa kesal nya .


Boy diam ia bingung dengan sikap mertua nya, mengapa memiliki sikap yang begitu ambigung .


''Apa kamu ikut aku saja ke Amerika fia?? '' tawar boy .

__ADS_1


Sofia menggeleng , ia tak bersuara .


''Kenapa menolak , apa kamu keberatan ??'' tanya boy bingung .


''Bukan menolak mas , aku hanya ingin fokus dengan kuliah ku di sini saja , aku bisa pulang ke Jogja jika aku merasa kesepian atau merasa bosan sendirian di sini , lagi pula bunda juga sendirian di Jogja .'' ucap Sofia hambar .


 ''Apa kamu gak masalah jika tinggal sendiri di sini , jika kamu merasa ke kesepian aku bisa mengantar mu dan menyuruh mu tinggal di tempat mama saja di sana .'' usul boy .


''Gak perlu mas , aku sudah terbiasa kesepian , aku terbiasa di tinggal kan , di cuekin, di pilih kasih , sudah terbiasa tak di anggap , aku sudah biasa kamu gak usah khawatir , insya Allah aku gak papa. '' ucap Sofia tanpa sadar ia telah membuka unek unek hati nya yang selalu tak di anggap oleh orang tua nya .


Boy terdiam , ia merasa iba terhadap istri nya , ia sudah berniat baik untuk mengajak nya saja namun sang istri malah menolak nya , boy makin di buat bingung mengapa istri nya bisa berbicara begitu ia yakin pasti sang istri saat itu tidak sadar saat mengatakan nya .


''Gak perlu mas , jika mas ingin pergi , pergi saja jangan mengajak ku , aku sedang tidak ingin kemana mana. '' ujar Sofia dingin sedingin es .


''Sofia , mas tau kamu sedih Karna tak mendapatkan izin dari ayah untuk masuk pondok pesantren, tapi mas tetap mendukung mu , kamu bisa mondok setelah kamu lulus kuliah okey . '' semangat boy mencoba sambil memegang bahu kanan istri nya yang lebih dekat .

__ADS_1


Sofia berbalik badan kini ia menatap suami nya karna sentuhan langsung dari boy .


'' Maaf mas jika tadi aku berbicara secara tidak langsung menyakiti hati mu , aku tidak bermaksud begitu jujur . '' ucap Sofia ia sedikit tersadar dengan ucapannya barusan . Boy menggeleng kini ia meraih kedua bahu istri nya Lalu menatap mata sang istri yang terus menunduk .


''Dengar Fia , kamu jangan merasa sendiri , jangan merasa tidak ada yang perduli dengan mu , mas akan berusaha ada untuk kamu , meskipun nanti nya kita akan terpisah jarak mas akan usahakan untuk tetap memenuhi tanggung jawab aku sebagai suami ku menjaga dan melindungi kamu , kalau perlu aku akan menyewa bodyguard untuk mengawal kamu selalu . Apapun ke putusan kamu aku akan mendukung mu , masalah tidak bisa masuk pesantren kamu masih bisa sekolah yang lain tentang agama kan , aku juga tidak ingin hanya karna izin dari ku kamu menentang perintah ayah . Aku tau kalau ini berat untuk mu . '' ujar boy ia sedikit memberi wawasan .


''Terima kasih mas atas semangat nya , tapi aku tidak ingin dan tetap ingin tinggal di sini saja , aku tidak mau ke rumah mama aku takut nanti nya akan merepotkan , lagi pula aku sudah terbiasa sendiri . '' jelas Sofia sambil sedikit menolak .


''Baik lah , aku harga i keputusan mu . Fia .-'' ujar boy .


''Kamis ya mas kamu berangkat ??'' tanya Fia kini ia menatap dinding di depan nya .


'' Insya Allah, kenapa ??'' jawab nya .


''Pukul berapa ??, aku mungkin bisa ikut mengantar kamu nanti nya ke bandara . '' ujar Fia .

__ADS_1


Boy tersenyum ia merasa sekarang istri nya sudah merasa lebih baikan dari tadi .


''Mungkin jam 08.30 pagi , jika kamu mau ikut mengantar ku ke bandara aku akan beritahu mama , karna mata nya mereka juga akan mengantar sampai di sana .'' terang boy ia tak merasa ke Beratan dengan istri nya yang berniat untuk ikut mengantar nya hingga bandara .


__ADS_2