Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
keputusan


__ADS_3

********


** 3 hari telah berlalu saat ini ke dua orang tua boy serta saudara nya telah berkumpul untuk mendengar jawaban dari Boy langsung tentang keputusan nya .


"Jadi apa keputusan mu nak ??" tanya Birray sudah sangat berharap jika jawaban sang putra setuju .


" Iya Boy cepat jawab !! jangan membuat kamu semua tengang begini . " ucap Bianca saudara Boy.


" Iya - iya ini lagi mau bilang !! Sabar Napa . '' ucap Boy terlihat ikut tegang .


''Jadi apa ?? '' kini Brayando pun tak tahan menunggu jawaban dari anak nya itu lagi.


Astaga mereka semua sudah sangat menyeramkan aku sudah seperti tersangka maling ayam saja serasa di hakimi begini , htummpp '' boy membatin merasa gelisah


Boy menarik nafas dalam baru memulai bicara .


''Jadi setelah . . . - - - ''


''Setelah apa ?? cepetan Boy kita udah gak sabar. '' ucap Birrani saudara nya yang satu nya ikut menyela .


''Haduhhh . . kalau kalian semua nanya Mulu gimana aku bisa bilang coba ada ada aja . '' Gusar boy ia merasa sangat jengkel dan kesal saat ini .


''Sudah sudah , diam semua nya , kita dengar kan dulu Boy bicara keputusan nya . '' Brayando menengahi .

__ADS_1


''Bicara sekarang boy . '' titah nya .


''Setelah Boy melakukan sholat istikharah, boy pasrah deh dengan pilihan kalian . Aku akan mencoba untuk membuka hati kembali . Etss !! Tapi aku gak janji . '' jelas boy dan itu membuat semua keluarga bahagia dengan keputusan boy .


'' Jadi maksud kamu !! Kamu menerima perjodohan ini nak ??benar begitu nak ?? '' Tanya Birray memastikan dengan penuh keharuan .


''Hmm .''singkat


''Alhamdulillah . Ya Allah engkau mengabulkan doa ku selama ini .Terima kasih sayang .'' ucap Birray langsung memeluk sang putra dengan rasa haru ia sampai tak bisa membendung air mata nya lagi .


'' Apa kamu memiliki syarat Boy ?? '' kini Brayando mulai curiga .


Dari mana ayah tau kalau aku akan meminta syarat tentu nya , ini sungguh di luar dugaan '' batin Boy.


''Hmm . Boy punya 3 syarat . '' ucap nya


''Katakan . '' titah Brayando tak ingin bertele tele .


'' Syarat pertama { Tidak perlu ada acara lamar melamar lagi , langsung ijab qobul saja }


'' Syarat kedua { Jangan memaksa ku memiliki keturunan cepat karna aku masih masa penataan hati }


''Syarat ke tiga { Jangan memaksa ku untuk tinggal di mana pun , karna aku ingin hidup mandiri setelah menikah nanti } '' Boy menyampaikan 3 syarat yang ia pinta untuk orang tua nya .

__ADS_1


Brayando dan Birray terlihat terdiam dan saling pandang , namun akhir nya .


''Baik lah ,, berarti tidak usah bertemu dengan Calon mu langsung pas akad nanti saja langsung , gimana ma ?? '' Tanpa banyak berpikir lagi Brayando menyetujui keinginan sang putra .


''Menurut mama sih gak masalah . '' Ucap Birray.


'' Oiya Boy, mungkin untuk beberapa saat dia akan tinggal di rumah lama mu dulu , karna dia akan kuliah di Jakarta jadi gak mungkin kan di suruh ngekost . '' Ucap Brayando.


''Hmm , terserah . '' ucap boy lalu berlalu pergi .


''Dasar bocah tengil . '' ucap Bianca sewot melihat tingkah adik nya itu .


Boy kini pergi meninggalkan ruang keluarga entah ke mana , sedangkan yang lain masih berkumpul membahas pernikahan Boy.


'' Hmm mam , kapan rencana nya Sofia akan datang ke Jakarta ?? '' tanya Bianca sudah tak sabar ingin melihat calon adik ipar nya itu.


''Mungkin seminggu lagi atau kurang , kata om mu Sanjaya dia akan kuliah dalam waktu seminggu kurang ini . '' jelas Birray .


Bianca pun mangut mangut .


'' Yah , kapan acara nya akan di gelar ?? '' kali ini Birrani yang bertanya .


'' Jika tak ada kendala mungkin satu sepuluh hari dari sekarang . Ayah akan menghubungi Sanjaya terlebih dahulu agar keluarga nya di sana bisa bersiap . ''ucap Brayando lalu mengambil hp nya .

__ADS_1


__ADS_2