Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
Kediaman Boy


__ADS_3

...****************...


Sofia dan sang ayah Kini sudah sampai di rumah Boy, rumah yang akan di tempati nya .Keluarga boy menyambut Sofia dan ayah nya begitu hangat .


''Ayok silahkan masuk , jangan sungkan sungkan ya !! '' ucap Birray saat pintu telah berhasil di buka .


'' Ayok Sofia masuk . '' ajak Bianca sambil menarik tangan Sofia untuk masuk .


''Iya mbak . '' sahut Fia lalu ikut melangkah masuk .


'' Bianca !! kamu bawa Sofia beristirahat di kamar nya dulu , nanti habis itu bantu mama di dapur . '' titah Birray .


''Siap ma . '' ucap Bianca lalu mengajak Sofia menuju kamar nya.


Sofia tidak di ajak ke kamar tamu tapi melain kan kamar utama rumah tersebut.

__ADS_1


''Maaf mbak , kok kamar nya lebih besar!! , Ahh maksud aku , kenapa kamar ku lebih besar dari yang lain , aku bisa tinggal di kamar tamu saja mbak !!. ''ralat Sofia sungkan .


''Udah gak apa apa . Ini kan nanti nya juga bakal jadi rumah kamu sama adik mbak , masa iya harus tinggal di kamar tamu pemilik rumah . '' sahut Bianca tersebut.


''Tapi beneran kak , aku merasa gak nyaman kalau belom apa apa udah di suruh tinggal di kamar utama kek Geni , lebih baik aku tinggal di kamar tamu aja . '' tolak nya lagi secara halus.


''Udah , jangan merasa gak enak , di enak enak- in aja Sofia , udah ayok masuk . '' ujar Bianca riang .


Sofia tak dapat membantah lagi ia pun terpaksa masuk ke dalam kamar , saat tiba di sana ia di kejutkan dengan kamar yang begitu mewah dan rapi ,soal kebersihan jangan di tanya lagi rumah ini meskipun kosong namun kebersihannya selalu terjaga .


''Iya mbak , terimakasih. '' ucap Sofia sopan .


''Sama sama Dek '' sahut nya kini bianca telah menutup pintu kamar tersebut lalu meninggalkan nya .


Sofia berjalan menyusuri setiap sudut kamar tersebut, Mata nya tertuju pada sebuah foto seorang pria yang tengah menatap santet di pinggir pantai , Sofia tak mengenali foto tersebut karena wajah nya yang tak terlihat hanya foto pria membelakangi .

__ADS_1


Ini pasti foto pria yang akan menikah dengan ku , ya tuhan benar kah ini , kenapa mereka menyuruh ku tinggal di kamar pria yang belom sah menjadi imam ku . '' batin Sofia mulai tak tenang .


Sofia meletakkan koper besar dan tas ransel nya di samping sofa kamar tersebut, lalu ia berjalan menuju sudut kamar yang lain di buka nya tirai panjang dan besar tersebut nampak sebuah kolam berenang membentang , Sofia tak henti henti nya berdecak kagum dengan ke indahan kamar tersebut.


''Ini kamar atau hotel bintang lima sih , kok mewah banget . '' gumam Sofia polos nya .


''Ini kamar mu sayang . '' ucap birray yang kini sudah berada di kamar sang calon menantu nya .


''Tante , hehe maaf Tan Fia gak tau kalau ada Tante . '' ucap Sofia merasa malu karna terciduk telah menilai dan memuji kamar tersebut.


''Gak apa sayang . Oiya Sofia Tante mau bicara sebentar , sini duduk . '' titah Birray lembut mengajak Sofia berbicara di sofa kamar ..


''Iya Tan . '' sahut ya Sofia pun duduk di sofa di samping Birray .


''Terima kasih yah Sofia sudah mau menerima perjodohan ini , Tante sangat senang saat mendengar persetujuan ayah kamu yang menerima lamaran dari kami . '' ucap Birray sambil menggenggam tangan Sofia .

__ADS_1


'' I - iya Tan ,sama sama . '' jawab Sofia terbata bata ,sejujur nya ia bingung , ingin sekali ia mengatakan kepada Tante Birray bahwa ia ingin menolak lamaran tersebut namun karena ayah nya yang tak bisa di bantah Sofia dengan terpaksa menerima nya .


__ADS_2