
''Larangan pertama yang tidak boleh di langgar ialah , kamu harus bisa menjaga kehormatan kamu sebagai seorang istri .
Larangan ke dua , Aku tidak ingin istri ku dekat dengan pria lain di belakang ku apalagi di depan ku .Larangan ke tiga jangan menceritakan masalah rumah tangga dengan orang lain , kita bisa mendiskusikan nya bersama . - '' boy menyebut kan begitu banyak lagi larangan larangan yang menurut nya harus di penuhi oleh Sofia .
Sofia diam mematung mendengar larangan demi larangan yang boy katakan , terlihat sangat serius saat menyampaikan nya .
''Apa kamu bersedia menjauhi larangan larangan yang aku minta Fia ?? '''tanya boy takut sang istri akan merasa keberatan dengan. Semua poin poin yang ia sebut kan tadi .
''Insya Allah mas , aku akan mencoba yang terbaik untuk kamu . '' jawab Sofia kini ia pun menjawab nya dengan tenang tanpa ada paksaan dari apa pun .
''Maaf sebelom nya mas , apakah kamu mengizinkan aku untuk tetap kuliah , tapi jika kamu ke Beratan aku juga tidak akan memaksa kamu dan akan ikhlas.''
''Kenapa aku harus keberatan , itu adalah hal baik aku tidak akan melarang mu , oiya aku dengar dari bunda kamu , kamu dulu ingin sekali masuk pesantren tapi terhalang karna ayah kamu ingin kamu sarjana dulu , apa itu benar ?? '' tanya boy menelisik .
Sofia hanya menjawab nya dengan anggukan.
''Apa kamu sekarang masih menginginkan itu ?? '' tanya boy.
''Maksud kamu mas ?? '' Sofia masih kurang paham .
''Maksud ku , apa kamu masih ingin masuk pesantren, aku akan mendukung mu untuk hal itu . '' ucap boy .
''Apa kamu yakin mas , masuk pesantren itu nanti nya aku harus menginap biasa di bilang asrama di sana , dan tidak bisa untuk izin pulang selalu , . '' tanya Sofia masih agak tak yakin .
'' Iya aku tau kok kalau jika masuk pesantren itu harus tinggal di sana , dan aku gak keberatan , seenggak nya kamu di sana akan lebih aman . '' terang boy maksud nya .
Sofia diam sejenak ia menatap manik mata sang suami dalam dalam mencari keraguan namun tak ia temukan.
''Tapi mas , gimana dengan kamu , aku takut nanti nya saat kamu pulang ke sini tapi aku malah tidak mendapat izin dari pihak pondok . '' tanya Sofia lagi .
__ADS_1
''Jika kamu khawatir tentang itu , kamu tenang saja yah , jika kamu tidak bisa pulang , aku yang akan berkunjung ke sana . '' boy tetap pada ke ingin an nya untuk menyuruh Sofia masuk pesantren seperti ke ingin an awal istri nya tersebut.
''Tapi aku takut ayah gak akan mengizinkan aku mas . '' ucap Sofia akhir nya terjawab jua keraguan nya boy .
''Jika masalah ayah aku akan mencoba bicara pada nya , sekaligus akan meminta izin . ''usul boy .
'' Baik lah aku akan ikut ke mau an kamu apa saja itu mas , jika itu adalah hal baik . '' terang Sofia dan boy menggangguk
''Ya sudah , ayo kita istirahat ,sekarang sudah hampir tengah malam . ''ujar boy ia pun kembali membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur . Begitu pun dengan Sofia , sejujur nya Sofia sangat gugup jantung nya tak henti meronta seolah ingin lompat dari dalam diri nya .
Tepat jam 04.00 Sofia terbangun jujur ia tak bisa tidur tadi malam semalaman karna saking gugup nya tidur dengan pria yang sekarang status nya adalah suami nya sendiri .
Sebentar lagi akan azan subuh dan Sofia pun beranjak dari tempat tidur nya dengan hati hati tak ingin suami nya terbangun , ia mengambil beberapa pakaian dan tak lupa hijab nya lalu membawa nya ke kamar mandi
bersiap untuk mandi .
''Sudah ambil wudhu Fia ?? '' tanya boy kini ia pun sudah berdiri di dapan pintu kamar mandi .
''Iya mas . '' jawab Sofia menunduk .
''Tunggu saya mandi dulu kita sholat berjamaah bersama . '' ujar boy , di balas anggukan oleh sang istri .
-
-
Acara sarapan pagi kali ini sangat ramai karna kedua keluarga masih ada di sana.
''Boy kamu balik lagi ke Amerika ?? '' tanya ayah boy saat acara sarapan pagi berlangsung.
__ADS_1
'' Iya yah , Rabu ini atau Kamis insya Allah akan berangkat . '' jawab boy jujur .
''Kamu bersama Sofia kan nak ?? '' tanya Birray mama boy .
''Sofia akan tetap di sini ma , dia harus menyelesaikan kuliah nya dulu . '' jelas boy .
''Kenapa mesti begitu nak , Apa kamu keberatan membawa anak bunda bersamamu ?? '' kali ini Bunda dari Sofia yang bertanya .
''Tidak bunda tidak sama sekali , tapi kami berencana lebih tepat nya boy yang mengusul kan agar Sofia masuk pesantren saja sambil kuliah . '' ucap boy setengah kurang jelas di telinga para orang tua mereka .
'' Maksud kamu apa boy , kamu jangan macam macam jangan aneh aneh kamu boy !! '' Kali ini ayah boy sudah mulai merasa ada yang tak beres.
''Aku bukan memiliki maksud jahat dengan berniat memasukkan istri ku ke pesantren dan tidak mengajak nya bersama ku ke Amerika, aku tau istri ku sangat ingin belajar di pesantren jadi aku memberikan dia peluang dan aku sangat mendukung nya , aku juga tidak keberatan sama sekali , lagi pula kami kan tidak bisa selalu bersama oleh sebab itu aku mengijinkan Sofia untuk masuk pesantren saja di sana lebih aman dari pada di rumah sendirian . ''terang boy secara terang terangan maksud nya di hadapan semua nya .
Kedua orangtua boy itu pun saling melempar pandangan merasa kurang srek dengan kehendak anak dan menantu nya , sedangkan Sofia tak bersuara sepatah kata pun .
''Sofia sayang , apa kamu tidak keberatan berpisah dari suami mu mengingat kalian baru saja menikah . '' tanya Birray sang ibu mertua yang baik hati .
'' Iya Sofia , bunda jadi bingung sama kalian berdua ini baru menikah tapi sudah mau pisah apa itu baik , bunda rasa itu kurang baik . '' tutur sang bunda juga ikut bicara .
''Bunda sama mama kalian gak usah khawatir, insya Allah Sofia gak keberatan kok dengan rencana mas boy , lagi pula itu kan niat baik aku akan masuk pondok pesantren menimba ilmu agama di sana , dan juga lingkungan pesantren itu pasti aman jadi gak perlu khawatir . '' jelas Sofia meyakin kan para orang tua .
''Tapi ayah keberatan Sofia !! '' suara beriton dan sang ayah membuat semua yang ada di meja makan menoleh menatap nya .
''Kamu sudah ayah beritahu kan jika kamu harus menyelesaikan dulu kuliah kamu dan jadi sarja , baru kamu boleh masuk pondok pesantren, ayah tidak ingin kuliah kamu terganggu . '' perintah ayah Sofia dengan tegas mendengar itu Sofia pun langsung patah harapan ia seolah kehilangan kegembiraan nya yang sempat kembali setelah diskusi nya dengan sang suami tadi malam .
''Tapi yah , mas boy sudah memberi ku izin . '' ucap Sofia sedikit berani menjawab perintah ayah nya .
''Tidak sekali pun boy yang meminta nya ayah tetapi tidak setuju , ayah tidak masalah jika kalian tinggal terpisah asalkan Sofia menyelesaikan kuliah dulu . '' terang terangan ayah Sofia menolak keinginan anak dan menantu nya tersebut
__ADS_1