Pengobat Luka Duda Tampan

Pengobat Luka Duda Tampan
Tragedi setelah mandi


__ADS_3

**


Sofia menerima baju yang di berikan boy , Fia hanya membuka pintu kamar mandi sedikit dengan mengeluarkan tangan kanan nya saja .Boy menyerahkan pakai an tersebut ke pada istri nya tersebut takut istri nya sudah kedinginan di dalam sana karna terlalu lama .


Setelah menerima baju nya Sofia cepat menutup pintu kamar mandi kembali tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih. Saat akan memakai pakaian tersebut Sofia kembali merutuki kebodohan nya .


"Bagaimana mungkin aku ke luar tanpa pakai hijab , dan juga aku tidak pakai (pakaian dalam 👙) , astaga bagaimana ini . " gumam nya di dalam kamar mandi .


Sedang boy merasa bingung mengapa istri nya belom juga keluar dari kamar mandi ia pun mencoba memanggil nya di depan pintu kamar mandi .


Tok . . . tok. . . .tok . . . .


"Kamu masih lama ?? " teriak boy di depan pintu kamar mandi .


Aduhh bagaimana ini . . Mana mas boy udah manggil lagi , pasti dia nunggu nya kelamaan '' gumam Fia di dalam


''Sofia . . .'' panggil Boy karna tak mendapatkan jawaban.


'' I - iya i-ini udah mau keluar mas . '' sahut Sofia dari dalam .


Boy pun beranjak dari sana ia pun menggelar sajadah untuk nya dan mengeluarkan mungkena untuk Sofia .


Kreekkk . . Pintu kamar mandi terbuka nampak lah Sofia dari sana ,ia berjalan nampak canggung Karna tak memakai hijab dan pakaian nya yang kurang nyaman Karna ada yang kurang di sana meskipun baju nya tertutup .


Boy menatap lalu mendelik , ia lagi lagi di buat sport jantung dengan penampilan istri nya yang sangat menggoda menurut nya rambut basah tergerai ,boy beralih menatap bagian tubuh Sofia ia seketika menelan Saliva nya dengan susah payah melihat gunungan kembar yang tergambar jelas di sana .


Apa dia sengaja menggoda gue , gak ini gak beres ,setidak nya gue bisa menahan nya dulu untuk sekarang , meskipun kita nikah paksa tapi gue gak mau berbuat gegabah .Argghh ini gak masuk akal . '' batin boy masih terbengong menatap Sofia .


''Ekhemm . . . . Maaf mas , Fia lupa bawa hijab jadi gak pakai hijab deh . '' ucap Sofi membuyarkan lamunan boy . Sofia berjalan menuju lemari pakaian nya terletak , lalu ia mencari hijab nya setelah itu memakai nya.


''Ayok kita sholat , udah terlambat . '' ujar boy lalu di angguki oleh Sofia mereka pun melakukan sholat isya berjamaah di kamar , ini pengalaman pertama bagi seorang Sofia sholat berjamaah di kamar apalagi dengan seorang laki laki yang sekarang status nya sudah menjadi suami nya.

__ADS_1


Boy membalikkan tubuh nya ia memajukan tangan kanan nya , Sofia yang bingung pun terdiam sambil melihat wajah boy .


''Ke - kenapa mas?? '' tanya Sofia gamlang masih belom paham .


''Salim. Fia . '' ucap nya , bersegera Sofia menerima tangan sang suami lalu mencium nya dengan penuh khitmat .


Boy kini sudah mengubah kembali posisi tubuh nya seperti semula menghadap Kiblat.Boy membaca beberapa wirit dan berbagai macam doa ia panjat kan , tak lupa ia juga berdoa untuk rumah tangga nya sekarang agar di berikan jalan terbaik .


Selepas sholat Boy maupun Sofia kini mereka sama Sam berdiri di depan tempat tidur .


'' Masa ia sih aku harus tidur satu ranjang sama mas boy !! . '' batin Fia merasa resah .


'' Tidur satu ranjang gak papa kali yah ,dia kan istri sah gue . '' batin Boy.


Boy beranjak dari tempat nya ia pun lantas menaiki ranjang / tempat tidur tersebut lalu membaringkan tubuh nya untuk beristirahat.


''Kenapa diam saja di sana ayuk ke sini dan beristirahat lah dengan tenang . '' ucap boy yang kini sudah terbaring nyaman menyisakan ruang untuk Sofia ikut berbaring di sana .


'' Bismillahirrahmanirrahim. '' batin Sofia setelah ia ikut berbaring di samping suami nya,tak dapat di pungkiri oleh Sofia bagaimana jantung nya saat ini yang tak berhenti berdebar dengan sangat kuat .


''Sofia , kamu sudah tidur ??'' panggil boy , posisi tubuh nya masih sama yaitu menatap langit langit .


" Kenapa mas ??" tanya nya balik .


"Aku cuman mau memberitahu mu kalau , mungkin Minggu depan aku harus sudah kembali ke Amerika . '' beritahu nya mencoba untuk rileks berbicara dengan istri nya .


''Baik lah mas . '' sahut Sofia apa ada nya .


Boy mengerut kan kening nya ia pun lantas menoleh menatap istri nya .


''Kamu gak ingin tau atau gak ingin ikut dengan ku ke Amerik ?? '' tanya boy heran .

__ADS_1


''Aku di sini saja mas , mau menyelesaikan kuliah ku dulu , kamu gak keberatan kan!!. '' sahut Fia agak lebih panjang kalimat nya dari sebelumnya.


''Ya gak masalah sih , hanya saja aku belom tau kapan akan kembali lagi ke sini mengingat semua pekerjaan ku berada di sana di sini hanya ada cabang nya saja beberapa. '' ucap boy .


''Gak masalah mas , jika memang belom ada waktu luang nanti nya untuk mas bisa pulang mas bisa tetap tenang , aku bisa mengerti dan paham kok kondisi kamu di sana . '' sahut Sofia lemah lembut membuat hati boy terketuk .


''Ya Allah benar kah dia istri ku , sikap nya sungguh lemah lembut , tutur bahasa nya juga sangat berbudi .Jika memang dia wanita yang kau takdirkan untuk hamba maka buka kan lah hati hamba dan hati nya untuk bisa saling menerima dan bisa saling mencintai. '' Boy membatin .


Boy tak mengira jika istri nya tersebut orang yang sangat pengertian , sangat jauh berbeda dengan mantan istri nya dahulu yang selalu mementingkan diri nya sendiri tanpa memikirkan boy sama sekali .


''Tapi apa kamu gak masalah Fia saya tinggal di sini sendiri ya meskipun nanti nya akan ada pembantu yang menemani mu , aku gak yakin bisa menjaga kamu dari jarak jauh seperti ini . '' Tanya boy serius .


'' Insyaallah mas tenang saja , aku akan di jaga sama Allah nanti dan sekarang pun Allah sedang menjaga ku , kamu gak usah khawatir mas . '' ucap Sofia tenang dan meyakin kan .


Setelah mendengar jawaban dari Sofia kedua nya pun kini hening tak ada lagi sesi bicara dari mereka .


''Maaf mas , apakah aku boleh menanyakan sesuatu ?? '' izin nya .


''Apa , tanyakan lah . '' jawab boy .


''Maaf mas , apa mas akan serius dengan pernikahan kita ini ?? Mengingat kita menikah secara di jodohkan. '' ucap Sofia agak ragu awal nya .


Boy paham maksud istri nya ia pun bangun dari posisi nya mengubah nya menjadi duduk lalu bersandar di sandaran kasur .


'' Kenapa Sofia , apa kamu mengkhawatirkan sesuatu ?? '' boy malah balik bertanya .


Sofia menggelengkan kepala nya , ia pun menatap lekat mata suami nya .


'' Meskipun pernikahan kita terkesan paksaan , tapi jika aku boleh jujur aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup , tapi mengingat aku sudah pernah gagal dalam membina rumah tangga aku akan menjadikan itu sebagai pembelajaran , jujur saja aku ingin ini menjadi pernikahan ku yang terakhir jika Allah mengizinkan nya . '' jelas boy panjang lebar membuat Sofia Diam .


''Aku tak akan memaksa mu dalam segala hal jika itu masih bisa di anggap wajar , dan aku akan bersikap keras jika itu termasuk larangan yang kamu langgar . '' ucap boy kembali .

__ADS_1


''Boleh kan aku tau mas , apa saja larangan yang tidak boleh aku langgar ?? '' tanya Sofia ia pun kini ikut bangun dan duduk di atas tempat tidur .


__ADS_2