
Saat ini acara akad sedang berlangsung , Sofia berada di kamar nya di temani oleh ibu nya . Fia hanya bisa pasrah dengan takdir nya sekarang ,ia hanya bisa berdoa agar pernikahan nya nanti bisa bahagia hingga tua nanti .
"Fia meskipun pernikahan mu ini adalah pernikahan atas dasar keterpaksaan bunda harap kamu bisa menerima nya dengan lapang dada ya nak ." ucap bunda Sofia sambil mengusap lembut bahu sang putri semata wayangnya.
"Doa kan Fia yah Bun ." pinta nya menahan sesak di dada .
" Pasti sayang , tanpa kamu minta pun bunda pasti akan selalu mendoakan kamu agar selalu bahagia . "
Tok. . tok ... tok. . .
pintu kamar di ketuk lalu di buka Ter nyata .
"Bunda di panggil sama ayah Bun " ujar Rissa , Rissa juga ikut hadir di acara pernikahan Sofia, meskipun ibu nya tak jadi datang namun adik adik tiri nya tetap hadir .
" Iya , Fia ingat ya sayang kamu harus tersenyum jangan buat hari bahagia kamu jadi buruk , ayo senyum dong ." pinta sang bunda sebelom pergi meninggal kan kamar .
Dengan terpaksa dan berat hati Sofia menyimpulkan senyum indah nya yang membuat bunda nya bisa lega setidak nya putri nya mau belajar menerima pernikahan ini meskipun atas dasar paksaan dari sang ayah.
***
Kini kembali tinggal lah Fia sendiri di kamar tanpa ada siapa pun ,namun tak berapa lama tiba tiba pintu kembali di ketuk dan itu adalah Anira
''ekhem ... Apa aku boleh masuk wahai pengantin . '' ucap Anira sumringah ia paham betul dengan situasi dan kondisi sahabat nya tersebut .
'' Apa an sih Lo Ra , masuk aja ga perlu izin juga kali Ra . '' sahut nya sewot.
''Pasti tegang yah !! Bentar lagi juga sah kok . '' goda Anira agar sahabat nya itu tidak grogi .
__ADS_1
'' Nira , bisa gak loh jangan membuat gue tambah gugup ga sih . '' kesal Sofia karna terus di goda oleh sahabat nya tersebut.
Setelah beberapa saat kini acara ijab qobul pun di mulai
-
'' Bagaimana saksi ?? '' tanya penghulu .suara di luar ruangan acara tengah tengang tengang nya .
''SAH . . . SAH . . SAH '' ucap beberapa orang saksi dan para tamu undangan .
'' Alhamdulilah. . . . ''
-
'' Fia ... emmm selamat ya besti ku , kamu sekarang berubah status. '' ucap Anira penuh ke haruan , ia pun memeluk sahabat nya dengan bahagia .
Sofia masih memikirkan Rikky sang incaran hati nya , namun apalah daya diri nya saat ini sudah tak bisa lagi mengharapkan apa apa . Mengingat status nya dan Rikky yang juga sebentar lagi akan menikah .
''Ayo Fia keluar sayang , Anira tolong bawa Fia ke bawah ya . '' pinta bunda Sofia , anira pun mengikuti nya .
Anira menggenggam tangan sahabat nya tersebut lalu tersenyum ..
''Sudah , ikhlas kan saja , insya Allah ini yang terbaik . '' pesan anira dan di angguki oleh Sofia .
''Terimakasih Nira , doa kan pernikahan ku ini ya . '' pinta nya dengan tulus .
''Pasti , aku akan selalu mendoakan kamu dan kak boy semoga kalian bahagia selalu . Aaamiin '' ucap Anira dan di aminkan oleh Sofia .
__ADS_1
Saat Sofia yang baru menuruni anak tangga ia sudah di buat gugup sekarang tambah gugup lagi bagaimana tidak karna pasal nya mata nya tiba tiba menangkap seseorang yang ia cintai selama ini yaitu Rikky .
Deg .. astaga mengapa Rikky juga hadir di acara pernikahan ku ini . Apa jangan jangan ada yang sengaja mengundang nya , atau jangan jangan dia kerabat suami ku ... astagfirullah suami siapa yang ku sebut suami barusan, aku pun bahkan belom pernah melihat wajah nya . '' batin Sofia meronta saat melihat sosok Rikky yang berdiri tak jauh dari Ali sepupu nya .
Sofia menatap Anira yang tengah merangkul nya dari samping , lantas Fia mengisyaratkan mata nya menuju keberadaan Rikky .
''Tenang lah , bukan aku yang mengundang nya . '' bisik anira di samping Sofia
''Lalu kenapa dia ada di sini . '' balas Fia juga ikut berbisik .
''Karna Erita adalah keponakan Tante Birray jadi pasti akan ada dia lah Fia . '' jelas maksud Anira jelas Rikky akan di undang di acara kerabat tunangan nya itu .
Ali yang melihat sosok Sofia yang terlihat begitu cantik nan anggung membuat nya harus menelan rasa patah hati bagaimana tidak dia sebenar nya sudah cukup lama menaruh hati untuk sepupu nya itu .
Ali berjalan ke arah Sofia ia meninggal kan Rikky yang semula berbincang dengan nya .
''Assalammualaikum , Fia saya ucap kan selamat atas pernikahan mu ya. . '' Yah begitulah ucapan Ali kepada Sofia , Ia selalu mengucap salam setiap bertemu siapa pun , karna Bersekolah di lingkungan pompes membuat nya sangat sopan terhadap siapa pun meskipun itu adalah keluarga bahkan teman nya .
''Waalaikumsalam , terima kasih Li , semoga cepat menyusul juga . '' sahut Sofia ia mencoba berbicara santai agar tak terlihat gugup dan canggung pasal nya ia sangat tak nyaman dengan ada nya pernikahan ini .
Sofia beralih menatap Rikky yang berdiri tak jauh di belakang Ali, ia hanya menatap Sofia tanpa berniat menemui nya sekedar memberi nya ucapan selamat seperti Ali .
''Sudah jangan melirik yang bukan muhrimmu lagi dia orang asing akan selama nya menjadi orang asing , sekarang tatap saja suami mu yang sudah halal untuk kau tatap bahkan kamu sentuh Fia . ''Bisik Ali ia menyadari tatapan Sofia sejak bicara dengan nya tadi mata nya tak henti menatap Rikky sang sahabat .
''A - apa apaan sih kamu li. Enak banget ngeledek aku , awas aja nanti pas kamu nikah bakal aku bales . ''jawab Sofia juga ikut berbisik lalu menatap nya dengan tatapan elang .
Ali dan Anira menggiring Sofia menuju di mana Boy sudah sah mengucap ikrar tali suci pernikah . Sofia kini duduk di samping Boy , lalu di perintahkan oleh bunda nya untuk mencium punggung tangan boy Sofia melakukan yang di suruh , ia mencium punggung tangan kanan boy dengan hikmat boy pun tak lain ia juga di paksa oleh ayah nya untuk mencium kening istri nya dengan terpaksa boy melakukan nya setelah itu ia meletakkan tangan di atas kepala Sofia lalu membacakan doa doa agar rumah tangga nya bisa harmonis dan tanpa hambatan seperti keinginan nya meskipun boy belum bisa menerima pernikahan ini namun ia berusaha untuk mencoba nya kembali .
__ADS_1
'' Masya'Allah sungguh kah dia istri ku mengapa wajah nya sangat ayu , . . . Astaghfirullah..'' boy sempat terhanyut dalam buayan pesona Sofia yang masih setia menunduk , namun secepat kilat kesadaran nya kembali lalu ia beristighfar.