
"Apaaa"teriak seorang pria yang tak lain dan tak bukan tuan bucin yaitu zian membuat semua berbalik menatapnya
"Honey"lirih zian
"Bocah"lirih tita
"Kakak tampan"lirih puput
"Zian"lirih nenek dan kakek
"Hehehe maaf sayang gk ketuk pintu dulu kata rita kamu lagi istirahat, assalamualaikum nek, kek, kak, hai adik manis"ucap zian menyapa dgn senyum tampan nya mencium tangan nenek, kakek, dan tita
"Gpp honey lagian tapi aku bnran gelisa nanti aku ceritain ke kamu oke"ucap renata diangguki zian
"Ohh iya kek maksud kakek tadi apa? Zian denger semua tapi kurang paham"ucap zian dgn sopan
__ADS_1
"Karna anda bodoh bocah diotak anda hanya mesum saja"sindir tita
"Hehehe kakak gk boleh manggil aku bocah sekarang aku udah bisa buat bayi loh kak jadi aku bkn bocah lagi"jawab zian dgn bangga
"Alah bocah tetep aja bocah cemburuan suka ngambek2 gk jelas"sinis tita
"Aduh stop kalian ini bisa gk sih klw ketemu akur gitu kita disini mau ngedengerin penjelasan untuk tugas nanti malam jadi diamlah oke"ucap renata dgn tegas membuat dua orang itu diam
"Silahkan kek lanjutkan"sambung renata dgn lembut
Sampai 30 menit zian mendadak berkeringat dingin dgn tubuh gemetaran,kakek dan nenek hanya tersenyum melihatnya sudah mereka duga bahwa suami dari cucu nya memang memiliki titisan darah leluhur papih rio dgn kekuatan yang dasyat bahkan semua mahluk tak kasat mata sangat mengagumi dan menyembah kekuatan itu tapi berbeda dgn para siluman yang berlomba2 mendapatkan tubuh dan cinta sang pemilik kekuatan agar bisa memiliki keturunan yang lebih dasyat. Renata yang panik memeluk tubuh suaminya yang mulai bercahaya kelebatan putih, dan merah dgn kepanikan itu dia memeluk suaminya dgn erat seakan zian akan pergi.
"Stop honey stop jangan melebihi kemampuan ini baru awal jangan buat tubuhmu kaget dgn membangkitkan nya berhenti sayang aku mohon"bisik renata dgn trus memejamkan mata sambil membacakan sesuatu
Zian pun dapat merasakan dingin nya pelukan sang istri seakan tubuhnya yang tadi merasakan panas menahan sesuatu yang sudah akan memanas dalam dirinya seakan angin teduh menerpa nya cahaya itu pun perlahan menyurut dan menghilang bersamaan dgn mata zian yang terbuka, terukir senyuman manis dibibir zian saat melihat istrinya memeluk dgn lelehan air mata
__ADS_1
*aku bersyukur mendapatkan izin di anugrah kan wanita seperti mu sayang, semoga selamanya kita bisa bersama dgn izin alloh dan semoga kita bisa berjalan dijalan alloh bersama amanah yang kita miliki sayang aku mencintai dan menyayangi mu sangat sangat sangat sayang*batin zian mengelus punggung istrinya
"Sayang jangan menangis aku baik2 aja kok"ucap zian dgn lembut
"Honey aku takut kamu tidak bisa mengendalikan nya, aku takut terjadi apa2 padamu jangan melakukan nya dgn sembrono nanti jika sudah waktunya alloh akan mempermudah menguasai apa yang diamanat kan nya kamu mengerti honey"ucap renata sambil mengelus pipi zian
"Tentu sayang, bagaimana keadaan anak kita apa dia sehat didalam sini? "Tanya zian mengelus perut renata
"Kamu sudah mengetahuinya honey"ucap renata dgn terkejut
"Sebenarnya beberapa hari ini aku selalu bermimpi bersama nenek dan kakek aku bertemu dgn eyang uyut dia memberikan dua mutiara berwarna biru dan merah tapi dia menyuruh ku memilihnya, entah knp aku tertarik dgn mutiara berwarna merah darah aku mengambilnya dan beliau berkata"bagus cucuku kamu memang pintar dalam memilih dua manusia yang memiliki kelebihan sebagai anugrah menjadi satu didalam nya jaga dan lindungi dia, semoga dia menjadi cahaya dalam kegelapan semua umat uyut harus pergi assalamualaikum cucuku"beliau berkata demi kian aku baru mengerti setelah 2 hari ini ada yang selalu bergerak didalam perut mu ketika kamu tidur dan dia bergerak ketika tanganku menyentuh nya"jelas zian dgn rinci dgn raut bahagia
Next
~mohon maaf jika ada salah kata atau kalimat ini hanya cerita karangan sebagai penghibur kalian semoga kalian suka see you~
__ADS_1