
Hati wanita mana yang tidak terluka disaat dia berjuang melahirkan anak yang selama 9bln dikandungnya dan sekarang pria yang harusnya menjadi kekuatan nya malah membuang nya dan menghina nya, lebih hancur lagi jika wanita itu tau yang dihina adalah darah daging yang baru saja dilahirkan semua wanita akan marah dan membenci
Preek
Treeeek
Braaakk
"Tuan zian saya sudah menanda tangani surat ini silahkan anda pergi jangan pernah menampakan wajah anda didepan ku lagi"ucap renata membuat semua barang disana membeku
"Tenang lah nak daddy mohon banyak yang akan terluka jika kamu trus seperti ini"ucap daddy renata dgn lembut
"Dad aku bisa trima dia menghina ku, melukai hati ku, meragukan cinta ku tapi dia gk berhak menghina anak yang aku kandung dgn susah payah dan aku berjuang untuk nya lahir kedunia ini jika dia tidak ingin menjadi daddy nya aku tidak papa masih banyak daddy yang lebih baik untuknya kedepan nya aku tidak memohon untuk dia bertahan disampingku karna aku tau dia tidak akan pernah mengingatku lagi, aku tidak menangis saat dia bicara kasar dan menghina ku karna aku mengangapnya sebuah cobaan cibta, aku ini manusia biasa aku punya hati aku pun bisa menangis jangan kediaman ku kalian anggap aku kuat aku jgha hancur dia trus berbicara se akan aku wanita pel**ur aku diam karna jika aku berbicara mungkin aku akan lebih terluka lagi kalian semua tidak merasakan apa yang aku rasakan aku benci dgn diriku ini yang selalu berkorban demi orang2 egois hati ini selalu menuntut ku menyangi dan menolong orang secara tulus tapi bahkan cinta suamiku pun aku tidak mendapatkan nya bolehkah aku egois ya alloh aku ingin bahagia aku ingin memiliki keluarga kecil penuh kasih sayang"teriak renata meluapkan amarah nya yang membuat semua dinding itu ikut membeku bersama dgn air mata nya, saat dia melihat zian akan mengendong bayi nya renata membuat dinding es didepan zian dan membuat pria itu terluka tepat dikepalanya dan mundur beberapa langkah bayi
__ADS_1
"Jgn menyentuh anak ku sialan"bentak renata membuat dinding bergetar daddy renata segera menggendong sang cucu menidurkan nya dipangkuan sang putri
Tangan mungil arfan menyentuh tangan sang ibu yang sudah dikuasai amarah saat tangan mungil itu bersentuhan renata pun mulai melunak dia pun menggenggam tangan putra nya dan memeluk bayi itu, disudut ruangan zian pun yang terluka menatap renata kesadaran nya pun perlahan hilang dan jatuh pingsan, daddy dan papih pun mencoba mencairkan ruangan yang membeku itu tapi hasilnya nihil nommy dan mama pun mendekat memeluk putri tersayang nya agar meluluhkan hati mencairkan ruangan itu sedangkan papa dia membopong zian kesofa karna papih rio sana sekali tidak bergeming melihat putranya terluka
"Sayang kuatkan hatimu liatlah bayi mungkil ini jika melihat mommynya bersedih dia pun ikut merasaka nya sabar sayang semua akan indah jika sudah waktunya"ucap mommy renata dgn lembut
renata pun ngibaskan tangan nya ruangan itu pun kembali normal renata sudah berhenti menangis tapi hatinya seakan membeku tak ada senyum ceria, dan kecerewetan wajah nya dingin dan datar tak ada ekpetasi seakan dunia nya sudah membeku bersama dgn ruangan tadi
"Mom bisa panggil kan dokter fina sebentar"ucap renata dgn datar
📞assamualaikum dad
📞waalaikumsalam mom, gimana keadaan princess apa dia baik2aja?
__ADS_1
📞yah tidak sebaik dulu dad, dad princess ingin menemui dokter fina bisa tolong panggil kan
📞baiklah mom, tunggu daddy akan segera kesana
📞baiklah dad assalamualaikum
📞waalaikumsalam
Tutt tutt
"Sayang maafkan mommy kita harus bertahan tampa daddy mu mommy yakin kita bisa sayang"lirih renata menidurkan sang putra disamping nya
Mommy renata hanya mampu menangis melihat renata yang sudah bnr2 terluka tak ada kebahagiaan dan celotehan manja dia hanya diam tampa kata seperti hidup tak mau tapi mati pun enggan untuk nya dia hanya memeluk sang putra
__ADS_1
Next