
Zian pun terbangun merasakan kepala nya berdenyut nyeri yang luar biasa zian berteriak histeris menahan sakit nya berbeda dgn ruangan renata disana sudah ada dokter fina dan kedua mommy renata
"Ibu kapan renata bisa pulang? "Tanya renata tampa ekpesi
"Apa yang terjadi nak, kenapa senyum indah itu hilang? Menurut pemeriksaan sore nanti kamu sudah bisa pulang karna keadaan nu normal sayang. Knp apa kamu ingin segera pulang? "Tanya fina dgn lembut tiba2 renata memeluk fina dgn sangat erat dan menangis membuat kedua orang tua nya bingung
"Ibu sudah bilang ini akan menyakiti mu tapi kamu tetap melanjutkan nya, apa kamu puas dia trus menyakiti mu sampai kapan nak? Sampai kapan kamu berkorban demi cinta mu itu ingat lah nak sekarang kamu punya anak kamu harus tegas sayang sampai kapan kamu melemah dia menginjak2 mu"gerutu fina membuat kedua perempuan paru baya dibelakang nya penasaran
"Apa yang dikatakan ibu fina mommy mau kamu menjelaskan ini princess"ucap mommy dgn tegas diangguki mama reyhan
"Biar saya menjelaskan nya biar anda mengerti dgn baik"ucap ibu fina dgn kesal
# flasback 2 bln yang lalu
__ADS_1
Disebuah kamar renata sedang berendam merilekan tubuhnya yang lelah mengurusi setiap kebutuhan zian dgn sempurna disampingkan dgn urusan kantor ibu hamil satu ini sangatlah menyeimbangkan antara kantor dan orang dicintai nya tampa dia ketahui ada maksud terselubung dibalik sikap baik lelaki yang dia cintai fikiran nya pun menerawang jauh.
Setelah hampir 30 menit renata pun keluar dari ruang ganti hanya memakai kaos over size tampa dalaman dia dikejutkan oleh seseorang yang berdiri menatap poto pernikahan mereka dari gestur tubuhnya pun renata sudah tau klw itu zian dia hanya memikirkan bagaimana zuan bisa masuk karna kamar nya sangat diprivasi kan oleh nya
Tak tak tak
"Sedang apa kamu disini zian! "Tanya renata dgn lembut menyetuh tangan suami nya
"Bu... Bukan kah itu kita. Kamu menyembunyikan status kita apa niat mu agar bebas berganti2 patner ranjang mu bersama mereka! Sungguh menjijikan"bentak zian dgn wajah memerah
"Bnrkah buktikan, aku bkn mau omong kosong aku mau bukti layani aku dgn baik karna aku suami mu"ucap zian dgn seringai menakutkan
"Baiklah tapi bolehkah aku neminta sesuatu? "Ucap renata dgn lembut diangguki zian dgn sinis
__ADS_1
*sudah ku duga dia akan meminta bayaran untuk usahanta*batin zian menatap rendah istri yang dulu dia anggap dewi
"Aku mohon honey lakukan dgn pelan kasihan anak kita aku tidak ingin melukai nya, bisakah kamu berjanji kita akan melakukan dgn gaya yang aman untuk nya"ucap renata dgn menunduk malu
"Tentu saja kamu tau betul jika kita mulai maka jgn mau berhenti oke"ucap zian diangguki renata
Zian pun mulai melahap bi**r merona itu terlintas bayangan bahwa dia jgha pernah melakukan ini setelah puas dgn bi**r tang sudah membengkak karna nya dia pun turun ke leher mulus rena meninggal kan banya jejak merah kebiru2an disana setiap jengkal tubuh mulus renata sudah berubah menjadi macan tutul karna zian, zian pun melihat indah nya lubang surgawi yang sangat dia idamkan dia melahap dgn rakus seakan ada yang ingin merebut nya sedangkan renata hanya bisa pasra mende**ah dibawah kungkungan zian dgn hati2 zian menuntun sang adik memasuk kan nya tampa aba2 tentu itu membuat renata tersentak kaget dan denyutan perih diarea sensitif nya zian sungguh tergila oleh rasa yang sudah lama tidak dia rasakan dia trus berpompa dgn sangat liar tampa peduli jeritan renata yang merasakan sakit karna zian melakukan s**s dgn kasar.
"Honey berhenti aku mohon ini sangat perih tolong lakukan dgn lembut"pinta renata menahan pinggang zian meneteskan air mata
"Heh ingin lembut kamu tidak pantas mendapatkan nya dasar ja**ng bkn kan setiap pria melakukan nya seperti ini kamu hanya perlu mende**h saja mengerti"bentak zian dgn sinis
Hati renata berdenyut perih merasakan penghinaan dari pria yang dia kasihi renata pun sudah tak peduli dgn guncangan hebat zian pada tubuhnya, zian trus melakukan itu berkali-kali dia sama sekali tidak merasakan puas dgn apa yang dia lakukan
__ADS_1
*knp ini begitu sempit dan nikmat akhh rasanya aku tidak bisa berhenti *batin zian
Next