
Setelah setengah jam zian menekan hasrat dan gairah nya akhirnya pertahanan nya pun runtuh, tangan nakal nya pun sudah mulai meraba benda kenyal kesayangan nya yang menjadi sumber nutrisi sang anak, mendengar des**han keluar dari bibir merah mantan istrinya membuat runtuh sudah pertahanan nya zian mulai mendekat kan bibir nya dan bibir rena dgn perlahan tapo pasti dia mulai meluma**t halus bibir itu dgn sangat hati2 takut menggangu sang pemilik yabg sedang tertidur lelap.
Zian pun turun keleher jenjang dan mulus itu meninggalkan banyak jejak disana tidak puas sampai disitu zian mulai bermain dgn benda kesayangan nya dua beda kenyal yang semakin padat dan sedikit membesar tentu sangat menggiurkan untuk dinikmati zian trus melanjutkan nya tampa sadar dia sudah menikmati inti dari kenikamatan itu dgn renata yang trus mengeliatkan badan nya tampa membuka mata seakan tubuh nya menikmati dan menghianati sang pemilik, saat zian sudah tidak bisa bertahan dgn terburu2 dia membuka seluruh pakaian nya dan memposisikan tubuh nya di antara kedua paha mulus itu zian menciumi seluruh lengkuk tubuh sang mantan terindah dgn perlahan zian menuntu. Sang sahabat untuk masuk justru itu membuat sang pemilik bangun karna kaget (zian tentu dia bangun terong raksasa mu tidak bisa dikondisikan)
"Akhhhhhhhh"jeritan renata menggema di kamar itu sampai terdengar dilantai bawah oleh semua orang
"Shtttt diem yah ini aku, maaf maaf aku khilaf ini jgha salah kamu tidur berpose sexy jadi jgn teriak kita selesaikan ini dulu oke"bisik zian menutup mulut renata dgn tangan nya
"Oekkk tangan mu bau bodoh"ucap renata mendorong zian tapi apalah daya zian tidak bergerak sedikit pun
"Diam lah sayang aku sedang menikmati denyutan indah berhenti mendorong karna itu tidak berguna"ucap zian memeluk rena dgn erat mulai memacu jgn nya
"zian lepasin kita udah berpisah kita gk boleh ngelakuin ini, lepasin atau aku akan panggil daddy"teriak renata trus memberontak berbeda dgn zian yang sedang asik dgn dunia nya sendiri
__ADS_1
"Ddddaaaadddyyy"jeritan renata dgn keras,membuat semua orang berlarian menuju kamar renata
"Akhhh si**lah mereka kemari"ucap zian mempercepat hentakan nya tidak peduli renata yang trus mengupat
"Dasar pria cabul lepasin aku bodoh akhhj"ucap renata dgn des**han pun keluar dari bibir nya
"Zian berhenti akhh zi tolong berhenti akhh"ucap renata trus memberontak sedangkan si pelaku sedang asik dgn dua benda kenyal kesayangan nya
"Dasar bodoh, cabul, gila, kamu keterlaluan bodoh. Zian rionaldy lepaskan aku bodoh dasar mantan suami tak tau diri lepas gila"teriak renata dgn keras
Bruuuk bruuuk bruuuk
"Mommy buka pintu nya hiks hiks"ucap reysa menggedor pintu itu
__ADS_1
"Mommy jawab mommy knp mom mommy"teriak reysa masih menggedor pintu itu dan saat bersamaan semua orang menghampiri nya
"Ada apa sayang? "Tanya daddy rena dgn cemas
"Tadi mommy berteriak dan menjerit kek, rey takut mommy terluka"ucap bocah itu menangis
"Menjauhlah aku akan mendobrak nya"ucap dani dgn ancang2 menggunakan tenaga dalam nya tiba2 muncul lah ular besar didepan pintu itu dgn desisan menakutkan membuat reysa berhenti menangis dan justru tertawa geli
"Mom dad ular gaib siapa yang memeliharan nya? Tentu bukan ular sembarangan"ucap dani menatap kedua orang tua nya dan orangtua zian
"Hahaha kek dia sangat lucu aku jgha mau memelihara nya"ucap reysa dgn mata berbinar
"Iya sayang sekarang rey masuk kamar dulu yah kami akan menangkap ularnya untuk mu"ucap papih zian angguki reysa yang langsung masuk kamar
__ADS_1
Next
~babang zian nekad yah demi cinta naik loteng rumah orang lagi~