
Celekrek
"Apa kamu tidur? "Tanya renata dgn lembut membuat seseorang tersenyum tampan dgn suara lembut nya
"Tidak gue nungguin loe"ucap zian dgn senang
"Ada apa? Apa ada yang sakit sabar kamu pasti cepat sembuh"
"Heem gue akan cepat sembuh jika loe yang ngerawat gue"
"Tentu itu tugasku, sekarang apa yang kamu rasakan? "
"Gue hanya sedikit debaran hebat dihati, merindukan, dan terpersona akan sesuatuh"
"Wah itu gejala berbahaya siapa yang membuatmu merasakan itu apa suster disini yah kamu bnr mereka memang sangat cantik dan tentu body nya semok hehehe"
"Bkn mereka tapi loe"
"Sudah lah sekarang sarapan lah biar kamu cepat sembuh dan pulang"
"Emm boleh kah aku bertanya? "
"Tentu tanyakan saja"
"Apa ayah dari baby mu jgha dirawat disini? "
Degg
__ADS_1
"Emm yah dia disini tapi kami tidak bisa menyentuh nya karna dia melupakan kami"
"Maksud loe"
"Bkn apa2 sudahlah, aku akan menyuapi mu"
Renata pun dgn telaten menyuapi zian pria tampan itu pun tak henti nya tersenyum bahagia bisa dekat dgn wanita yang memiliki ketertarikan untuk nya, tiba2 gordeng rajang sebelah dibuka senyum zian pun memudar saat melihat lekaki itu tersenyum melihat renata tatapan rena pun bertemu dgn adrian membuat darah zian mendidih dgn mata berkilatan kecemburuan nya
"Heum"dehem zian menyadarkan dua manusia bahwa dirinya sedang kepanasan
"Hai kamu baik2 aja rena? *tanya adrian penuh kelembutan
"alhamdulilah kak aku dan baby baik trimakasih banyak kak sudah menolongku, maaf membuat mu terluka"ucap renata dgn senyum mempesona membuat dua pria itu mematung
"Kak.. "Lirih zian menatap mereka bergantian
"Hei kamu knp kok ngelamun tadi kak adrian bertanya keadaanmu? "Ucap renata menyentuh pipi zian
"A... Aku baik2 saja tuan, anda tidak perlu khawatir saya bisa menjadi rival yang baik untuk anda"ucap zian dgn sombong
"Rival"cicit dua orang itu
*apa dia berpikir kak adrian suamiku, ohh benturan itu pun membuat suamiku berpikir menjadi pembinor gila ini sungguh gila kejutan apa lagi yang engkau siap kan ya robb*batin renata dgn melongo
*ohh andai itu bnr aku lebih suka menjadi rival mu untuk mendapatkan nya tapi sayang itu tidak mungkin karna hatinya sudah dipenuhi nama mu saja*batin adrian senyum geli melihat wajah kesal adik tirinya itu
"Tentu tuan zian saya senang mendapatkan rival seperti anda"ucap adrian memancing kemarahan zian
__ADS_1
Dan bnr saja zian langsung menatap dgn permusuhan sebelum ditambah kedatangan tio somplak yang akan menambah kekacauan
Celekrek
"Selamat pagi tuan2 dan selamat pagi yang cerah cantik"sapa alex dgn wajah imut nya
"Selamat pagi jgha dokter tampan"sapa renata dgn senyum menawan
"Tuan adrian bagaimana pagi ini apa masih ada yang sakit? "Tanya alex memeriksa adrian
"Tidak bkn kan saya harus cepet sembut dan menyingkirkan para rival saya"ucap adrian memberi kode jail nya
"Oho anda ini tidak bisa mengalahkan saya karna saya dokter tebaik, tertampan, dan terkaya disini"ucap alex memberikan sedikit bumbu
"Tentu saya pun tidak kalah saya pria dewasa yang sukses dan tentu saya memuaskan diatas ranjang"sambung adrian
"Knp kalian ribut sekali tentu princess akan memilihku karna aku paling unggul disini bkn begitu sayang"ucap reyhan mengedipkan matanya
"Aku bisa menyingkirkan kalian semua tampa jejak, dan tentu itu semua untukmu baby"sambung dian
*trio sompak ditambah si lesung pipi sangat top liatlah wajah merah nya menandakan ini bahaya*batin renata menepuk jidatnya
"Stop diam kalian, karna kalian bkn tipe ku"teriak renata dgn lantang sedangkan para pria melongo karna menerima penolakan mentah2 dari pujaan hati mereka
Next
~sabar bang zian itu cobaan~
__ADS_1