
Truuuk
Zian merasakan kepalanya kena timpuk seseorang langsung menoleh melihat siapa pelakunya yang tanya dgn emosi saat berbalik raut wajah menyeramkan pun berganti dgn senyum malu2 bagai singa yang berubah menjadi kucing imut saat melihat siapa yang sudah memukul belakang kepalanya dgn satu pak tisu
"Awww siapa yang me...... "Teriak zian dgn emosi sambil berbalik, saat berbalik mata yang tadinya merah karna emosi kini berganti dgn binaran2 imut diwajah tampan nya
*kok dia ngegemesin yah klw kaya gitu kaya kucing imut banget*batin renata ingin tersenyum tapi ditahan nya dgn wajah dingin membuat si arogan pun tertunduk
"Knp berteriak kamu ingin marahi ku? "Tanya renata dgn tegas membuat nyali siraja arogan menciut'Apalah dikata jika pawang nya keluar singa yang perkasa akan berubah menjadi kucing'
"Ti... Tidak aku mana berani memarahi mu sayang"ucap zian dgn lembut
"Leon urus ular gila itu dan bawa mereka semua ke rumah sakit alex rawat mereka dgn baik"ucap renata menatap kucing imut nya yang berubah menjadi harimau yang berwibawa
"Baik nona"ucap leon dgn patuh
* bagaimana mungkin harimau sang raja hutan tunduk pada wanita ku ini luar biasa*batin zian dgn mata mengedip2 lucu
*jangan memasang wajah imut aku mana kuat tidak mencium mu honey*teriak bati renata
"wah hebat kamu bisa nakluki dia hebat hebat prok prok prok"teriak zian sambil bertepuk tangan
__ADS_1
"Astagfirulloh dia sudah kembali ke habitat nya dasar konyol bucin akut"lirih dani melihat kelakuan zian
"Diam sekarang apa yang kamu mau hah, kamu mau membunuh mereka aku tau hukuman tapi bkn kita yang harus menghukum nya. Kita tidak berhak menghukum dan menyiksanya karna hukuman alloh lebih menakutkan dari apa yang kamu lakukan coba pikirkan apa yang kamu lakukan bisa membahayakan semua orang disini jika saja ular itu membuat gedung ini runtuh akan banyak orang terluka jangan egois zian rionaldy berpikir lah dewasa dan dgn kepala dingin klw sekarang mereka sudah menjadi korban apa beda nya kamu dgn mereka hah, mereka melukai dgn kata2 dan kamu melukai dgn pisik sekarang hentikan semua atau aku sendiri yang akan menghentikan paksa dan akan korban disini kamu atau aku"ucap renata dgn wajah dingin disertai tatapan tajam nya membuat nyali semua orang menciut
"Maaf.. "Lirih zian menunduk
"Dan kalian semua aku tidak melarang kalian marah tapi buatlah kita lebih bermatabat daripada mereka jika mata dibalas mata apa beda nya kita dgn mereka cukup doakan mereka agar cepat menyadari kesalahan mereka bukan kita yang membalas tapi alloh yang akan melakukan nya bukan kan ada hukum tabur tuai mereka menanam mereka yang akan memetik nya suatu saat nanti lebih baik kita memperbaiki yang salah dalam diri kita sebelum berakibat pada keturunan kita"teriak renata dgn tegas membuat wibawanya semakin terpancar
Semua orang mulai sadar hanya saja melupakan kejadian yang dibuat zian dan dani, tuan alvin pun sudah merasa sangat malu pergi dari sana disusul kedua orang pria parubaya yang membawa teman anak pak alvin. Acara pun dilanjutkan dgn meriah apa lagi bergantian setiap pasangan menyanyikan lagu ada yang galau, ada yang bahagia semua orang begitu antusias dgn acara itu, seperti saat ini all, rita, caca dan deri sedang membawakan lagu romantis dgn rita duduk didepan sebuah piano, all memetik gitar, mengiringi caca dan deri mereka bernyanyi ber empat dgn sangat indah membuat semua ikut hanyut dalam lagu itu ikut bernyanyi
***Alfariz ~duhai engkau sang belahan jiwa
Namamu terukir dalam pusaran
Semoga kita bersama
Deri~duhai engkau tambatan hatiku
Taburkanlah cintamu dihidupku
Ku ingin kau tau betapa merindu
__ADS_1
Hiduplah engkau dengan ku
Caca~Dengarkanlah
disepajang malam aku berdoa
Bersujud dan lalu aku meminta
Semoga kita bersama
Rita~Dengarkanlah
Disepajang malam aku berdoa
Cintaku untuk mu slalu terjaga
Dan aku pasti setia
Ha
Lanjut
__ADS_1
# next***