
"Berapa lama yang? "Tanya renata bersandar didada zian
"Entahlah aku gk bisa janji berapa lama omset perusahaan dibeberapa cabang ikut bermasalah, mungkin karna kelalaian aku yg sibuk mengejar mu. Apa bisa kamu ikut aku honey? "Ucap zian dgn sendu
"Iya aku tau ini salah ku harunya dua minggu kamu disini tapi sekarang malah udah sebulan lebih maafin aku yah, tapi aku jgha gk mungkin ikut kamu aku sudah menandatangani beberapa kontrak dan itu berakhir dalam 6 bln lagi. Kamu bnr yang jgn libatkan papih kasihan dia bukan kan dia dan daddy sedang berada dipondok pesantren yg dulu mereka tinggali jgn mengangu kesenangan mereka"ucap renata menyembunyikan bahwa dirinya pun enggan untuk berpisah
"Bisakah kamu hanya jadi istriku bukan pembisnis atau arsitek aku gk bisa jauh darimu"ucap zian lirih
"Apa kamu memintaku berhenti menjadi arsitek dan pembisnis, akan aku pikirkan setelah kontrak ini selesai"ucap renata membuat sang suami kaget
"Apa kamu serius itu kerja kerasmu dan saat karang kamu sedang dipuncak karir mu"ucap zian dgn penasaran
__ADS_1
"Aku hanya wanita yg mengejar cita2 tapi sekarang aku jgha istri yg harus menurut dan mendampingi suaminya knp tidak, harta itu hanya titipan aku lebih bahagia jika menjadi istri yg sholehah bkn jadi wanita sukses didunia"ucap renata dgn serius
"Aku sangat beruntung memiliki mu, ayo kita bersihkan tubuh dulu air nya sudah mulai dingin"ucap zian berdiri membantu sang istri berdiri dam membilas tubuh mereka
mereka pun selesai mandi zian segera berpalaian dan memilih piama untuk sang istri dan memakainya zian pun keluar dan membuat coklat panas menemani malah mereka
"Nih coklat nya semoga kamu suka"ucap zian memberikan gelas couple
"Tidak menurutku kita sama2 berkewajiban memanjakan dan melayani pasangan kita itu sebagai bukti cinta dan sayang kita, memang bnr istri harus melayani suami kebutuhan lahir dan batin nya tapi alloh jgha gk melarang klw suami gk boleh memanjakan istrinya, aku suka melayani istriku. Karna menurut ku setiap detik, menit, jam,dan hari aku ingin melukisnya dgn baik hingga suatu saat kita bisa memberikan contoh untuk keturunan kita dalam berumah tanggan"ucap zian dgn bijaksana
*aku bersyukur memiliki mu yg sekarang dan aku bersyukur dulu aku bisa bersama mu, semoga setiap badai kita akan melaluinya dgn baik*batin renata menatap sang suami
__ADS_1
"Aku seneng dan bahagia memiliki mu, apa aku boleh menyusul mu? "Tanya renata dgn ragu
"Tentu knp kamu bertanya aneh, aku akan sangat bahagia jika kamu bisa bersama ku"ucap zian mencium pipi renata
"Tapi bkn kan pernikahan kita tidak dipublik kan tidak takut semua akan mengetahui pernikahan kita dan mungkin akan banya perusahaan yg membatalkan kontrak karna kamu telah menikah"ucap renata menatap dan menanti jawaban sang suami
"Hahahaha honey kamu lupa aku ini raja bisnis mereka gk akan mau rugi membatalkan kerjasama mereka hanya karna anak mereka patah hati, lagian aku gk perduli toh perusahaan gk akan bangkrut hanyak hanya tender kecil aku kaya, tampan, dan mapan apa kamu lupa sayang"ucap zian dgn somboh
"Cihhh kambuh lagie"lirih renata menghabiskan coklat dan menuju ranjang
"Ayo kita tidur ini udah jam tengah malam bsk kamu harus bangun pagi"ucap renata diangguki zian yg langung berbaring memeluk sang istri.
__ADS_1
Next