
Setelah acara selesai renata memutuskan tetap menginap disalah satu kamar VVIV milik sang calon suami, renata dgn telaten dan gesit mengurus baby ar dan reysa tampa mengeluh lelah atau pun cape meski tubuh nya sudah berkeringat tapi senyum tulus itu tidak pernah luntur dari bibir nya zian masih setia duduk bersandar ditempat tidur memperhatikan gerak gerik wanita cantik itu
"Baby sayang udah tampan baju udah wangi ini baru anak mommy sekarang tinggal bang rey yah sayang ayo ikut mommy gosok gigi dan cuci muka, kaki, nya oke"ucap renata menepatkan baby ar dikasur disamping zian
Celekrek
Renata melihat jelas baby ar sudah tertidur dgn posisi didada sang daddy yang sama2 terlelap, renata pun terharu melihat dua pria terpenting dalam hidupnya tertidur tenang, renata cepat2 menganti pakaian reysa dan membaringkan nya dikasur anak nya
"Tidur lah sayang mommy menyangi mu mimpi yang ibdah semoga besok saat kamu bangun kamu bertambah sholeh dan tampan sayang i love you boy cup"bisik renata setelah membaca doa dia berbisik ditelinga reysa
"Baby tidur yang nyenyak sayang semoga kamu jadi anak sholeh dan saling menyayangi dan menghargai semua orang sayang i love you baby"bisik renata menidurkan baby ar disamping reysa saat berbalik renata melihat tangan nya ditarik oleh seseorang
"Knp hanya membisikan kata2 manis pada anak2 pada daddy nya enggak bisikin donk mommy sayang"goda zian dgn manja
"Oke aku bisikin sebentar aku cari daddy nya dulu pasti masih ada dibawah"ucap renata dgn ide jailnya
"Mau kemana ini daddy ada disini"ucap zian dgn wajah sudah berbinar
"Kamu kan baru calon daddy yang nungguin mereka kan kak reyhan sama alex jadi aku bisikin mereka dulu oke"ucap renata bagai petir disiang hari
__ADS_1
Deg
"Gk ada bisik2 mantan udah tidur gk enak bisik2"ucap zian dgn judes
"Enak kok zi apa lagi bisik2 tetangga ada lagunya"ucap renata tersenyum
"iya aku tau tapi yang lebih enak itu selimbut tetangga"ucap zian dgn jail
"Gimana klw suami tetangga hahahaha"ucap renata nyeleneh
"Klw kamu naksir suami tetangga aku sembelih burung tetangga itu aku goreng, aku kasih makan si belang sama si leon pake tuh burung"dengan mata menyala dgn semangat 45 zian mempragakan bahwa dia sedang memotong burung orang
"Apa kamu bilang burung ku kecil? "Ucap zian dgn kesal renata mengejek sang teman yang selalu dia bangga kan karna berhasil membuat renata menjerit dan susah berjalan
"Bu,,, bukan begitu burung kamu kecil kaya burung pipit tapi klw udah lapar dia berubah jadi burung garuda hehehe"ucap renata cari aman takutnya sang pemilik burung langsung menerkam nya
"benarkah burung ku seperti garuda bagus kamu sudah mengakui kekuatan burungku, sekarang kamu harus tanggung jawab"ucap zian dgn tatapan tajam nya membuat renata berjalan mundur sampai kepentok tembok
*mati aku*teriak batin renata
__ADS_1
"Tanggung jawab apa? "Tanya renata dgn hati2
"Burungku bangun kamu harus memanjakan nya dan menidurkan dia agar tenang"ucap zian menempelkan tubuhnya dgn renata
"Zian jangan berca,,,, "ucap renata sudah terpotong dgn bibir tebal mantan suami nya
"Emmmmm"teriak renata memberontak sedangkan si pelaku asik dgn benda kenyal manis kesukaan nya
Zian pun menarik tangan renata untuk memperkenalkan nya pada sang sahabat, saat tangan nya menyentuh bawah renata melotot seakan matanya siap untuk keluar
"Waw ternyata yang gue bilang burung pipit itu salah ini mah bnran garuda lebih besar dari terong ini super jumbo astaga knp semakin keras dan membesar akhh ini mah singkong super "lirih renata dgn pelan tapi masih terdengar oleh zian
"Knp wajahmu terkejut hem kamu takut? Tenang dia sudah zinak oleh mu jadi jgn khawatir oke, kita lanjut"ucap zian mengegrdipkan mata nakalnya
"Lanjut apa? "Tanya renata dgn wajah polos minta dipolosin
"Lanjut tidur ayo udah malam besok kita akan ke mall dan refresing bersama anak2 oke"ucap zian dgn lembut zian bnr2 menekan hasrat nya agar tetap memghargai kehormatan istri dan orang tua nya
Mereka pun tertidur dgn berpelukan lebih tepatnya zian yang memeluknya tampa cenah
__ADS_1
Next