Penyanyi Tanpa Telinga

Penyanyi Tanpa Telinga
=25= Hari terakhir di Bali


__ADS_3

Seperginya Hyunjae dari ruangan, Haru kembali mengalihkan tatapannya ke Semi yang masih terus mengucurkan air matanya. Dia dengan cepat merangkak mendekati Semi dan langsung memeluknya dengan sangat erat.


Haru membelai lembut kepala belakang Semi sembari mengucapkan, “Maaf, aku pasti membuat kamu sangat takut.”


“....”


Tidak ada jawaban dari Semi, dia masih terus saja menangis dipelukan Haru, sembari menggenggam erat kaos hitam yang dipakai Haru. Setelah Semi terdengar sudah lebih tenang, perlahan Haru melepaskan pelukannya.


Haru menghapus seluruh air mata yang membasahi kedua pipi Semi. “Jangan menangis lagi, aku sudah kembali. Kamu lihat kan aku sudah sehat lagi,” ujar Haru.


“Iiiiishhh....” Semi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur Haru.


Semi duduk di atas ranjang Haru yang sangat lebar dengan meletakkan kedua tangannya dipingganngnya. “Aku akan tidur disini untuk malam ini,” katanya.


Haru menghampiri sang kekasih dan menjawabnya, “Aku udah gak kenapa-kenapa, jadi sebaiknya kamu tidur di kamar kamu sendiri.”


Semi menggeleng keras dan menatap tajam Haru yang ada disebelah kanannya. “Aku gak mau! Aku akan tetap disini, meskipun kamu melarang sekalipun.” Semi mulai merebahkan badannya dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


“Yasudah kalau itu mau kamu,” jawab Haru pasrah.


Haru berjalan ke sisi lain tempat tidur, dia naik ke tempat tidur dan mulai merebahkan badannya di kasur empuknya. Dia mengalihkan tatapannya ke arah Semi yang tidur membelakanginya, lalu melemparkan senyum tipisnya tanpa diketahui Semi.


Perlahan dia menggeser tubuh nya dan memeluk Semi dari belakang, tangan kirinya sengaja dia letakkan dibawah leher Semi, sementara tangan lainnya dia masukkan ke sela-sela jari tangan Semi, lalu menggenggamnya dengan erat.


“Aku tahu apa yang kamu rasakan tadi,” bisik Haru lirih.


“Memang apa yang aku rasakan?” sahut Semi pelan.


“Ah... kemungkinan aku gak akan ketemu sama dia lagi, kemungkinan aku gak akan bisa mengobrol dengan dia lagi, dan kemungkinan juga... hari ini adalah hari dimana kita harus berpisah,” jawab Haru.


“Itu yang aku fikirkan saat tidak menemukan obat yang aku cari tadi, aku sangat takut... sampai gak berani menghubungi kamu lebih dulu, padahal kamu yang berada paling dekat dengan ku,” sambung Haru.


Semi membalik badannya menghadap ke kasihnya itu. “Haru, gimana... kalau kita nikah aja setelah balik ke Seoul?” tanya Semi.


“Ho?! Kamu gak sedang bercandakan? Tapi, kita kan baru berkencan beberapa hari, masak iya sudah mau... nikah?!” Haru seketika membelalakan kedua matanya, setelah mendengar celetukan random yang dilontarkan Semi.


“Kenapa memangnya?! Kamu gak mau nikah sama aku? Kita memang baru berkencan, tapi secara tidak langsung kita sudah saling menunggu selama bertahun-tahun,” tegas Semi mengerutkan dahi.


“Bukan begitu, maksud aku... pernikahan butuh banyak persiapan yang matang, jadi gak bisa kalau dilakukan secara terburu-buru,” balas Haru.

__ADS_1


“Kalau begitu daftarkan aja dulu pernikahan kita, lalu kita persiapkan acara pestanya secara perlahan,” jawab semi.


Haru menghelah nafas berat. “Sepertinya kamu terlalu banyak nonton drama dan membaca novel, mana ada pernikahan sekilat itu di kehidupan nyata. Sudah tidur, ini sudah terlalu larut, besok juga kita masih ada syuting adegan tersisah,” ujar Haru yang mulai memejamkan kedua matanya lebih dulu.


Sementara Semi yang masih kesulitan untuk tidur, mencoba menggeser badannya dan langsung memeluk Haru dengan erat, seperti memeluk guling yang ada di kamar apartement nya.


Malam yang sangat singkat itu, mereka habiskan dengan tidur berdekatan satu sama lain dengan nyaman.


Keesokan Harinya....


Haru terbangun dari tidurnya lebih dulu, dia sudah terlihat duduk dilantai sebelah tempat tidur, sambil menatap ke arah laptopnya yang sudah dia buka. Vidio yang dia tonton secara berulang-ulang, membuatnya berfikir dengan keras, sebenarnya apa istimewanya vidio itu, sampai direbutkan banyak orang.


Beberapa menit kemudian....


Semi terlihat sudah terbangun dari tidurnya, kedua matanya yang belum terbuka sempurna membuat dia menggunakan satu tangannya untuk mencari Haru yang sebelumnya tidur disebelahnya, tapi yang dia temukan justru bantal kosong yang tergeletak di atas kasur.


Mendapati orang yang dia cari tidak dia temukan, Semi dengan cepat menyusuri seluruh ruangan dengan kedua matanya yang semakin terbuka lebar. “Ternyata dia duduk disana,” gumamnya setelah menemukan Haru yang duduk sebelah tempat tidur.


Dengan kedua mata yang terlihat masih ngantuk, Semi perlahan memutar badannya dan mulai mendekati Haru, dia langsung menyandarkan dagu dan lengan kanan nya di bahu lebar Haru. Seketika membuat Haru menolehkan kepalanya ke arah Semi yang sudah bersandar dengan sangat nyaman.


“Kamu udah bangun?” tanya Haru menatap ke arah sang kekasih yang masih terlihat bermalas-malasan.


“Aaa... ini aku sudah berkali-kali memutar vidio ini, tapi aku masih belum paham, kenapa semua orang memperebutkan vidio ini? Padahal ini hanya vidio biasa, yang ternyata bukan bukti langsung ke pelaku,” balas Haru sembari berfikir dengan keras.


“Ada 2 kemungkinan kenapa orang-orang itu memperebutkan barang bukti tak langsung,” ujar Semi pelan.


“Apa?!” sahut Haru.


“Pertama orang-orang itu mengira vidio itu memang bukti langsung, dan yang ke dua... bukti itu membawa kita ke bukti lainnya yang lebih jelas,” jelas Semi yang masih terlihat mengantuk.


“Bukti yang membawa kita ke bukti lainnya yang lebih jelas?!” gumam Haru yang masih dapat didengar orang yang ada disebelahnya.


“Aaaa... aku tahu sekarang, dia... dia pasti jadi kuci utama tragedi kebakaran itu,” tunjuk Haru ke salah satu orang yang terekam CCTV.


Meskipun masih merasa sedikit mengantuk, Semi terus mencoba membuka kedua matanya yang terasa cukup berat saat itu, dia juga berusaha beranjak dari tempat tidurnya yang memiliki daya tarik yang sangat kuat di pagi itu. Setelah berhasil turun dari kasur, dia langsung menenggak air minum yang ada diatas meja.


Sembari membawa botol minum, Semi kembali mendekati Haru dan duduk disebelahnya. “Haru, selama ada disini, sebaiknya kamu jangan terlalu memforsir diri kamu untuk menyelidiki masalah ini, gimana kalau setelah syuting selesai kita jalan-jalan?” tanya Semi.


“Jalan-jalan? Kemana? Kamu tahu sendiri kan, aku gak begitu tahu daerah sini,” jawab Haru mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Eeem... bukannya hari ini Mama kamu pulang dari Rumah Sakit ya? Gimana kalau kita main ke Rumah Mama kamu?” tanya Semi menatap Haru diiringi senyum lebarnya.


Haru tersenyum tipis sembari menatap sang kekasih yang masih duduk disebelahnya. “Oke, kebetulan aku juga sudah lama gak ketemu Hyuri, aku juga mau ngomong sama dia,” angguk Haru.


“Oh?! Hyuri? Dia masih disini? Kenapa dia belum balik? Bukannya dia masih ada tour?” Mata Semi seketika terbelalak hingga terlihat seperti akan copot, ketika Haru menyebutkan nama Hyuri.


“Karna Bali adalah tujuan akhirnya, jadi dia memutuskan untuk balik ke Seoul lebih lambat dari pada member lainnya, dan beberapa hari ini dia lebih memilih tinggal di Rumah Mama dari pada tinggal di Hotel,” jelas Haru dengan panjang lebar.


Mendengar jawaban sang kekasih, Semi terlihat langsung mengerucutkan bibirnya, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi kusut, seperti kertas yang baru saja diremas beberapa kali. Sementara Haru yang cuman bisa menatap Semi dari samping, hanya bisa menahan tawanya, bagi Haru wajah Semi kini terlihat sangat imut dan lucu saat menahan rasa cemburunya.


“Yaudah kalau begitu aku mandi dulu. Kamu juga segera mandi, ini sudah jam 7.” Haru berdiri dari duduknya, lalu meletakkan laptopnya di atas meja yang ada disebelah tempat tidurnya.


Setelah meletakkan laptopnya ditempat yang benar, Haru kembali melanjutkan langkahnya ke kamar mandi sembari menenteng handuk di tangan kanannya. Sementara Semi yang masih konsisten memasang wajah kusutnya, ikut berdiri dari duduknya dan kembali ke kamarnya sendiri setelah ditinggal sendirian.


2 Jam kemudian~


Haru dan Semi sudah kembali melakukan pekerjaannya, mereka berdua sudah terlihat sibuk melakukan syuting dramanya, diiringi laut lepas yang berjajar disebelah kanan nya, mereka berdua mengambil adegan yang terlihat cukup intens di tepi pantai.


Satu-persatu adegan romantis mereka lakukan dengan baik, tanpa rasa canggung sedikitpun. Justru mereka sangat menikmati proses syuting kali ini, dua insan yang dimabuk asmara ini, malah menganggap syuting seperti tempat kencan untuk mereka berdua.


Meskipun semua dialog yang mereka ucapkan adalah bagian dari naskah drama, tapi sangat terlihat dari tatapan keduanya, kalau mereka menganggap sebagai ungkapan dari hati masing-masing. Selain itu, hanya di drama ini mereka tidak perlu menyembunyikan kemesraan dari publik dan para fans.


Jam 19.00 Waktu Indonesia Tengah....


Waktu pun berlalu cukup cepat, syuting terakhir di hari itu pun selesai lebih awal dari waktu yang sudah diperkirakan. Semua kru, artis dan timnya mengambil foto bersama, karena telah menyelesaikan syuting mereka di pulau bali.


Pada malam itu para kru sudah merapikan alat-alat yang mereka bawa, para stylish juga sudah mengemas alat-alat makeupnya disebuah koper kecil.


Sementara para artis sudah kembali ke kamar mereka masing masing untuk membersihkan badan mereka, termasuk Haru dan Semi yang sudah kembali ke kamar mereka untuk mempersiapkan agenda pribadi mereka setelah syuting.


Setelah siap, mereka berdua keluar dari kamar masing masing. Tanpa di sadarinya, Haru tampak sangat kagum dengan penampilan Semi di malam itu. Kedua matanya yang mengedip secara perlahan, sangat menggambarkan bagaimana perasaannya saat itu, saat sang kekasih tampil dengan fashion yang sangat anggun, tapi tetap bergaya casual.


Semi memakai....


.


.


.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2