Penyanyi Tanpa Telinga

Penyanyi Tanpa Telinga
=35= Kencan Ganda 1


__ADS_3

Ketika mereka sedang asyik mengobrol masalah alat baru buatan Hera, tiba-tiba seseorang masuk kedalam apartement Haru. Iya, siapa lagi kalau bukan Hyunjae, yang setiap pagi memang datang untuk menjemput Haru.


“Oh, Kak Hyunjae sudah datang. Silakan duduk dulu Kak, aku juga belum mandi,” sambut Haru.


“Heem,” angguk Hyunjae yang langsung duduk di sofa tunggal yang ada dikanan Haru.


“Hari ini gak ada syuting, dan cuman ada beberapa variety show untuk promosi drama sama konferensi pers untuk tayang perdana drama. Jadi Kakak santai aja dulu disini, kita sarapan dulu sebelum berangkat,” ucap Haru.


“Yasudah kalau gitu biar aku aja yang masak,” sahut Hera.


“Kakak bisa masak? Sejak kapan?” goda Haru.


Tangan kanan Hera yang terasa sangat ringan saat itu, langsung saja menampol bahu kanan Haru cukup keras, hingga membuat Haru sedikit berteriak dan memegangi bahu kanannya. “Heh! Jangan menghina, kamu kan juga baru tahu,” ujar Hera terlihat kesal.


Haru yang masih memegangi bahu kanannya menjawab, “Yasudah kalau begitu buktikan sekarang. Sambil memasang wajah yang masih terlihat cukup kesal, dengan nada seriusnya mulai menantang sang Kakak.


“Oke, aku akan masak sekarang,” jawab Hera menerima tantangan sang Adik. Dia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju dapur untuk memulai aksinya.


Sembari menunggu sang Kakak memasak makanan untuk mereka semua, Haru dan Hyunjae dengan sabar menunggu dengan duduk di sofa yang sama. Haru terlihat sedang sibuk dengan hp nya, kedua tangannya terlihat sangat sibuk membalas pesan dari seseorang yang menghubunginya melalui pesan singkat.


Sesekali Haru juga terlihat tersenyum sembari menatap layar hp nya yang terus menyala tanpa henti, dia juga terlihat sangat cepat membalas pesan itu, tanpa membuat sang pengirim pesan menunggu. Hingga waktu yang dia lalui pun tidak berasa, sang Kakak pun akhirnya menyelesaikan masakannya.


“Kalian cepat kesini! Kita makan dulu, masakannya sudah matang,” panggil Hera yang masih terlihat memindahkan beberapa makanan kedalam piring saji.


Mendapat panggilan itu, Haru dan Hyunjae segera berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan mendekati meja makan yang tak terlalu besar di dapur Haru. Sementara itu, Hera juga langsung duduk di sebelah Haru setelah meletakkan semua makanan diatas meja, dia juga ikut menikmati makanan yang sudah ia masak bersama Adik dan Hyunjae.


Ketika makan, Haru masih terlihat memegang hp nya di tangan kirinya. Saat makan dia juga sesekali memegang hp nya untuk membalas pesan singkat seseorang dengan cepat. Sementara Hera terlihat diam-diam sesekali melirik ke arah Hyunjae yang ada dihadapannya sambil memasukkan makanan yang dia ambil dengan sumpit.


Selesai membalas pesan singkat yang ada di hp nya, tanpa sengaja Haru melihat sang Kakak sedang menatap Hyunjae secara diam-diam. Seketika muncul hal lain dalam benak Haru, dirinya langsung menebak kalau kalau sang Kakak punya perasaan yang gak sederhana terhadap Hyunjae.


“Kak Hera, Kakak punya alat sensor yang bisa saling terhubung gak?” tanya Haru memecah lamunan Hera secara cepat.


“Ho?! Alat sensor? Kamu pikir Kakak toko alat elektronik berjalan?” jawab Hera.


“Ya... kali aja, tapi kalau gak ada... apa bisa Kakak buatkan untukku?! Dua alat sensor sederhana, yang kalau didekatkan akan saling merespon satu sama lain, dan kalau berjauhan tetap saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya kalau satu menyala yang lain akan menyala, dan kalau yang satu mati maka yang lain juga akan mati,” jelas Haru sembari membayangkan barang yang dia maksud.


“Jangan bilang kamu mau buat barang pasangan?” tebak Hera.


“Oh! Gimana Kakak bisa tau?” Haru mengangkat kedua alisnya, dengan kagum.


“Basi! Kamu pikir Kakak gak tau jalan pikiran anak seumuran kamu,” sahut Hera.

__ADS_1


“Ya kali aja gak tau, Kakak kan gak kelihatan pernah pacaran,” ledek Haru.


“Heh! Kamu...!” pekik Hera yang hampir mengangkat satu tangannya.


Seketika Haru menjadi ketakutan dan mencoba melindungi dirinya dengan mengangkat kedua tangannya untuk menutupi wajah tampan nya. “Sudahlah, makan aja makanan kamu. Nanti coba Kakak buatkan,” balas Hera yang langsung menurunkan tangannya.


“Oke kalau begitu, termakasih banyak Kak. Sebagai ucapan terimakasih, aku permisi dulu... karna masih ada janji.” Haru berdiri dari tempat duduknya, dan melempar kode ke Kakaknya dengan mengedipkan satu matanya, agar sang Kakak berani lebih mendekati Hyunjae.


Hera yang sangat peka terhadap tatapan Haru, hanya bisa membalas tatapan sang Adik dengan bingung, sekaligus merasa kalau perasaannya sudah terungkap. Sementara Hyunjae yang mengetahui Haru berdiri dari kursi, dia juga ikut berdiri dan mencoba mengikuti Haru.


“Berhenti! Kenapa Kak Hyunjae ikut berdiri?” tanya Haru menghentikan langkah Hyunjae yang hampir keluar dari meja makan.


“Bukannya kamu ada janji? Biar aku yang antar,” balas Hyunjae dengan polos.


“Kak, janji ini itu jadwal pribadi aku dengan Semi, masak iya mau ngajak Kakak. Udah Kakak disini aja, temani Kak Hera. Jangan sampai dia jadi gila, karna kebanyakan ngobrol sama laptop,” ujar Haru sembari menggeleng pelan.


Setelah mengucapkan beberapa kata ke Hyunjae, Haru kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya. Sedangkan Hyunjae kembali duduk di meja makan, dan kembali memakan makanannya yang belum dia habiskan.


“Hyunjae, jangan terlalu di tanggapi omongan anak itu. Dia memang begitu, lebih baik kamu istirahat aja dulu, toh kamu kan managernya... bukan supirnya,” sahut Hera.


“Kamu ada benarnya juga, mungkin dia juga butuh ruang pribadi. Karna kalau lihat aku, berasa kayak lihat pekerjaan yang menumpuk,” jawab Hyunjae sembari melempar senyum lebarnya.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Haru keluar dari kamarnya. Saat dia akan berjalan keluar, tiba-tiba muncul sebuah ide setelah menatap Kakaknya dan Hyunjae sedang membersihkan sisa makanan bersama-sama.


“Hoh?!” sahut Hera yang dengan cepat menatap ke arah Haru.


Melalui tatapanya Haru mencoba melemparkan sebuah kode rahasia dengan menggerakkan kedua alisnya ke arah sang Kakak. “Iya... lumayan membosankan, tapi mau gimana lagi. Kamu tau sendiri kan, Kakak sudah lama gak di Seoul. Jadi mau keluar juga ragu, takut tersesat dikota sebesar ini,” jawab Hera yang mampu menanggapi kode sang Adik dengan sangat baik.


“Kalau gitu gimana kalau kita keluar bareng? Kebetulan aku sama Semi mau ke taman hiburan,” sahut Haru.


“Tapi bukannya kamu tadi bilang gak mau diganggu?” sambar Hyunjae yang juga menyadari kehadiran Haru.


“Justru itu aku membutuhkan bantuan Kak Hyunjae. Kak Hyunjae bisa bawa mobil sendiri, dan aku akan bawa mobil sendiri, bereskan?!” saran Haru dengan tegas.


“Hoh?! Jadi maksud kamu aku juga ikut dengan bawa mobil sendiri?” tanya Hyunjae kembali.


“Iyalah. Bukannya Kakak tadi katanya juga mau ikut? Setelah aku pikir-pikir juga, lebih baik Kak Hyunjae tetep ikut, karna aku takut kejadian di namsan tower tadi malam keulang lagi,” jelas Haru.


“Kejadian? Kejadian apa yang kamu maksud, tapi kamu gak apa-apa kan?” Hyunjae melangkah mendekat ke Haru dengan wajah khawatirnya.


“Aku baik-baik aja. Pokoknya Kak Hyunjae tetap harus ikut, nah... dari pada Kak Hyunjae berjalan lontang-lantung sendirian, lebih baik ajak Kak Hera untuk teman ngobrol,” ujar Haru melempar sarannya.

__ADS_1


“Yasudah, begitu juga lebih baik,” jawab Hyunjae.


Mendengar jawaban Hyunjae membuat Hera menjadi sedikit terkejut, hingga membuatnya memalingkan tatapannya ke Hyunjae dengan cepat. “Tunggu apalagi? Cepat ganti baju,” pinta Hyunjae kepada Hera yang masih berdiri disebelahnya.


“Ho.” Hera berjalan ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan cepat.


Hanya membutuhkan waktu 3 menit, Hera sudah mengganti bajunya dan merias dirinya dengan alat makeup dan baju yang dia pinjam dari sang Adik, Hemi. “Wah... Kakak ku ini benar-benar cantik, ya kan Kak,” puji Haru sembari melempar tatapannya ke arah Hyunjae yang terlihat tertegun menatap Hera.


“Ho... cantik,” jawab Hyunjae sembari melan ludahnya sendiri. Kedua matanya seketika berhenti berkedip, dan tatapannya juga tak dapat berpaling dari Hera.


Deheman Haru yang cukup keras itulah yang dengan cepat memutus dan menyadarkan Hyunjae dari tatapannya yang membeku. “Kalau begitu kita pergi sekarang,” ajak Haru yang berjalan lebih dulu.


Sesampainya ditempat parkir besment, Haru sudah melihat Semi yang mengenakan dress berwarna biru itu berdiri disebelah mobil birunya yang masih terpakir. Tanpa menunggu lama, Haru langsung mendekati sang kekasih yang mungkin sudah menunggunya cukup lama.


“Kamu sudah lama disini?” tanya Haru lebih dulu.


Semi menggeleng pelan sambil menjawab, “Enggak kok.” Kedua tangannya yang menggantung dengan bebas itu langsung meraih satu lengan Haru. “Tapi kenapa kamu ajak Kak Hyunjae dan Kak Hera? Bukannya kita mau kencan?” bisik Semi.


“Ini bukan cuman kencan kita berdua, tapi juga kencan untuk pasangan yang belum mulai,” jawab Haru dengan berbisik pelan.


Kedua mata Semi seketika terbelalak, setelah mendengar jawaban Haru. Dia merasa sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan sang kekasih, dia sendiri gak menyangkah ternyata ada hal lain yang belum dia ketahui selama ini.


“Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang. Kak Hyunjae, ikuti aja aku dari belakang,” ucap Haru cukup keras ke arah Hyunjae.


“Heem,” balas Hyunjae sambil mengangguk pelan.


Akhirnya mereka berempat masuk kedalam kedua mobil yang akan membawa mereka ke tempat tujuan. Haru mengendarai mobil birunya yang mewah berjalan lebih dulu dengan ditemani Semi yang sudah duduk dengan tenang di kursi penumpang. Sementara Hyunjae mengendarai mobil van nya yang berwarna hitam dengan ditemani Hera disisinya.


....


Lotte World~


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2