
Atya langsung bergegas pergi untuk menemui dokter yang marawat ayahnya dan ternyata dokter itu adalah dokter muda yang tampan yang tidak lain adalah sepupu tersayang aryan,
Dan yah nama dokter muda itu adalah (roy-han wu) dia pria muda yang ramah dan sangat hangat(mungkin karna dia seorang dokter, dia juga baik hati dan ceria dia juga pintar dan sangat sayang pada Aryan.
*anggap aja itu Roy-han wu ya wak😁
Karna dulu roy tumbuh besar bersama Aryan dan di rawat oleh nenek mereka yang tidak lain adalah mama yuan liu(papah aryan) seorang presedir wanita yang amat sukses dan bijak dan sekarang prusahaan milik nenek Aryan itu di kelolah oleh ayah Aryan dan prusahaan aryan di kelolah oleh aryan. Nama nenek aryan(klara liu).
Aryan dan roy berbeda 1 tahun dan aryan lebih tua setahun dari roy,walau begitu aryan tetap menganggap roy adalah adik kecilnya
*Pov atya:
Dan saat atya datang atya langsung mengetuk pintu ruangan roy
"Permisi, apa dokter roy ada, saya ingin bercicara dengan dokter roy" atya
__ADS_1
"Iyah silahkan masuk saja" roy dengan nada ramah
Saat atya masuk, betapa terkejut nya roy melihat sosok wanita yang baru masuk itu sangat cantik seperti bidadari dia tidak bisa memgalihkan pandangan nya pada atya.
"Permisi apa anda dokter roy?" atya
Tapi roy tak merespon dan hanya terus memandangi wajah atya
"Halo dokter roy halo" atya yang menyadarkan roy
"Dokter saya adalah anak dari pasien anda atas nama yusron" atya
"Ouh pak yusron" roy
"Iyh, dokter apa kondisi ayah saya begitu buruk dok, apa ayah saya bisa pulih? " tanya atya penuh harapan dengan wajah gelisah.
"Nona pak yusron bisa pulih jika di rawat dengan benar dan itu butuh waktu, apa lagi inj adalah struk, pak yusron terlalu banyak fikiran, jadi jika pak yusron nanti nya sadar anda jangan membicarakan hal yang akan membuat pak yusron khawatir, untuk tetap menjaga fikiran pak yusron" roy yang menjawab dengan sedikit tidak percaya diri karna melihat wajah atya yang begitu anggun bahkan saat gelisah.
__ADS_1
Baiklah dokter saya mengerti, lalu... Bagaimana dengan biyaya pengobatan nya dok?" tanya atya
"Maaf nona kalo itu saya kurang tau, tapi jika tidak salah itu sekitar sepuluh juta ke atas karna pak yusron adalah pasien vip, jika ingin lebih jelas nona bisa tanya kan ke bagian administrasi" roy
*"sepuluh juta atau lima belas juta keatas aku masih bisa mengeluarkan nya dari tabungan ku tapi jika ayah bangun dan tau kalau restorant sudah di ambil alih dan di gusur, mungkin ayah akan kefikiran dan akan memperburuk kesehatan nya, tidak ada pilihan lain, aku hanya bisa meminta tolong pada presedir aryan" dalam hati atya
"Saat melamun saja begitu cantik dan anggun apa lagi saat dia tersenyum, kapan dia tersenyum yah?" batin roy
"Nona... Nona ada apa, kenapa anda melamun?" roy
"A....a.. Ah.ti... Tidak dokter maaf saya melamun, kalau begitu saya permisi dulu, terima kasih" roy
"Tunggu dulu nona, kalo boleh tau nama anda siapa?" roy
"Saya Atya Aisyah, kalo begitu permisi dokter roy-han" atya yang tersenyum sekilas lalu pergi meninggal kan ruangan itu.
"Apa tadi dia tersenyum, kenapa aku tidak memperhatikan nya dengan jelas, ahhh... Dasar aky bodoh. Sudah lah aku pasti bisa bertemu dengan nya lagi.Atya Aisyah." roy
__ADS_1