PERBEDAAN AGAMA KITA

PERBEDAAN AGAMA KITA
Bab 62 ngidam


__ADS_3

saat Keluarga besar Aryan dan Atya berkumpul di rumah mereka Aryan begitu terkejut dan bingung


"cepat sekali menerima informasi kalo kami kembali" Batin Aryan yang sedang berkumpul di ruang tamu bersama keluarga


sedangkan Atya masih di kamar tertidur pulas karna lelah


"yanyan di mana Yaya kenapa tidak bersama kita?" neinei


"neinei yaya kelelahan dan langsung tertidur begitu masuk mobil sampai sekarang belum bangun, Yanyan rasa Yaya sedang tidak enak badan" Aryan


"apa karna itu kalian pulang secepat ini bahkan sampai tidak memberi kabar pas pulang" mamah Aryan


"Iyah mah... mungkin Yaya sudah cape saat di sana dia terlalu bersemangat untuk mengunjungi banyak tempat" Aryan


"begitu kah...berarti kita hanya mengganggu istirahat mereka...nenek, Besan, ayo kita pulang besok saja kita akan makan bersama ketika Atya merasa enakan pada tubuhnya" mama atya yang berinisiatif


"Iyah kamu benar...ya sudah ayo kita pulang" mamah Aryan


"ya sudah yanyan jaga Yaya baik-baik, kalo terjadi sesuatu langsung hubungi Keluarga mengerti" neinei


"baiklah nei...tenang saja" Aryan


akhirnya para orang tua pun pulang tentu saja Roy pun ikut pulang karna di usir oleh kakak nya itu


waktu berlalu begitu cepat tidak terasa sudah malam dan akhirnya Atya terbangun dan melihat dia sedang di tempat tidur dengan pakaian yang sudah terganti


Atya menoleh ke kanan dan kirinya mencari Aryan tapi bahkan menemukan Aryan saja dia tidak


Atya pun bergegas berdiri dan keluar dari kamar bahkan Atya tidak sadar bahwa hari sudah malam


saat keluar dia melihat di bawah ada Aryan sedang duduk sambil mengutak-atik laptopnya


Atya bersikap aneh hari ini dia datang mendekati Aryan bahkan dia langsung duduk di pangkuan Aryan tidak seperti Atya yang biasanya


Atya terlihat sangat manja memeluk suaminya yang sedang bekerja itu membuat Aryan merasa ada yang aneh dari Atya


bukan hanya itu bahkan bibi Hwang terkejut saat melihat nyonya rumah yang biasanya bersikap jual mahal pada suaminya sekarang malah bersikap seperti itu


"Yaya ada apa?" Aryan yang mengelus pundak istrinya yang sedang memeluk nya


"tidak papa aku hanya ingin memelukmu saja" Atya yang semakin tenggelam di dalam dada suaminya itu


"apa badan kamu sudah baik-baik saja" Aryan


"badan aku baik-baik saja hanya mualnya masih terasa" Atya


"kamu belum makan, mau aku suruh bibi Hwang masakin kamu Korean food?" Aryan


"gak mau, aku gak mau makan" Atya semakin erat memeluk Aryan


"tapi nanti kamu lapar" Aryan


Atya tidak menjawab kata-kata Aryan dan terus memeluk Aryan sampai beberapa saat, tidak terasa setengah jam berlalu dan Aryan sudah hampir pegal karna Atya bahkan Aryan Bekerja dengan gaya yang terbilang aneh karna Atya di pangkuan nya


tiba-tiba saja Atya menaikkan kepalanya dan berkata


"aku mau makan Nasi uduk" Atya


"apa nasi uduk?... malam-malam gini?" Aryan


"Iyah😁😁" Atya menyengir


"besok aja yah sayang ini udah malam" Aryan


"gak mau aku maunya sekarang" Atya


"tapi gak ada penjual nasi uduk semalam ini sayang" Aryan


"udah lah pokoknya aku gak mau makan kalo bukan nasi uduk bye" Atya yang bangkit dari pangkuan Aryan dan langsung menuju sofa dan menyalakan tv tanpa berbelok menengok ke arah Aryan


bibi Hwang yang melihat itu langsung bergerak cepat menghampiri Aryan


"tuan muda di dekat sini ada penjual nasi uduk yang buka sampe tengah malam, tuan beliin aja nyonya sekarang nyonya agak sensitif jadi gak bisa salah-salah sama nyonya yah" bibi Hwang yang sudah mengetahui situasi yang di alami Atya hanya saja tidak terus terang pada Aryan


"ya sudah aku akan pergi lewat pintu samping agar tidak menggangu Yaya" Aryan yang berdiri kemudia memgambil dompet dan kunci mobil lalu pergi keluar lewat pintu samping di rumah itu


sedangkan Atya masih duduk di depan tv dengan mengerutkan dahinya kesal


tapi Atya bingung kenapa Aryan tidak membujuknya malah hanya ada suara tv di rumah itu akhirnya dia menoleh untuk melihat apakah Aryan ada atau tidak


saat dia melihat suaminya yang tidak ada itu Atya mulai penasaran dan memanggil Aryan


"Yanyan....Yanyan .... Yanyan" Atya


"kenapa tidak ada jawaban? apa di kamar" Atya


Atya pun berdiri untuk menuju lantai atas memastikan suaminya itu


Atya tidak bertanya pada bibi Hwang karna bibi Hwang sudah kembali ke kamarnya dia memutuskan untuk mencari Aryan sendiri


dia mengitari semua kamar di dalam rumah itu tapi tidak ada Aryan sama sekali Atya yang dari awal memiliki emosi yang sedang tidak setabil pun mulai kesal dan kembali duduk di depan tv dan tidak perduli lagi dengan suaminya


tidak berselang lama Aryan datang dan membuka pintu rumah Atya yang mendengar pintu terbuka itu pun menoleh dan di sana terdapat Aryan dengan senyum di wajahnya


Atya terkejut tapi dia bingung kenapa suaminya dari luar sedangkan tadi dia tidak melihat suaminya itu keluar


Aryan dengan tatapan yang tidak merasa bersalah itu langsung menghampiri Atya


"Yaya...apa sekarang kamu sudah tidak marah" Aryan


"apa wajahku terlihat tidak marah?" ketus Atya

__ADS_1


"Yaya maaf....aku pergi lewat pintu samping tadi....ini aku bawakan nasi uduk buat kamu tadi kamu minta kan" Aryan


"kamu habis pergi beli nasi uduk?" Atya yang tadinya ketus itu berubah secara drastis


"Iyah...kamu menginginkan nya kan?" Aryan


"Iyah lah aku mau... aku sudah curiga sama kamu tadi kirain kamu kemana huhhh" Atya mengerucut kan bibirnya


Aryan yang melihat istrinya yang begitu menggemaskan langsung mencium bibir istrinya sekilas


"maaf yaya" Aryan yang kemudian mengelus puncak kepala Atya


"sudah makan dulu...entar kamu lapar lagi...aku udah beli jauh loh itu" Aryan


"emmmm" Atya


Aryan pun kembali ke tempat duduknya untuk kembali bekerja


Atya merasa begitu senang dia tidak lagi marah dan melalui malam tersebut dengan senang


sampe akhirnya Atya mengingat sesuatu yang mencuri perhatian nya


"bukannya ini tanggal datang bulan ku, kok belum ada sii?" gumam Atya yang habis makan


"apa bulan ini bakal terlambat?" Atya


akhirnya bibi Hwang datang dari kamar nya menuju dapur karna Atya bingung akhirnya dia tanya saja pada bibi Hwang


"bibi" Atya


"ada apa nyonya" bibi Hwang


"aku akhir-akhir ini sering ngerasa mual dan gak enak badan dan emosiku juga gak stabil itu kenapa yah?" Atya


"apa nyonya sudah dapat mens bulan ini?" bibi Hwang


"belum bi itu juga yang bikin aku bingung seharusnya kemaren aku udah mens" Atya


"ya sudah nyonya tunggu sebentar bibi ke kamar dulu" bibi Hwang yang bergerak cepat menuju kamar nya


"tapi Bi ak..." Atya yang belum sempat melanjutkan omongannya itu


"kenapa dah?" Atya


ternyata bibi Hwang ke kamar untuk menelfon anaknya agar membelikan tespek untuknya dan agar segera di antar ke rumah itu malam itu juga


tidak berselang lama bel rumah berbunyi dan saat Atya ingin berdiri membuka pintu, bibi Hwang dengan cepatnya berlari menuju pintu


Atya yang melihat itu bingung sekaligus tertawa melihat tingkah bibi Hwang yang berlari di usianya yang sudah tua itu


"hahahahah bibi Hwang apa-apaan sii kenapa harus lari, Atya kan bisa bukain pintu nya dekat aja padahal" Atya


Bibi Hwang pun tak berlama-lama setelah mengambil tespek dari anaknya itu bibi Hwang segera saja menyuruh anaknya pulang padahal anaknya belum masuk ke dalam rumah Atya


"bibi itu siapa sii, kok gak di suruh masuk dulu?"


"anak bibi nyonya muda dia bilang masih ada urusan jadi langsung pulang lagian cuman bibi suruh beli barang aja kok" bibi Hwang


"ohhh yah sudah" Atya pun kembali duduk di sofa nya


bibi Hwang pun segera menarik tangan Atya dengan lembut membawanya ke kamar Atya, Atya yang bingung hanya bisa mengikuti bibi Hwang


sampai di kamar bibi Hwang segera menyodorkan tespek dan menyuruh Atya untuk memeriksa nya dengan itu


Atya Hanya gangguk dan kemudian masuk dalam kamar mandi


saat di dalam kamar mandi


"ini kan tespek buat ngetes hamil atau engak, kok bibi kasih ke aku yah?" Atya


"udah lah coba aja dulu" Atya


saat selesai mengets dengan tespek tersebut Atya masih tidak mengerti dan mengamati tespek tersebut


"kalo garis dua begini tandanya aku hamil?...emang gituh yahπŸ€”" Atya yang masih berfikir


"tanya bibi Hwang aja" Atya


Atya pun keluar dan di luar bibi Hwang sedang duduk di sofa yang tidak jauh dengan ranjang Atya itu


"bibi ini aku udah coba test" Atya


bibi Hwang pun segera berdiri untuk melihat hasilnya


setelah melihat nya bibi Hwang tersenyum lebar dan siap untuk meledak di depan Atya itu


"NYONYA MUDAAAAA" teriak bahagia dari bibi Hwang


"ke...ke...kenapa bi" Atya terkejut dengan teriakan bibi Hwang


"Nyonya...nyonya hamilllllll" dengan suara yang lumayan ringan


"ap...ap....tu tunggu apa....aku hamil?" bingung sekaligus terkejut Atya tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun seakan belum percaya


"Iyah nyonya....nyonya hamill..." bibi Hwang yang masih larut dalam kesenangan nya


"YA ALLAH ENGKAU TELAH MENGABULKAN DOA HAMBA..." batin Atya yang sangat bersyukur, dan tidak terasa air mata Atya jatuh itu adalah air mata kebahagiaan dari nya


Atya pun langsung memeluk bibi Hwang dengan sangat lembut


"terima kasih bi...bibi yang membuat aku tau bahkan bibi ikut senang dengan apa yang aku rasakan" Atya

__ADS_1


"nyonya ini adalah hal yang paling membahagiakan, tidak akan lama lagi rumah ini akan penuh dengan mainan anak bahkan rumah ini akan memiliki kebahagiaan yang begitu terpancar....bibi berdoa yang terbaik untuk nyonya semoga nyonya selalu sehat dan bahagia" bibi Hwang


"Terima kasih bibi" Atya yang terus memeluk bibi Hwang dengan banjir air mata di wajahnya


setelah nya Atya dan bibi Hwang kembali berteriak bahagia yang membuat Aryan yang sedang bekerja di bawah kaget karna teriakan mereka


"sekarang apa yang dilakukan oleh bibi Hwang dan Yaya" Aryan menepuk jidatnya sekilas


"padahal sudah malam tapi mereka masih main," Aryan


"apa karna Yaya menunggu ku untuk tidur yah" Aryan


tiba-tiba saja dari arah belakang Aryan ada yang mengagetkan nya ternyata itu adalah Atya yang langsung memeluk erat Aryan dari belakang


"astaghfirullah...." kaget Aryan


"hehehe" Atya


"Yaya kamu apa-apaan si....kaget tau bukannya tidur udah malam ini" Aryan


"pengen makan es krim mint tapi di kulkas udah gak ada" Atya


"besok aja yah ini udah malam, gak baik makan es malam-malam" Aryan


"tapi aku pengen nya sekarang Yanyan" rengek Atya


"ya udah tunggu sebentar yah" Aryan


Aryan pun mengambil hp nya untuk menghubungi layanan pesan antar dan langsung menyuruh layanan tersebut membawa 50 kotak es krim mint untuk stok


setelah menelfon Aryan terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu


"Yaya agak aneh akhir-akhir ini sebenarnya ada apa yah" Batin Aryan


"aku tau apa yang lagi kamu fikirin" saut Atya membuat Aryan kaget


"tau apa?..." jawab Aryan meremehkan


"dalam hati kamu pasti bilang kalo akhir-akhir ini aku agak aneh kan" Atya dengan percaya diri


"sok tau kamu" ketus Aryan


"bener kok" Atya


"bener sii tapi gak boleh di benerin" batin Aryan


"terserah kamu aja" Aryan


"Yanyan" manja Atya


"kenapa" Aryan yang menjawab dengan ekspresi datar


"aku punya hadiah buat kamu" Atya


"hadiah?....apa" Aryan


"hadiah bakal aku kasih kalo es krim nya udah datang" Atya


"yah nunggu dong" Aryan


"Iyah tunggu aja" Atya


tidak berselang lama akhirnya kurir layanan pesan antar tersebut datang segera saja Aryan berlari untuk mengambilnya


saat sudah masuk dan menyerahkan ek krim tersebut pada Atya, Aryan kemudian menagih hadiah yang akan di berikan Atya


"nih es krim nya... sekarang hadiah aku mana?" Aryan


"tunggu bentar aku naruh es krim dulu, sekalian ambil hadiah nya" Atya


Atya pun pergi ke dapur menaruh es krim nya dan kembali dengan tespek di tangan nya yang di sembunyikan di belakang punggung nya


"Yanyan... hadiah ini sangat kecil tapi akan menjadi besar dan berharga bahkan akan menjadi hal yang sangat membanggakan...aku harap kamu menyukai nya" Atya yang baru datang tiba-tiba saja mengatakan kalimat tersebut membuat Aryan semakin penasaran dengan hadiah yang akan di berikan untuk nya


"apa hadiah itu begitu kecil?" Aryan


"tentu saja hadiah ini kecil tapi sangat berharga dan akan sangat kamu jaga sampai menjadi besar" Atya


"apa maksud kamu,...apa sekarang kamu main tebak-tebakan dengan ku membuat aku bingung saja" Aryan


"heheh baiklah akan aku tunjukkan" Atya yang kemudian langsung mengulurkan tangannya yang sedang ia kepal tepat di depan Aryan


Dan jeng-jeng-jeng-jeng~~~~


lanjut up selanjutnya Wak gak jadi And masih jauh perjalanan Atya dan Aryan ternyata πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


terus dukung Aku yah teman-teman


terimakasih untuk support dari kakak-kakak Author yang selalu ada


terimakasih juga untuk kakak Readers dan Readers yang lain yang terus stay nungguin novel aku


pokoknya TERIMA KASIH BANYAK BANYAK😁😁


ohhh yah aku juga ngeliat kalo Rate ⭐ aku menurun mohon untuk beri Rate buat aku yah wak


mohon LIKE πŸ‘ VOTE πŸ˜‰ RATE ⭐ KOMEN πŸ₯°


SEE YOU NEXT TIME πŸ’


HAPPY READING ALL 🌹

__ADS_1


__ADS_2