
Mereka pun masuk,sedangkan sekertaris kim kembali keruangan nya
Mereka sudah di dalam dan ada di hadapan presedir yuanlu yang sedang sibuk dengan laptop dan dokumen yang sedang ia kerjakan
"Pagi papah, Aryan datang" Aryan
"Pagi, ada apa tumben sekali kamu datang menemui papah?" presedir yuanlu yang berbicara tanpa menengok ke arah Aryan
"Papah apa anda berjanji tidak akan mengambil lahan restoran milik pak yusron jika aku membawa calon istriku kehadapan mu pah" Aryan yang bicara tanpa ragu-ragu
"Apa kamu pernah melihat papah berbohong dan tidak menepati janji papah?" presdir yuanlu yang masih fokus pada kerjaan nya
"Kalau begitu papah, aku datang kesini dengan kekasih ku untuk meminta izin dan restu papah" Aryan yang percaya diri
Kaget dan seakan tak percaya, presdir yuanlu langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah Aryan dan wanita di samping nya yang tidak lain adalah Atya, dengan mata melotot dan tak terpalingkan dengan perasaan yang campur aduk karna melihat kekasih anak tunggal nya itu menggunakan pakaian syar'i yang sangat tertutup dengan jilbab yang panjang menutupi rambut nya yang hanya melihat kan wajah cantik dan molek nya.
Seketika wajah presdir yuanlu merasa tidak senang dan kelihatan begitu emosi dan ingin marah
Saat itu juga aryan memberi isyarat pada atya untuk keluar dari ruangan dengan tangan atya yang masih di genggaman aryan
__ADS_1
Atya melepas genggaman itu dan tanpa pamit dia berjalan keluar kantor presedir yuanlu dengan raut wajah merasa bersalah
Sedangkan itu di dalam ruangan ayah dan anak itu masih bertatapan tapi dalam keadaan tidak berbicara sama sekali, hawa ruangan tiba-tiba saja berubah menjadi begitu canggung dan dingin seketika itu juga ruangan yang tadi sangat senyap tiba-tiba pecah dengan bentakan keras dari presedir yuanlu yang tampak emosi sedari tadi.
"Apa yang sebenarnya kamu fikirkan dasar anak sial*n" emosi ptesedir yuanlu yang meluap.
*Diam " Aryan
"Dia seorang wanita muslim tidak pantas bersama kamu, perbedaan kalian begitu jauh, aku tidak mengizinkan hal ini" presedir yuanlu
"Tapi aku mencintai nya pah" Aryan dengan nada berat yang di susul dengan ekpresi datar
"TIDAK"
"Bukankah papah berjanji tidak akan mengurusi hubungan Asmara ku, kenapa sekarang papah ingin ikut campur" Aryan yang masih dengan ekspresi datar di wajah nya
"KARNA DIA SEORANG MUSLIM" presedir yuanlu
"Apa salahnya jika dia seorang muslim pah, dia juga, manusia seperti kita kan, intinya aku mencintai dia dan hanya ingin bersama nya" Aryan dengan nada yang sedikit tinggi
__ADS_1
Sampai sini dulu wak, besok aku lanjut janji 😁
Makasih buat yang udah support jangan bosen yah sama novel aku
Sering-sering dong kasih komentar nya,aku seneng banget liat komentar yang memotifasi aku
Dan aku punya fikiran kalo novel aku yang ini udah selesai aku bakal buat novel dengan gendre HOROR juga CS tentang musafir yang mendapatkan hidayah dalam islam gituh
Pokonya Jangan lupa
LIKE
VOTE
KOMEN
TAMBAHIN KE FAVORITE JUGA YAH
*SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1
HAPPY READINGS ALL*