
saat akan melakukan operasi Atya malah terbangun dari pingsannya dan merasakan sakit yang amat sangat pada perutnya membuat dia berteriak sekeras mungkin
dokter mencoba menenangkan nya, sampai akhirnya saat di periksa ternyata hanya memiliki 1 kemungkinan, menyelamatkan anaknya atau ibunya
dokter memberitahukan hal itu pada Roy, dan Roy merasa terbebani dan sangat takut, dia berulang kali menelfon Aryan tapi tetap tidak mendapatkan Jawaban sedangkan Keluarga dalam perjalanan menuju rumah sakit
tidak sengaja Dokter yang berbicara pada Roy itu di dengar oleh Atya karna posisi saat mereka berbicara dekat dengan bet operasi yang di tempati Atya, walaupun sekecil apapun suara yang di timbulkan oleh dokter tetap saja hal itu adalah masalah yang jika tidak Atya dengar akan membuatnya menyesal
saat Keluarga datang dan berada di luar ruang operasi, Roy pun menemui keluarga
"neinei, paman, bibi kalian sudah datang" Roy
"Roy sebenarnya apa yang terjadi, Kenapa Atya?" neinei
"nei....Atya jatuh di kamar mandi dan mengalami pendarahan yang hebat, dokter bilang kita hanya memiliki 1 kemungkinan, kita di suruh memilih antar ibunya atau anaknya sedangkan hal itu harus di putuskan oleh mulut Koko Aryan sendiri" Roy
"inalillahi wa innailaihi roji'un......kenapa ini harus terjadi pada anakku ya Allah" mama Atya yang baru saja datang dengan ayah dan Sulton
"lalu bagaimana sekarang nak Roy" tanya mama Atya yang terduduk lemas dengan air mata yang sudah keluar dengan derasnya
begitu juga Keluarga Aryan yang tidak bisa menahan air mata mereka
sampai akhirnya ada suster yang menghampiri Roy dan mengatakan bahwa Atya ingin berbicara dengan Roy
saat masuk Roy bisa melihat dengan berjuang menahan rasa sakit Atya menatap nya dengan penuh kegelisahan
"Roy...benarkan bahwa hanya bisa menyelamatkan 1 di antara aku dan anakku?" tanya Atya lirih
"Atya....itu hanya kemungkinan kita belum tau kelanjutannya jadi kumohon bertahan lah ku mohon kuatlah" Roy
"Roy...dimana Aryan?, apa dia sudah datang?, kenapa tidak menemui ku" dengan rasa sakit Atya mencoba bertanya lagi pada Roy
"Koko belum bisa datang Yaya..." jawab Roy tidak bersemangat
"Aku sudah tidak tahan lagi Roy... rasanya sangat sakit ku rasa aku akan melahirkan, bagaimana sekarang Roy ku mohon tolong aku" dengan lirih Atya berbicara
"kita tidak bisa memulai nya sebelum mendapatkan jawaban dari suami mu, apa dia akan memilih anaknya atau kamu" Roy
"Apa yang kamu fikirkan Roy... selamatkan anakku, selamatkan anak nya Aryan Roy...Aryan sangat menginginkan anak ini selamatkan anakku ku mohon" dengan berlinang air mata Atya malah meminta untuk menyelamatkan anaknya
"tapi...Aty...." Roy
"tidak ada tapi untuk sekarang Roy....ku mohon selamatkan anakku, sekarang aku baru sadar alasan allah membiarkan aku bangun dari pingsanku ini agar aku bisa memilih antar menyelamatkan aku atau anakku dan jika ada kesempatan lain sekalipun aku akan tetap memilih anakku.....kumohon Roy selamatkan anakku yang belum lahir kedunia ini, aku ingin dia lahir agar bisa merasakan dunia ini dan agar bisa membanggakan papa nya" dengan rasa sakit yang semakin kuat Atya mencoba untuk meyakinkan Roy agar menyelamatkan anaknya
"lalu bagaimana dengan keluarga kita Atya" Roy
"Roy...jika anak ini tidak lahir aku akan terus menyalahkan diriku yang tidak bisa menjaganya, setidaknya jika aku meninggal aku bisa merasa bahagia karna telah melahirkan anakku dengan sehat..... Aku percaya pada Allah Roy... Allah tidak akan meninggalkan ku, Allah tidak akan tinggal diam atas apa yang telah dia berikan padaku....Jika memiliki kesempatan mudah-mudahan aku tetap bisa bertahan Roy...kumohon dukung aku dan ku mohon bantu aku Roy" Atya yang terus mencoba meyakinkan Roy
"aku tidak bisa Yaya...aku tidak bisa, aku tidak mungkin sanggup melepaskan mu Yaya ku mohon relakan anakmu" Roy yang egois karna tidak ingin kehilangan Atya yang dia cintai walaupun sudah menjadi istri kakaknya itu
Atya pun mulai menggenggam tangan Roy yang berada di samping bet operasi nya itu
__ADS_1
"Roy.....saat ini aku memegang tanganmu dengan harapan besar agar kamu bisa membantuku, ku mohon Roy, aku ingin melihat tangan kecil anakku yang terlahir dengan sehat walaupun untuk terakhir kalinya, Roy aku begitu mencintai Aryan dan aku tidak ingin menghancurkan harapan nya Roy....Aku tau ini bukan pilihan yang mudah, tapi sampai kapanpun aku akan terus memilih pilihan ini agar menyelamatkan anakku..... mungkin ini terdengar egois Roy, tapi bagi seorang ibu mereka akan merelakan diri dan hidup mereka untuk anak mereka..... sekali lagi aku mohon padamu Roy" sambil melepaskan tangan Roy, Atya tiba-tiba saja menutupkan matanya dan berteriak karena sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya,
dokter pun bersiap dan mulai membantu persalinan Atya, sedangkan Roy terus memegang tangan Atya sambil mengusap kepala Atya dan terus menyemangatinya
dengan sekuat tenaga Atya berjuang di ikuti instruksi dari dokter sampai akhirnya kepala dari bayi itu terlihat dan akhirnya lahir..ternyata tidak sampai di situ ternyata di dalam perut Atya memiliki dua bayi
bayi pertama yang lahir adalah laki-laki dan yang kedua belum di ketahui
saat ingin mengeluarkan bayi yang kedua Atya malah tidak tahan dan hampir pingsan tapi Atya berhasil menahannya
Roy yang melihat Atya yang hampir tidak tahan itu mulai mendekat dan memegang erat tangannya sambil membisikkan kata-kata yang membuat Atya merasa lebih baik
"Atya.... percayalah Allah bersama kamu, Allah akan membalas dengan berlipat ganda atas perjuangan kamu, setelah ini kamu bisa melihat kedua anak kamu yang terlahir dengan sehat dan tampan,..... Koko Aryan pasti akan senang ketika mengetahui bahwa anak yang telah lahir adalah anak kembar, Koko sangat menginginkan anak laki-laki dan dia telah mendapatkan nya, Atya berjuang lah, bertahanlah jika tadi kamu memohon padaku untuk melahirkan anak ini maka aku ingin memohon pada mu untuk tetap bertahan demi Koko, Keluarga juga anak kamu,.....Mungkin alasan aku berada di sini dan bukannya Koko karna Allah ingin melihat perjuangan kamu, allah sedang memberikan cobaan pada kamu Yaya, kuatlah" Roy yang menyangkut pautkan Allah karna tau bahwa Atya akan tenang jika dihibur dengan menyebut nama Allah di setiap katanya(walaupun berbeda agama tetapi Roy begitu pengertian dan memiliki sifat toleransi yang besar, Roy sosok pria yang mulia dan memiliki keyakinan besar pada dirinya) Β°^pria tampan yang sempurna dan memiliki kepribadian yang goodluking, pengertian dan berbesar hati menerima setiap keadaan nya itu Roy^Β°
bagaikan sebuah obat, Atya merasa lebih tenang dan akhirnya melahirkan bayi keduanya yang seorang bayi perempuan dengan sehat dan sangat cantik
Di situ jugalah Roy langsung memeluk Atya sebagai adik ipar yang sangat bahagia atas kakaknya itu
segera setelah bayi di bersihkan Keluarga dipersilahkan masuk untuk melihat, mamah,neinei dan mama langsung bergantian memeluk Atya, begitu juga ayah, Sulton dan papah, saat bayi datang karna tidak ada Aryan ayah mengambil alih untuk mengAzankan kedua bayi secara bergantian di telinganya
Atya hanya bisa tersenyum dengan air mata yang tidak hentinya turun melihat ayahnya yang sedang mengAzani Cucunya itu
sampai akhirnya ada seseorang yang dengan kasar mendobrak pintu ruangan dan masuk dengan tergesa-gesa, ternyata itu Aryan
Aryan datang dengan air mata yang mengalir deras merasa bersalah
"Atya......maafkan aku...aku minta maaf, aku mengabaikan hanya karna pekerjaan....salahkan aku Atya, aku benar-benar tidak becus menjadi suami, aku tidak pantas menjadi suami dan menjadi ayah, aku benar-benar tidak berguna" Aryan
akhirnya para keluarga termasuk Roy meninggalkan Atya dan Aryan di ruangan itu dan menaruh kedua bayi kembar tersebut di samping Atya yang jelas adalah bet khusus bayi
keluarga tidak ingin mengganggu Aryan dan Atya, karna mereka yang tau bahwa Atya mungkin saja tidak bisa bertahan lama
di samping itu, saat Keluarga sudah keluar, dokter malah menemui mereka dan menjelaskan tentang hal yang tidak pernah terjadi
"keluarga nona Atya?" Dokter C
"Iyah dokter" papah yang mewakili keluarga
"terus terang saya bingung dengan kondisi nona Atya, di mana kebanyakan pasien tidak akan bangun untuk melahirkan ketika sudah pingsan dan terjadi pendarahan hebat dan seharusnya melakukan operasi sesar, tapi berbeda dengan orang lain, nona Atya malah bangun dan bisa melahirkan bayinya dengan sehat bahkan dua bayi dengan kondisi yang sangat tidak baik tersebut, jujur saja seharusnya nona Atya sudah tidak selamat sekarang karna telah melahirkan anaknya tapi sampai sekarang nona Atya masih bisa bertahan dan menyusui anaknya,..... sebenarnya saya merasa ini sangat aneh dan membingungkan di tambah tubuh nona Atya yang memang lemah dan penyakit bawaan yang dia miliki seharusnya sekarang nona Atya sudah tidak selamat,.....dan saya benar-benar merasa senang karna ternyata nona Atya baik-baik saja" dokter C
"ini sebuah keajaiban...ini pasti keajaiban dari yang maha kuasa" neinei
"Iyah saya rasa ini adalah keajaiban yang besar yang diberikan oleh yang maha kuasa pada nona Atya" dokter C
"Allah telah menjawab doa-doa Atya" batin Roy
di lain sisi Aryan sedang terus memegang tangan Atya sambil sesekali memperhatikan wajah anak-anak nya
"Aryannn...." Atya
__ADS_1
"Iyah Yaya" Aryan
"Yanyan...apa kamu sangat mencintai ku?" Atya
"kenapa kamu bicara seperti itu Yaya, tentu saja aku snagat mencintai mu, maafkan aku karna terlalu sibuk dengan pekerjaan ku" Aryan
"Yanyan....jika kamu mencintai ku, ku mohon jaga anak kita dengan baik, berikan mereka perlakuan yang adil dan kasih sayang yang tulus, berikan mereka cinta yang besar dan ajarkan mereka tentang agama" Atya
"Iyah Atya kita akan menjaga dan mendidik anak kita dengan sangat baik kelak dimasa depan" Aryan
sambil tersenyum Atya berkata
"Yanyan.... terkadang apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan apa yang Allah tentukan" Atya
"apa maksud kamu Yaya?" Aryan yang bertanya karna bingung dengan pernyataan istrinya itu
"apa kamu tidak memberikan nama untuk anak kita?" Atya Mengganti penyataan nya itu
"karna yang kakak laki-laki maka namanya adalah (Lu Chen Zain) dan karna yang perempuan memiliki mata yang besar maka namanya adalah ( Aisyah Ani Lu) bagaimana?" Aryan
"nama yang indah sangat cocok dengan perangai yang kamu miliki" Atya yang berbicara dengan nada lirih dan semakin lemah
"ada apa Yaya, kenapa apa ada yang sakit.....aku akan memanggil dokter dulu" Aryan yang ingin berdiri pun di cegah oleh Atya
Atya langsung memegang tangan Aryan dan mulai berbicara
"Yanyan....jika aku sudah tidak ada, kumohon carilah pengganti yang baik dan menyayangi anak kita, perhatikan terus anak kita, berikan mereka terus kasih sayang yang besar, jangan sering tinggalkan mereka seperti kemarin kamu yang sibuk dengan pekerjaannya kamu, Aryan aku merasa aku tidak sanggup untuk bertahan lagi, aku merasa aku tidak bisa terus membuka mataku untuk melihat kalian, jadi ku mohon jaga anak kita, perlakukan Keluarga ku dengan baik, jangan pernah tinggalkan Allah apa lagi untuk menyalakan Allah atas apa yang terjadi....Aryan aku terus bersama kalian walaupun tidak terlihat, aku berada di hati kalian....maafkan aku karna tidak bisa menjadi istri yang berguna untuk kamu dan tidak bisa menjadi ibu yang kuat untuk anak-anak kita" dengan lirih Atya berbicara dan menggenggam erat tangan aryan
"apa yang kamu katakan Yaya...apa maksud kamu jangan berkata seperti itu Yaya aku tidak menyukai nya" Aryan yang gelisah dan mengeluarkan secercah air mata
"sudahlah Yanyan...aku ingin tidur jangan dibangunkan yah......aku mencintaimu karna Allah" Atya yang berbicar sambil menengok ke arah sampinya melihat anak-anaknya dan kemudian langsung memejamkan matanya, di saat itu juga genggaman tangannya pada Aryan yang belum dia lepaskan itu seketika menjadi lemas dan tidak memiliki tenaga lagi
Aryan terkejut Kenapa secepat itu Atya tidur, Aryan pun memanggil dengan lembut nama Atya tapi Atya tidak merespon, dengan ragu-ragu dan takut akhirnya Aryan mengeceknya ternyata Atya sudah tidak bernafas lagi
tidak ada nafas yang di hembuskan oleh Atya lagi
_________________$__________
sampai sini dulu wak...besok adalah up terakhir dari novel ini, jangan bersedih dulu yah wak kita belum sampai pada akhir ceritanya
mohon terus dukung aku, mohon kritik dan sarannya
terimakasih karna terus stay nungguin novel aku
selamat membacaππ
mohon juga untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL πΉ
__ADS_1