
dengan badan yang gemetar Aryan mencoba bangun dari duduknya dan mulai berjalan keluar untuk memanggil Dokter
saat di luar Aryan yang melihat keluarga nya malah tidak memperdulikan mereka melainkan langsung berteriak dengan suara keras memanggil dokter, bahkan nada bicara Aryan begitu histeris
keluarga menjadi bingung dan ikut panik, segera saja ayah memegang Aryan dan bertanya
"Aryan ada apa nak?, kenapa kamu histeris sekali?" ayah Atya
"ayah....Atya.....Atya tidak bernafas, aku mencoba membangunkannya berkali-kali tapi Atya tidak merespon, bahkan denyut nadinya tidak ada, ayahh Atya....." Aryan yang menangis di pelukan ayah mertuanya itu
ayah Atya yang mendengar hal itu sontak tidak berkata apapun tubuhnya kaku pandangan nya mulai pudar, air mata seorang ayah yang tidak pernah terlihat akhirnya terlihat dengan derasnya
"a....a....ap....apa.....Koko jangan bercanda" Roy yang langsung berlari masuk keruangan Atya tanpa memperdulikan siapapun
mama Atya bahkan sudah jatuh terduduk di lantai, begitu juga Sulton yang mencoba membangunkan mamanya tapi degan air mata yang deras, Sulton sosok adik yang kuat walaupun sesedih apapun dia, dia akan mencoba menahan nya
mamah Aryan tidak lagi kuasa dan segera masuk menyusul Roy kedalam ruangan Atya
tapi neinei.....Neinei sosok orang yang begitu menyayangi Atya, mendengar kata yang di lontarkan dari mulut Aryan sontak neinei pun pingsan dan papah yang sedang terdiam menitihkan air mata itu langsung menangkap neinei yang pingsan dan segera memanggil dokter
sedangkan dokter yang mengurus persalinan Atya segera datang saat mendengar teriakkan histeris dari Aryan dan langsung masuk menuju ruangan
sedangkan Aryan masih tetap memeluk ayah dan terus menangis
di dalam dokter memeriksa Atya dan dokter pun mulai menggunakan alat kejut jantung(AED) pada Atya, beberapa kali dokter mencoba tapi tidak ada reaksi pada Atya
akhirnya dokter pun mulai ngambil kain dan meletakkan kain itu pada ujung kepala sampai kaki Atya
"nona Atya Aisyah ......waktu kematian pukul 02 : 00 dini hari
(yah waktu kematian Atya saat malam tepatnya pukul 2)
mamah Aryan terduduk lemas dan di pegangi oleh Roy, Roy juga sangat sakit dan berduka
akhirnya dokter memberitahu ayah dan mama Atya juga papah dan Aryan, bahwa Atya benar-benar sudah meninggal dunia dan tidak bisa di selamatkan lagi
"inalillahi wa innailaihi roji'un....ya Allah kenapa engkau mengambil anakku secepat ini" mama Atya
"sudah ma.... ikhlaskan Atya, Allah pasti memiliki alasan untuk ini semua, kita tidak berhak bertanya ataupun menyalahkan Allah" ayah yang langsung merangkul mama dan memeluknya
"Aryan, sabar yah nak.....ini semua ujian dari Allah kita tidak bisa melakukan apapun, kita hanya perlu menerima setiap hal yang akan di berikan oleh Allah" sambil memeluk mama, ayah tetap menenangkan Aryan dengan kata-katanya
Aryan pun pergi keruangan Atya dan memeluk istrinya yang sudah tidak lagi bernafas itu,
"Yaya..... maafkan aku karena tidak bisa menemani kamu, aku berjanji akan menjaga anak kita dan membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang,....kamu adalah orang tua yang paling hebat Yaya, kamu rela kehilangan hidup kamu agar menyelamatkan anak kita, Allah sudah menjanjikan surga untuk kamu Yaya.....bahagia lah disana sayang" Aryan menangis sejadi-jadinya nya melepaskan kepergian istrinya itu
Aryan pun memutuskan untuk mengambil kedua anaknya dan menggendong anaknya itu
"maafkan papa nak...papa tidak bisa menjaga mama dengan baik,...papa janji sama kalian papa akan membahagiakan kalian dan menuntun kalian pada jalan yang paling benar di sisi Allah.....hamba bersyukur kepada engkau ya Allah dan hamba pun mengadu pada saat yang sama.... terimakasih karna sudah memberikan anak yang tampan dan cantik untuk hamba ini ya Allah, hamba mohon jagalah istri hamba tempatkan lah Atya di sisimu ya Allah....Rรฒbbanaa Aatinaa Fid Dunyaa Hasanah, Wa Fil Aakhirรฒti Hasanah, Wa Qinaa โAdzaaban Naar." Aryan
tidak ada yang mengganggu Atya di ruangan itu sampai besok di bawa kembali kerumah
keluarga hanya bisa duduk di luar sambil terus merenung dan mencoba mengikhlaskan kepergian Atya
mama Atya sudah menghubungi Jelita yang tidak lain adalah sahabat nya, bergegas Jelita datang kerumah sakit bersama Raka
Jelita pun sepanjang jalan terus menangis karna mendapat kabar duka dari sahabat nya itu, baru saja tadi siang mereka bermain sambil bercanda gurau kenapa hal tidak terduga seperti ini datang tiba-tiba membuat pukulan besar untuk Jelita, Raka terus mencoba menenangkan Jelita tapi mau bagaimana Jelita terlalu terpukul atas apa yang terjadi
sesampainya di rumah sakit, Jelita segera berlari menuju lift dan meninggalkan Raka, Raka yang khawatir pun lari mengikuti Jelita
saat sampai di depan ruangan Atya, Jelita melihat seluruh keluarga Atya yang sedang duduk dengan ekspresi yang berkabung
"mama...." Jelita yang berlari ke arah mama Atya dan langsung memeluk mama Atya
"ma.... sebenarnya ada apa, kenapa ini bisa terjadi pada Atya?" Jelita
"Atya terlalu lemah untuk melahirkan anaknya lita....dan seharusnya Atya tidak melahirkan sekarang tapi karna kecelakaan di dalam kamar mandi mengharuskan Atya yang segera melahirkan" mama
"kenapa....kenapa bisa begini?" Jelita
"bukankah seharusnya dalam hal ini memiliki kemungkinan untuk menyelamatkan Atya?" Tanya Raka dengan datar
__ADS_1
"benar....Atya seharusnya bisa selamat jika mengorbankan anaknya, tapi Atya mati-matian meminta agar anaknya yang di selamatkan" mama
"astaga Atya....." Raka
"surga tempat mu Atya.... Kenapa kamu begitu cepat ninggalin aku bahkan tanpa pamit" Batin jelita dengan Isak tangis yang tidak berhenti di pelukan mama Atya
"aku ingin melihat Atya ma... setidaknya aku ingin pamit padanya" Jelita yang perlahan melepaskan pelukan dari mama Atya dan pergi ke dalam ruangan Atya
dengan perlahan dan dengan air mata yang deras Jelita berjalan mendekati jasad sahabatnya itu
dengan perlahan Jelita membuka kain yang menutupi wajah Atya dan mulai menangis sangat kencang lalu memeluk Atya yang sudah terbaring tak bernyawa itu
"Atya.... kenapa kamu pergi begitu saja, Kenapa tidak pamit dengan ku, setidaknya bertahanlah sampai aku datang, Kenapa kamu tega ninggalin aku secepat ini, kenapa Yaya........" Jelita
tidak berselang lama Jelita pun kembali menutup wajah Atya dengan kain dan pergi keruang bayi untuk melihat anak kembar Atya
saat sampai di ruangan bayi tersebut, memang di sana hanya ada bayi Atya segera Jelita mengangkat bayi perempuan Atya dan satu tangan lagi mengusap lembut bayi laki-laki Atya
"melahirkan anak kembar yang begitu indah, cantik dan tampan, tapi anak yang baru lahir harus kehilangan 85% dari kebahagiaan nya, apa artinya sekarang, begitu kasihan kamu nak, kenapa harus mama kamu yang pergi secepat ini, Bibi kecil berjanji sama kalian akan membantu menjaga kalian hingga dewasa dan menjadi anak yang cantik dan tampan seperti mama kalian.... kalian tidak sendiri sayang masih ada bibi kecil dan paman kecil yang akan menjaga kalian, kalian juga masih memiliki papa yang sangat menyayangi kalian, jadi tumbuhlah dengan sehat dan baik" Ucap Jelita lembut....ternyata di belakang Jelita ada Raka yang terus memperhatikan nya, Raka begitu tau bahwa Jelita begitu menyayangi Atya bagaikan saudara kandung yang tidak akan bisa digantikan
"tenang saja Yaya...aku akan menjaga anak-anak kamu dengan baik, jadi hiduplah dengan baik di atas sana" Batin Jelita seraya tersenyum melihat ke arah kedua bayi Atya
akhirnya Jelita memutuskan untuk menyudahi hal itu dan kembali untuk duduk bersama keluarga Atya di depan ruangan atya
-----------------------_-----------------------------
tidak berselang lama ada teriakan histeris dari dalam ruangan Atya
sontak semua keluarga berdiri dari duduk mereka dan keluarlah seorang suster yang berlari histeris suster itu tadinya masuk keruangan Atya untuk merapikan semua barang yang tersisa di ruangan itu tapi ada hal yang membuat nya takut hingga histeris seperti itu
"suster ada apa?...." papah Aryan
"tuan....ad...ada setan di dalam ruangan itu" suster yang berbicara dengan histeris
"apa maksud suster?" Ayah Atya yang tidak percaya
"nona Atya.....nona Atya bangkit dan menjadi hantu...." dengan wajah pucat suster itu menjelaskan
"tuan saya benar....nona Atya bangkit dari bet nya dengan wajah pucat" suster
"suster....coba tenangkan dulu fikiran anda dan diri anda lalu jelaskan secara perlahan dengan kami" Aryan
"tadi saat saya ingin membersihkan semua barang di samping bet nona Atya, tiba-tiba saja nona Atya memegang tangan saya dan mengatakan (tolong) tapi setelah itu nona Atya dengan sangat cepat bangun dan menatap saya, saya tidak sanggup dan langsung berlari keluar tuan" suster yang sudah sedikit tenang itu akhirnya menceritakan detail nya tapi masih dengan tubuh gemetar
"bukankah ini benar-benar omong kosong....tidak mungkin seorang yang sudah jelas kematian nya tiba-tiba bangkit" mamah Aryan
"saat aku memeluk Atya tadi, tubuhnya sudah benar-benar dingin, apa ini mungkin?" Jelita menyahut
"itu bisa saja....jika ini adalah mati suri" mama Atya dengan datar menjawab keraguan dari pihak mamah Aryan
"benar yang di katakan mamah, aku akan melihat nya dulu, Roy panggilkan dokter sekarang" Aryan yang segera pergi masuk ke dalam ruangan
Jelita ingin ikut melihat tapi di tahan oleh Raka dengan maksud membiarkan Aryan yang memperjelas hal itu dulu
perlahan Aryan membuka pintu dan perlahan pula dia berjalan di ruangan gelap itu dan jelas saja dia melihat Atya yang masih terbaring di bet pasien nya tapi dengan posisi kain yang menutupi wajahnya sudah terbuka
dengan was-was Aryan mendekat dan memegang tangan Atya, tidak seperti mayat sekarang tangannya tidak dingin
Aryan pun memegang wajah Atya benar saja wajahnya tidak dingin melainkan sangat hangat, Aryan pun mulai menempelkan telinganya pada dada Atya agar lebih yakin dengan hal itu lalu mengecek detak jantung milik Atya,. dan betapa kagetnya dia ketika merasakan bahwa detak jantung Atya yang berdetak dengan normal dan nafas yang mulai teratur
tiba-tiba dokter masuk dan segera saja Aryan menyuruh dokter mengambil alih
segera dokter mengecek detak jantung Atya dan menyenter kedua bola mata Atya
"ini keajaiban......ini benar-benar keajaiban yang nyata, nona Atya kembali hidup, hanya saja kondisinya sekarang sangat lemah dan saat ini sedang dalam kondisi pingsan....saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat nona Atya, tolong para keluarga banyak mendoakan keselamatan nona Atya" Dokter
air mata kebahagiaan pun turun dari mata indah seorang Aryan dengan rasa syukur yang besar Aryan segera sujud di tempat itu dengan terus-menerus menyebut nama Allah
setelah nya Aryan bangkit dan keluar memberitahu semua keluarga
betapa terkejutnya semua keluarga mendengar hal itu, Roy berlari masuk kembali ke dalam ruangan untuk melihat Atya begitu juga dengan Jelita dan keluarga yang lain
__ADS_1
sekarang tubuh Atya sudah dipasang infus dan alat pernafasan
keluarga sudah yakin bahwa apa yang mereka ragukan tadi ternyata benar telah terjadi
akhirnya para keluarga termasuk Jelita dan Raka pamit untuk pulang dan meninggalkan Aryan untuk menjaga Atya
sedangkan bayi kembar tetap di dalam ruangan mereka
sambil duduk di samping bet pasien Aryan terus-terusan mencium tangan Atya yang sedang ia pegang
"begitu besar kuasa mu ya Allah engkau telah membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin dan apa yang mustahil menjadi hal yang begitu mudah di lakukan.....maha suci engkau Allah dengan segala kebaikan nya" batin Aryan
"hamba sekarang mengerti ya Allah, apa alasan engkau melakukan semua ini jelas untuk menguji hamba yang telah lalai pada keluarga hamba, dan agar hamba sadar akan kebodohan yang telah hamba lakukan" Batin Aryan
"hamba berjanji atas nama engkau ya Allah, hamba tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, hamba begitu mencintai Atya dan tidak akan pernah meninggalkan nya" Aryan
tidak berselang lama tangan Atya bergerak, tapi Aryan belum menyadari hal itu
sampai akhirnya
"Aryan......" Atya dengan nada lembut dan lemah
sontak Aryan kaget dan langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut
"Yaya....Yaya" dengan semangat dan suara nyaring Aryan bangun dari duduknya dan menatap Atya kemudian langsung memeluk erat Atya
"Aryan.....jangan peluk seperti itu aku tidak bisa bernafas" Atya
"a...a...maafkan aku Yaya...kamu sadar sayang...kamu benar-benar kembali...terima kasih karna sudah berjuang sayang Terima kasih" Aryan
"apa-apaan kamu, kenapa berterima kasih dengan ku, pergi sholat dan bersyukur lah pada Allah atas semua yang telah Allah berikan" perintah Atya dengan nada yang masih lirih karna masih lelah dan sakit
"Iyah aku pergi sholat...kamu tidak lapar?, biar aku belikan makanan" Aryan
"aku tidak lapar, sana pergi sholat" perintah Atya lagi pada suaminya
"siap nyonya" Aryan yang segera pergi ke dalam WC untuk mengambil air wudhu
sedangkan itu sudah ada suster yang masuk dan ingin mengecek kondisi Atya
Atya pun meminta suster untuk mengambil kedua bayinya, segera suster pergi untuk mengambil bayi tersebut
saat suster datang membawa bayi Atya, tampak senyum indah bagaikan bidadari tersirat dari wajah polos Atya itu
"anak-anak ku, mama tidak akan meninggalkan kalian sayang, mama akan membesarkan kalian menjadi anak yang sukses dan beriman dan menjadi keturunan dari nabi Adam yang memiliki akhlak yang mulia" Atya berkata sambil mengusap kedua bayi kembarnya yang sedang tertidur di bet khusus bayi
tidak lama setelah Aryan selesai sholat pun dia mendatangi Atya dan duduk di samping bet Atya
"yanyan...tolong ambil Zain aku mau nyususin dia dulu" Atya
segera Aryan dengan perlahan mengangkat Zain dan memberikan nya pada Atya dan Aryan pun mengambil bayi perempuan nya (Ani) dan menggendong nya sambil duduk di samping Atya
dan akhirnya Novel ini pun selesai dengan happy ending
aku mau jelasin makna apa aja yang bisa di ambil dari novel ini di episode selanjutnya ya itu episode finaly ๐๐๐ di baca yah wak
ohh yah jangan lupa mampir di novel kak Desy yang menceritakan kisah sang Jelita dan Raka
novel paling seru yang selalu aku baca....๐๐
mampir juga di Novel aku yang bergenre horor religi ๐...semoga suka๐๐๐๐๐
selamat membaca๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
mohon untuk LIKE ๐ VOTE ๐ RATE โญ KOMEN ๐ฅฐ
SEE YOU NEXT TIME ๐
__ADS_1
HAPPY READING ALL ๐น