
"kenapa tangannya di kepal gituh?" aryan
"ada di dalam tangan yah isinya?" aryan
"Iyah..bisa kamu tebak ini apa" Atya
"emm apa ini seperti bibit tanaman?" Aryan
"hahahahhaha dasar pria datar tidak peka, bagaimana bisa bibit tanaman bisa sangat menjadi hal yang ingin kamu jaga di masa depan" Atya terbahak-bahak mendengar jawaban suaminya tersebut
"lalu apa?" Aryan yang mulai kesal
"Yaya kamu terlalu lama memberikan barang yang tidak jelas bentuk nya itu" Aryan
"ya ampunn kamu malah bilang tidak jelas...dasar tidak seru" Atya
"aku tidak mau main-main lagi tunjukkan sekarang" Aryan
"Iyah ini aku tunjukkan" Atya yang perlahan membuka kedua kepalan tangan yang menyatu itu secara bersamaan
saat terbuka tampaklah tespek dengan dua garis di tengahnya
Aryan yang melihat benda di tangan Atya awalnya masih Ragu tapi saat Aryan mengambil tiba-tiba saja dia mengalami denging yang amat keras di telinganya
di saat itu juga Aryan tidak memiliki ekspresi apapun tidak terlihat ada rasa kaget ataupun biasa saja
ekspresi nya datar dan terlihat di gin tapi sebenarnya ada rasa bahagia yang begitu besar yang akan dengan tiba-tiba meledak dari diri Aryan
setelah melihat tespek tersebut Aryan mengangkat kepalanya melihat ke arah istrinya tidak terasa air mata bahagia dari Aryan pun keluar dan langsung memeluk erat istrinya itu
"Terima kasih Yaya.... Terima kasih sayang.... Terima kasih" Aryan yang terus menerus bersyukur pada istrinya atas apa yang di berikan istrinya itu
"jangan berterima kasih pada ku Yanyan.... bersyukurlah pada Allah ini semua adalah kehendak nya" Atya
"Alhamdulillah hirobil Al-Amin...segala puji syukur aku panjatkan untuk mu ya Allah...terima kasih atas segala karunia yang engkau berikan" Aryan yang bersyukur sambil terus memeluk istrinya dengan lembut
"yanyan Terima kasih karna sudah hadir dalam hidupku dan telah memberikan benih kecil yang amat berharga ini untuk ku" Atya
"terima kasih juga Yaya" Aryan
ternyata bibi Hwang melihat mereka dari atas kamar dengan rasa bahagia akhirnya bibi Hwang memutuskan untuk tidur
Aryan dan Atya pun bergegas untuk tidur agar menyambut hari esok yang lebih baik
tidak terasa hari sudah pagi jam menunjukkan pukul 04:30 subuh, Atya bangun lebih dulu dan mandi untuk bersiap sholat
saat Atya membangunkan aryan, Aryan tidak merespon dan terus tidur
ternyata saat tengah malam saat jam masih menunjukkan pukul 1 Aryan terbangun dan melakukan sholat malam sendiri
di dalam sholat nya dia terus-menerus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan padanya Aryan pun terus berdoa untuk kesehatan istrinya
itu lah alasan yang membuat Aryan tidak bisa di bangunkan saat ingin sholat subuh
Atya pun memutuskan untuk sholat sendiri, saat Atya sholat pun Atya berdoa memohon untuk terus memiliki rumah tangga yang baik hingga di hari tua, atya pun berdoa untuk kesehatan janin di dalam rahimnya itu.
saat selesai sholat Atya melihat suaminya yang belum bangun dan tidak ingin mengganggu suaminya itu akhirnya Atya memutuskan untuk pergi memasak sarapan pagi bersama bibi Hwang
tidak lama saat selesai masak, Aryan juga sudah mandi dan sudah bersiap-siap untuk pergi kerja ternyata hari ini dia mendadak ada rapat di kantornya membuat nya tidak bisa menemani Atya pergi untuk periksa ke rumah sakit
"selamat pagi Yaya.... selamat pagi bibi Hwang" Aryan
"pagi" Atya + bibi Hwang
"ayo sarapan Tuan muda keburu dingin entar makanannya" bibi Hwang
__ADS_1
"kamu udah rapi aja pagi begini" Atya
"Yaya maaf hari ini gak bisa temenin kamu periksa, ada rapat mendadak di perusahaan" Aryan
"emmm oke deh gpp kok" Atya
"maaf yah" Aryan
"😁😁😁" Atya
selesai makan akhirnya Aryan segera pergi karna di luar sudah ada Jack yang menjemput nya
"Yaya aku pergi dulu...jika terjadi sesuatu atau ingin sesuatu langsung hubungi aku yah" Aryan yang mengelus rambut Atya sekilas lalu pergi
"jika sudah masalah pekerjaan tuan muda selalu jadi yang tidak mau ketinggalan" bibi Hwang
"aku harap kedepannya dia tidak akan mengesampingkan Keluarga nya karna pekerjaan nya" Atya
"tapi tuan muda selalu menjadi yang paling depan jika masalah nyonya" bibi Hwang
"Kenapa bibi mengatakan hal itu?" Atya bingung
"karna dulu saat baru pertama melihat nyonya tuan muda langsung menyukai nyonya" bibi Hwang
"apa...benarkah?.... bagaimana bibi tau?" Atya
"karna tuan selalu menceritakan sesuatu yang dia alami pada bibi alih-alih bibi seperti lebih dekat dengannya dibandingkan ibu kandungnya" bibi Hwang
"ahhh itu benar juga bi...Aryan juga banyak bercerita tentang bibi pada ku di bandingkan mamah" Atya
saat asik berbincang terdengar bahwa pintu rumah terbuka dan ada beberapa orang yang masuk dengan heboh dan riuh membuat Atya dan bibi Hwang terkejut
"AHHHHHHHH cucu nenek sudahhh hamilll... sebentar lagi neinei akan punya cicit" teriak neinei saat memasuki rumah
"Yaya kenapa kamu tidak mengabari mamah lebih awal tentang ini" saut mamah yang menyusul neinei
"kamu Atya bisa-bisanya kamu tidak mengatakan nya pada kami lebih awal" neinei
"neinei Atya juga baru tau tadi malam itupun karna bibi Hwang yang memberi tahu Atya" Atya
"bibi Hwang Terima kasih, Yaya ini terlalu polos karna itu dia tidak mengerti dan membuat bibi repot" neinei
"tidak nyonya besar...ini suatu kebahagiaan untuk saya juga karna sebentar lagi saya bisa melihat anak kecil di rumah ini....nyonya muda dan tuan muda tidak pernah bertengkar atau pun bermain jadi rumah ini agak sepi" bibi Hwang
"pokoknya bibi Hwang Terima kasih dan akan terus merepotkan mu di masa depan" neinei
"itu tidak jadi masalah nyonya besar" bibi Hwang
"lalu dimana Aryan?" mamah
"kerja...katanya ada rapat hari ini" saut Atya sambil memakan apel yang telah di potong oleh bibi Hwang
"jadi kamu belum ke rumah sakit untuk periksa?" mamah
"belum..." Atya
"tadinya Atya berencana pergi sendiri siang ini" Atya
"kamu bodoh yah pergi sendiri...nanti terjadi sesuatu di jalan bagaimana" saut neinei ketus
tiba-tiba saja ada suara yang menyaut dengan lumayan besar menuju mereka dari arah pintu
"ayo biar mamah saja yang antar ke rumah sakit" saut mama atya
ternyata mama atya pun mendapat kabar dan bergegas pergi ke rumah Atya
"biar aku saja besan" saut mamah Aryan
__ADS_1
"biar neinei saja" neinei
"aku saja neinei, besan" mamah Atya
"tidak papa ini kali pertama Atya biar aku saja besan" mamah Aryan
"jangan kalian masih banyak pekerjaan biar neinei saja" neinei
perdebatan itu terus berlanjut halnitu membuat Atya pusing dan hanya bisa duduk menatap para orang tua merebutkan mereka
perdebatan terus berlanjut sampai akhirnya di rumah sakit____
mamah Aryan, mamah Atya, neinei mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk bersama mengantar Atya
Atya hanya bisa diam dan mengikuti keinginan para orang tua dia tidak di beri kesempatan untuk berbicara membuat dia pasrah dengan apa yang terjadi
saat periksa tentu saja semua berjalan lancar....dokter bilang janin dan ibunya sehat tidak ada yang perlu di khawatir kan membuat para orang tua bahagia mendengar nya
setelahnya mereka pulang ke rumah Atya untuk tetap menjaga Atya satu harian penuh sampai Aryan datang
hari berganti hari\_\_\_\_Minggu berganti Minggu\_\_\_bulan berganti bulan
tidak terasa usia kandungan Atya sudah menginjak 8 bulan sejauh ini semua berjalan baik-baik saja dan tinggal menunggu 1 bulan 10 hari untuk menyambut malaikat kecil Aryan dan Atya
tapi ada satu masalah yang membuat Aryan jarang di rumah untuk menemani Atya
perusahaan milik Aryan mengalami penurunan saham yang sangat besar membuatnya harus lembur untuk menyelesaikan masalah di perusahaan tersebut
sejauh ini pula Atya hanya bisa tidur jika mencium aroma tubuh dari suaminya yang otomatis membuatnya kesusahan tidur setiap malamnya karna Aryan yang selalu terlambat ketika pulang
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
lanjuttt besok......🙃🙃🙃
maafkan saya Wak kalau up ini sedikit berbelit kata-katanya 😁😁
mohon untuk dukungan nya kakak
jangan lupa mampir di novel aku yang sebelah yah
judulnya : AKU DAPAT MERASAKANNYA ☠️
jangan lupa LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰
THANKS FOR YOU ALL 🌈
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME 🍒