
Hari itu pun berlalu begitu cepat, Atya sudah harus pamit pulang pada seluruh anggota keluarga yang ada di rumah utama
Dan Aryan pun mengantar atya pulang dalam perjalanan mereka tidak seperti biasanya, mereka berdua tampak kaku dan bungkam mulut
Tampak rasa ragu dan takut di wajah Aryan yang khawatir kekasih yang sangat dia cintai itu salah faham dan marah
Sedangkan wajah Atya begitu sendu dan tidak semangat, terpancar rasa kecewa di wajah nya, hati nya begitu hancur mendengar kata-kata Laura tadi, Atya berfikir lagi,"memang benar aku tidak cocok dengan Aryan dari segi manapun, berbeda setatus, dan agama itu penghalang besar tidak ada salah nya Laura berkata begitu" Batin Atya sambil melamun
Aryan memberanikan diri membuka suara
"Yaya....." Aryan
"Emmmm Iyah yan?" Atya yang menjawab singkat
"Maaf kan aku Yaya, Laura adalah teman kecil ku dia terlalu di manja sehingga tidak memiliki attitude yang baik" Aryan
"Tidak papa yanyan, apa yang di katakan Laura juga tidak semua nya salah"
"Tidak Yaya apa yang di katakan semua nya salah, kamu wanita baik tidak bisa di bandingkan dengan nya" Aryan
"Sudah lah yanyan tidak papa.....dari yang aku lihat ku rasa kamu benar-benar tidak menyukai Laura dan merasa risih saat ada dia, sebenarnya ada apa?" Atya
"Ahhh itu....itu karn..." Aryan
"Sudah lah tidak usah di lanjutkan jika tidak bisa menjawab" Atya
"Bukan begitu Yaya, aku akan ceritakan semuanya sama kamu tentang kejadian masa laluku,tidak akan ada yang kusembunyikan dari mu aku janji" Aryan
Aryan pun mulai menceritakan kisah yang dia alami di masa lalu dan bagaimana dia bisa begitu membenci Laura.
Atya mulai memahami maksud Aryan dan tidak salah faham lagi, tapi dalam hati nya tetap tidak tenang karna semua anggota keluarga Aryan sudah menyukai nya takut sewaktu waktu mereka di paksa untuk menikah, di situ Atya memutuskan setelah pulang nanti dia akan langsung memberitahu orang tua nya
"Besok ada waktu?" Atya yang bertanya pada Aryan
"Kemungkinan gak ada, kata Jack ada klien dari luar negri jadi mungkin besok aku harus rapat dengan mereka" Aryan yang menjelaskan pada Atya segala tentang urusan nya besok
"Memangnya ada apa Yaya?" Aryan
"Tidak ada tidak ada, aku fikir kamu akan main ke rumah" Atya
"Besok tidak dulu yah sayang, maaf" Aryan
"Mmmmm baiklah" Atya
Akhirnya mereka sampai di rumah Atya, dan seperti biasa Aryan tidak mampir dan langsung pulang dan hanya memberi salam untuk orang tua atya
Saat masuk ke dalam rumah Atya yang melihat ayah dan mamah nya sedang duduk di sofa, ia pun menyalami kedua orang tua nya itu dan duduk di samping mamah.
"Ayah"
__ADS_1
"Mamah"
"Iyah sayang" ayah dan mamah
"Ada yang mau Atya katakan" Atya
"Iyah sayang bilang saja, ayah sama mamah dengar" mamah
"Tolong jangan marah dengan Atya yah,mah" Atya
"Ada apa nak?" Ayah
"Sebenarnya hubungan Atya dan Aryan tidak se sederhana yang ayah dan mamah fikiran, kami tidak berteman atau pun bersahabat" Atya
"Maksud kamu apa Yaya?" Mamah
"Atya dan Aryan pacaran yah,,mah" Atya yang menunduk bersalah saat melihat wajah kedua orang tua nya berubah bingung
"Apa maksud kamu sayang, kalian pacaran, kamu ini jangan bercanda ini bukan hal yang bisa di jadikan bahan candaan nak" mamah
"Apa maksud kamu Atya" ayah
"Maaf kan Atya ayah,mamah Atya tau Atya salah, tapi Atya mencintai Aryan ayah, kami saling mencintai" Atya yang berbicara sambil menundukkan kepala nya
"ATYA......" Ayah yang tiba-tiba membentak Atya
"Sudah yah jangan marah dulu, dengar kan penjelasan Atya" mamah yang mencoba menenangkan ayah
"Ayah maafkan Atya,hiks....Atya salah....tapi Atya mencintai Aryan ayah" Atya yang menetes kan air mata saat mendengar bentakan dari ayah nya
"Apa kamu tau, kita orang Islam nak, kita berbeda dengan mereka, status mereka berbeda dengan kita bahkan agama kita juga," mamah
"Apa kamu mau menikah dengan orang yang berada keyakinan dengan mu dan ikut dalam agama nya?" Ayah
"Hiks...hiks...Tidak ayah" Atya
"Lalu kenapa kamu menjalin hubungan dengan nya?" Ayah
"Ayah Atya tau salah,hikss... maafkan Atya ayah..." Atya
"Sekarang ayah tanya apa dia mau masuk dalam agama kita, apa orang tua mereka setuju dengan ini?" Ayah
"Tidak ayah...hikss....hiksss..hiksss.." Atya
"Nak, pacaran beda agama itu sulit, lebih baik jangan yah" mamah
"Iyah kalo putus!, Kalo jadi serius bagaimana" ayah
"Nanti kamu terpaksa memilih antara agama atau jodoh" ayah
__ADS_1
"Itu posisi yang berat" mamah
"Iyah kalo kamu yang terpaksa memilih" ayah
"Kalo dia yang terpaksa memilih bagaimana?" Ayah
"Apa kamu tega sama dia?" Ayah yang mendekati Atya dan mengelus pelan puncak kepala anak nya itu
"Kalo dia harus memilih antara Tuhan nya atau kamu" ayah
"Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan nya nanti, itu pun jika dia tidak akan menyesali nya di kemudian hari, kalau dia menyesal bagaimana, siapa yang akan rugi dan dosa nak, itu kalian berdua juga yang tanggung" ayah
"Jadi saat ini, ayah mau kamu berfikir lebih matang lagi dan bicarakan dengan nya jika memang tidak bisa di lanjutkan maka lepaskan dia, jika bisa bertahan maka fikiran agama kalian" ayah
"Apa kamu mau meninggalkan agama kamu demi bersama dia?" Ayah
"Tidak ayah" Atya
"Mungkin saja, dia juga sama seperti kamu, dia akan lebih memilih Tuhan nya dari kamu" ayah
"Jadi, kamu temui dia dan perjelas dulu masalah kamu ini yah nak" ayah
"Baiklah ayah, maaf kan Atya, mamah, ayah" Atya yang kemudia memeluk ayah nya di barengi dengan mamah nya yang mengelus puncak kepala anak gadis nya itu
Sampai sini dulu wak
Kayak nya bakal AND nih sebentar lagi
Mohon dukungan nya para Readers lovers
Jangan bosen sama novel aku yah
Ohhh yah aku buat novel baru bergendre horor jangan lupa mampir yah judulnya (☠️Aku Dapat Merasakannya☠️) semoga suka
Mohon juga untuk
LIKE 👍
VOTE 😉
Rate⭐
And
KOMEN🤩
See you next time🥰
Happy reading all😍
__ADS_1