
***Hari pertama setelah pernikahan
hidup baru dengan orang baru yang di cintai, itu adalah kebahagiaan sesungguhnya dari Allah di dunia
Allah menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zinah
bagi seorang manusia yang tahan dari godaan zinah dan kuat untuk sampai ke dalam pernikahan adalah orang yang paling mulia hidupnya, di dunia maupun di akhirat nanti***
Hari menjelang pagi, Atya belum bangun padahal jam sudah menunjukkan pukul 04:39 tidak biasanya dia tidak bangun padahal sudah hampir sholat subuh apa lagi ini adalah hari pertama setelah pernikahan nya, seharusnya dia bangun duluan untuk membangunkan suaminya agar sholat bersama dan membuat sarapan untuk suami nya
tapi apalah daya, Atya terlalu cape malam tadi hingga tidak bisa bangun
sedangkan Aryan sudah bangun dan sudah mandi, Aryan yang melihat istrinya masih terlelap itu pun akhirnya mendekati wajah istrinya lalu mengecup pelan kening istrinya dan menggoyangkan tubuh istrinya perlahan untuk membangunkan istri nya itu
"Yaya...Yaya bangun sayang sudah subuh kamu gak sholat?" Aryan
"hoammm" atya sambil menutup mulutnya dan duduk di ranjang
"sudah jam berapa yan?" Atya
"sudah jam setengah 5 loh, gak sholat?" Aryan
"astagfirullah, ya ampun kok aku lama si bangun nya malah kamu duluan" Atya yang kaget itu langsung melebarkan matanya
"gpp, telat sedikit aja kok, kamu kan juga cape" Aryan
"Iyah tapi aku belum lagi masak aduh aku ini" Atya yang buru-buru bangkit dari kasurnya itu
"kamu mandi aja siap-siap mau sholat setelah itu kamu pake baju rapi yah, masalah masak kan ada bibi Hwang" Aryan
"astaghfirullah aku lupa, ya udah aku mandi dulu" Atya yang Mau berlari itu tiba-tiba saja di pegang tangannya
"gak mau di mandiin?" Aryan yang menggoda Atya
"ihhh kamu mah udah gak usah becanda" Atya yang merona dan langsung ngacir kekamar mandi
"hahahah" Aryan yang tertawa puas melihat istrinya itu
saat selesai mandi akhirnya mereka pun sholat berjamaah berdua
selesai sholat mereka turun untuk sarapan, di ruang makan sudah ada bibi Hwang yang sedang menyiapkan makanan
__ADS_1
"pagi tuan muda, nyonya muda" sapa bibi Hwang ramah
"pagi bibi" Aryan-Atya
ruang makanπ
mereka pun makan dalam keadaan diam, tentu saja bibi Hwang juga ikut makan
saat sedang makan ada yang memencet bel rumah mereka
bibi Hwang segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang berkunjung pagi-pagi
tidak di sangka itu adalah Roy
dia datang membawa minuman bernutrisi yang di buat khusus oleh neinei dan mamah untuk atya
segera saja bibi Hwang menyuruh nya masuk untuk ikut sarapan dan dengan sifat tidak tau malu yang di miliki Roy tentu saja dia langsung masuk dan ikut sarapan bersama mereka
"pagi Koko" Roy
"Roy apa sekarang kau menggoda istri ku?" Aryan
"Koko, aku hanya menyapaππ, jangan terlalu berlebihan kau bisa di sangka posesif nantinya" Roy
"lebih baik posesif dari pada kehilangan" Aryan
"kau fikir kalau orang posesif tidak akan kehilangan, kau tau terkadang wanita tidak suka laki-laki yang terlalu ikut campur, cemburu, dan terlalu mengatur" Roy
"memangnya kau tau apa anak kecil" Aryan
"Koko...aku sudah dewasa bahkan aku seorang dokter pintar sekali kau bilang aku anak kecil" Roy
"iyh memang kau anak kecil, hanya tubuhmu saja yang dewasa"
"jangan panggil aku anak kecil paman, aku Roy nama ku Roy" Roy
"dah lah, cape berdebat sama kolang Kaling" Aryan
"gini nih kalo kutub Utara di kasih nyawa, untung aja kagak melelehππ" Roy
__ADS_1
ππππππ€¨π³ππ₯±πekspresi Atya dan bibi Hwang yang menyaksikan perdebatan tidak bermutu dari dua saudara itu
"tidak bisakah kalian bersikap layaknya umur kalian, benar-benar bahkan anak TK lebih akur dari kalian" Atya yang mulai kesal
Roy dan Aryan hanya terdiam kaku dan mengangguk
"kamu Roy cepat makan dan pergi kerja
dan kamu aryan apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Atya
"baik kakak ipar segera laksanakan" Roy yang memberi hormat dengan menaikkan tangannya ke atas keningnya dan langsung memakan makanan nya tanpa berbicara
"ak....aku tentu saja menghabiskan hari ini dengan istri kuππ" Aryan yang benar-benar tidak merasa bersalah
"ππππ" Atya
bibi Hwang hanya tertawa melihat keluarga itu dan pergi ke dapur
btw foto rumah Aryanπ
Dah sampai sini dulu cape...
jadi author dah putuskan Bab kali ini gak jadi And karna ada permintaan dari Readers yang ingin Atya dan Aryan sampai memiliki bayi jadi kemungkinan bakal And di Bab 60πππ
di undur Mulu AND nya
btw jika suka jangan lupa untuk terus memberikan dukungan nya
mohon kritik dan sarannya bagi yang berpengalaman
jangan bosen yah sama cerita aku
mohon juga untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
THANKS FOR YOU ALL π
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL πΉ
__ADS_1