PERBEDAAN AGAMA KITA

PERBEDAAN AGAMA KITA
Bab 64 masalah Aryan (sahabat Atya datang)


__ADS_3

Aryan terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai pada satu hari Aryan sama sekali tidak pulang ke rumah sedangkan Atya sudah sering merasakan rasa sakit pada perutnya


Atya terus-terusan mengeluh pada bibi Hwang tapi bibi Hwang pun tidak tau harus bagaimana


"bibi perut aku sakittt....Yanyan kenapa belum pulang ini sudah jam 2 malam kenapa Yanyan belum pulang bi" rengek Atya pada bibi Hwang


"nyonya... nyonya sabar yah mungkin tuan sebentar lagi akan pulang" bibi Hwang


"bi....hiks... sebenarnya ada apa dengan perusahaan Aryan kenapa dia gak mau cerita sama aku bi..hiks...bibi aku gak bisa terus-terusan diam begini" Atya


"nyonya ngomong apa si... masalah tuan akan segera teratasi nyonya gak perlu khawatir, sekarang yang harus nyonya perhatikan adalah kesehatan nyonya dan kesehatan can-can di dalam perut nyonya"


"tapi aku tidak bisa tidur jika tidak ada Yanyan bi...hiks..." Atya masih menangis memeluk perut bibi Hwang yang sedang berdiri(posisinya Atya sedang duduk di sofa dan bibi Hwang sedang berdiri di peluk oleh Atya dari bawah)


"nyonya yang sabar yah.... mudah-mudahan tuhan terus melindungi nyonya dan baby nyonya" bibi Hwang


"aminnn....hikss...." Atya


"nyonya tunggu sebentar di sini bibi ambilkan air minum dulu...jangan menangis terus nanti can-can akan sedih di dalam" bibi Hwang


"Iyah" Atya


akhirnya bibi Hwang beranjak untuk pergi ke dapur sampai di dapur bibi Hwang menggunakan kesempatan itu untuk menelfon Roy


tringg.....


bunyi hp Roy...segera saja Roy mengangkat panggilan tersebut saat melihat nama yang tertera dalam layar hp adalah bibi Hwang


πŸ“ž"Iyah Bi ada apa....." Roy


πŸ“ž"tuan Roy bibi tidak tau harus bagaimana lagi dengan kondisi nyonya Atya sekarang, nyonya benar-benar tidak bisa tidur karna tuan muda belum pulang" bibi Hwang


πŸ“ž"astaga ini sudah sangat malam..dan Koko belum pulang?" Roy


πŸ“ž"Iyah tuan Roy...bibi tidak bisa lagi membujuk nyonya dia benar-benar tidak mau mendengar bibi" bibi Hwang


πŸ“ž"tenang lah bi...aku akan coba telfon Koko, bibi suruh saja Atya untuk beristirahat dulu besok jika Koko belum kembali aku akan membawanya menemui Koko" Roy


πŸ“ž"baiklah tuan...maaf karna mengganggu malam anda" bibi Hwang


πŸ“ž"tidak papa Bi...aku juga belum tidur" Roy


πŸ“ž"baiklah kalau begitu bibi tutup telfonnya" bibi Hwang


πŸ“ž"baik bi" Roy


☎️☎️☎️☎️☎️


"Koko kenapa tidak memikirkan Atya di rumah, kenapa masih terus memikirkan perusahaan itu sii aishhh" gumam kesal dari Roy


hingga akhirnya dia memikirkan mama atya yang mungkin saja bisa membantunya


saat itu Roy pun ingin mengambil handphone miliknya tapi dia ingat ini sudah hampir subuh tidak mungkin mamah Atya tidak tidur


dia segera mengurungkan niatnya tersebut dan berfikir akan baik jika dia hubungi besok pagi


_________________


akhirnya pagi menyambut dengan hangat dan indah tapi tidak untuk atya...dia sedih bahkan saat selesai sholat subuh Atya memilih kembali ke dalam kamarnya untuk tidur, biasanya Atya setiap selesai sholat subuh dia akan segera duduk manis di ruang tamu pamit pada suaminya yang ingin kerja atau dia akan membantu bibi Hwang dengan masakan nya tapi kali ini tidak Atya dengan perut besarnya itu dan mood yang jelek itu hanya mengurung diri di kamar


bibi Hwang pun khawatir dengan kondisi Atya dan memutuskan untuk menelfon Roy lagi


☎️tring.......


πŸ“ž"taun Roy" bibi Hwang


πŸ“ž"ada apa bi?....apa terjadi sesuatu?" tanya Roy


πŸ“ž"nyonya muda mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar, bibi sudah memanggil nya berapa kali tapi tidak ada jawaban dari nyonya" bibi Hwang


πŸ“ž"apa pagi ini pun Koko belum datang?" Roy


πŸ“ž"belum tuan... itulah mengapa nyonya terus mengurung diri di kamarnya...tuan muda tidak pernah seperti ini sebelumnya bahkan tidak memberi kabar sedikit pun pada nyonya" bibi Hwang


πŸ“ž"aku juga sudah coba menghubungi Koko tapi dia tidak mengangkat nya bahkan nomornya sedang tidak aktif" Roy


πŸ“ž"ya Tuhan sebenarnya ada apa dengan tuan muda Aryan" bibi Hwang


πŸ“ž"bibi sabar saja jangan khawatir aku akan coba mengurus semuanya, bibi terus saja awasi Atya, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku bi" Roy


πŸ“ž"baiklah tuan" bibi Hwang

__ADS_1


segera saja Roy mengutak Atik hp nya hingga menemukan nomor mama atya dan langsung menelfonnya


☎️tuttttt.... tuttttt...


πŸ“ž"Halo...salam mama Nani" Roy berbicara Formal


πŸ“ž"Halo Iyah nak Roy?" mamah Atya


πŸ“ž"mama....apa boleh bertanya?" Roy


πŸ“ž"boleh nak.... katakan saja" mama atya


πŸ“ž"apa mama ada waktu siang ini" Roy


πŸ“ž"siang ini yah... mungkin akan sedikit repot di restoran...ada apa yah nak Roy" mama atya


πŸ“ž"ti...tidak ada mama tidak usah di perdulikan" Roy


"sebenarnya kenapa nak.. mungkin mama bisa bantu" mama atya


πŸ“ž"emmm begini saja mama...apa Atya punya sahabat?...yang sangat dekat dengan Atya... seperti teman yang selalu ada untuk atya" tanya Roy Ragu


πŸ“ž"sahabat Atya?......ohhh Iyah Atya memiliki sahabat yang sangat dia cintai namanya Jelita Khairani kenapa yah?" tanya mama Atya


πŸ“ž"apa Roy boleh minta nomor telepon nya?" Roy


πŸ“ž"untuk apa nak....mama bisa saja kasih tapi takutnya akan mengganggu Jelita yang" mama Atya


πŸ“ž"aku ingin agar sahabat Atya bisa menemani Atya ma... soalnya belakangan ini Koko Aryan sering terlambat pulang karna masalah dengan perusahaan nya" Roy


πŸ“ž"akan mama hubungi Jelita....kenapa baru sekarang kasih tau tentang Yaya, kan bisa mama yang akan menjaga Yaya" mama Atya


πŸ“ž" tidak ma Atya tidak ingin mengganggu mama karna itu tidak berani menelfon mama" Roy


πŸ“ž"baiklah mama akan coba meminta tolong dari Jelita" mama Atya


πŸ“ž"terima kasih mama" Roy


πŸ“ž"mama lah yang seharusnya berterima kasih, karna ketika Aryan sibuk kamu masih bisa menjaga Yaya sebagai adik ipar sekaligus teman untuk Yaya" mama Atya


πŸ“ž"itu bukan apa-apa mah...yah sudah Roy tutup dulu telfonnya mama.." Roy


akhirnya telfonpun tertutup dan segera mama Atya mencari nama Jelita di kontak hp nya itu, saat sudah menemukan nya akhirnya mama langsung menghubungi jelita


hubungan asmara Jelita begitu rumit, Jelita sendiri menikah lebih awal dari Atya, pernikahan Jelita adalah sebuah perjodohan yang memiliki banyak lika-liku di dalamnya


tapi saat Jelita mendapat telfon dari mama Atya dan bahkan mendengar mama Atya yang meminta tolong pada Jelita..di saat itu Jelita yang tengah sibuk dengan banyak hal langsung membatalkan semua urusan nya dan tanpa ragu mengatakan iya untuk menjaga Atya


saat itu segera saja Jelita mengepak beberapa barang yang sering dia gunakan dan langsung mengambil mobilnya untuk pergi menuju rumah Atya


Jelita sudah meminta izin pada suaminya dan suminya sendiri adalah bos di perusahaan tempat ia bekerja jadi Jelita bisa sedikit lebih tenang


tidak berselang lama akhirnya Jelita sampai di rumah Atya tidak berlama-lama Jelita langsung menekan bell rumah tersebut


bibi Hwang yang mendengar bell rumah berbunyi pun bertanya-tanya siapa yang datang jam 10, karna jika itu Aryan atau keluarga mereka pasti akan langsung masuk dan tidak menekan bell, dan bibi Hwang segera membuka kamera depan rumah dan terpampang wajah seorang wanita cantik yang begitu elegan


langsung saja bibi Hwang keluar untuk menyambut tamu cantik yah tidak dia ketahui itu


"Iyah" bibi Hwang yang baru saja keluar


"permisi apa benar ini rumah Atya Aisyah istri dari Lutfi Aryan?" tanya Jelita ramah


"benar nona...nona ini siapa yah?" bibi Hwang


"saya sahabat Atya Bu...saya di suruh sama mama untuk datang menjaga Atya" jawab Jelita


"ohhh anda sahabatnya nyonya Atya silahkan masuk nona ayo jangan sungkan anggap rumah sendiri" bibi Hwang yang menyambut Jelita dengan penuh harapan


"terimakasih Bu....tapi di mana Atya?" tanya Jelita bingung saat memasuki rumah yang tenang dan sepi itu


"panggil bibi saja...saya pembantu rumah tangga di sini jangan terlalu sungkan....itu dia nona...nyonya Atya terus di dalam kamar dan tidak mau keluar bibi khawatir dengan kesehatan nya dan bayi nya" bibi Hwang


"astaga yaya itu sejak kapan dia jadi kekanak-kanakan seperti itu" Jelita


"Iyah nona ini semua karna tuan belum pulang dari kemarin" bibi Hwang


"tidak papa Bi mungkin Aryan sedang banyak masalah dan lagi Atya sedang hamil karna itu dia sangat sensitif...bibi bisa antar aku ke kamar Atya?" jelita


"Iyah ayo nona" bibi Hwang


sampailah mereka di depan kamar Atya

__ADS_1


"nyonya.....tolong keluar lah ada teman nyonya di luar" bibi Hwang


"katakan padanya untuk pulang...aku sedang tidak ingin menemui siapapun sekarang" Atya dengan nada sedikit tinggi


"nyonya ini sahabat nyonya loh yang datang dia membawa banyak barang untuk menemani nyonya" bibi Hwang mencoba membujuk Atya


"sahabat?.....siapa bi apa Jelita...tapi tidak mungkin Jelita sangat sibuk dan dia tidak tau rumah ini" Atya yang tidak percaya dengan omongan bibi Hwang


segera saja Jelita mengambil alih bicara dan membentak Atya


"hei.....Yaya kamu masih berani bilang aku sibuk sedangkan kamu sendiri tidak mengabari aku😐, kamu tau sendiri aku bisa menunda semua pekerjaan ku untuk mu tapi kamu masih bisa diam ketika ada masalah seperti sekarang" kesal Jelita karna sahabatnya yang selalu diam bahkan ketika memiliki masalah yang begitu besar


sontak Atya kaget ketika mendengar suara dari sahabat yang sangat dia cintai itu segera dia bangkit dari ranjangnya dan membuka pintu kamar tersebut tidak terasa air mata Atya menetes seakan mengadu langsung melalui matanya pada Jelita


"kan coba lihat wajahmu terlihat tidak terurus ketika kamu menangis...awas saja jika terjadi sesuatu pada keponakan kecilku" Omel Jelita sambil mengelus sekilas perut buncit Atya


"Aku merindukan mu" Atya


"kamu fikir aku tidak, kamu jahat sekali Yaya bahkan ketika ada masalah tidak mau mengeluh memangnya kita bukan sahabat yah?" Jelita yang tidak hentinya memarahi Atya


"yah sudah maafkan aku, kamu hanya terus marah-marah ketika datang tidak bisakah peluk aku dulu" Atya


"yah Iyah maaf sini kamu dasar sok kuat" ejek Jelita


Atya pun memeluk Jelita tapi tentu saja pelukan itu tidak benar karna terhalang perut besar Atya


"sekarang katakan pada ku, perlu berapa hari lagi agar keponakan ku bisa lahir kedunia ini" tanya Jelita sambil berjalan membawa Atya menuju ruang tamu


"menurut perkiraan hari mungkin 9 hari lagi" Atya


"ahhhhhhhh aku tidak sabar menunggu keponakan ku" Jelita


"makanya cepatlah buat anak jugaπŸ™ƒ" ejek Atya


"em..em..em itu semua tidak bisa aku rencanakan" jelita memggelengkan kepalanya


"terserah mu saja lah" Atya


mereka pun sudah sampai di ruang tamu dan sedang duduk manis di sana


"jadi apa sudah melakukan USG...apa hasilnya apa keponakan ku itu perempuan atau laki-laki?" tanya Jelita penasaran


"aku tidak melakukan USG, aku ingin ini menjadi sebuah kejutan untuk Aryan ketika anakku lahir nanti" Atya


"apa Aryan menginginkan seorang anak laki-laki?" Jelita


"tidak, Aryan tidak pernah mengatakan langsung apa dia ingin memiliki anak laki-laki atau tidak tapi bisa di lihat dari sikapnya bahwa dia sangat menyukai anak laki-laki" Atya dengan nada tidak semangat


"Yaya....Aryan mu itu ku rasa dia adalah pria bijaksana, mungkin dia ingin memiliki anak laki-laki pertama agar bisa bertanggung jawab untuk adiknya ketika memiliki adik nantinya" Jelita meyakinkan Atya


"aku harap seperti itu" Atya


"sudahlah jangan terus-terusan bersedih apa kamu tau....kamu hampir terlihat seperti wanita berusia 39 tahun sekarang, begitu lusuh dan tidak terurus,.... jangan berfikiran jelek terhadap Aryan mungkin saja dia sedang berjuang di sana" Jelita


"kamu benar seharusnya aku tidak berfikiran buruk duluan terhadap Yanyan" Atya


"baiklah, aku tidak ingin melihat mu terus-menerus berpenampilan jelek seperti ini jadi bagaimana kalau kita bersenang-senang hari ini di rumah ini" Jelita berdiri sambil berkata dengan semangat


"emmmm ku rasa sudah waktunya menunjukkan wajah asli seorang wanita hamil yang elegan" Atya berdiri menyusul Jelita dengan raut wajah sombong nya


"yah...ini dia ini baru Atya yang ku kenal, anggun, elegan, aktif, dan ceria" Jelita


"emmmmπŸ˜‰πŸ˜‰" Atya


sampai sini dulu wak masih panjang perjalanan Atya dan Jelita yang ingin aku bahas di up selanjutnya


dan jika teman-teman ingin mengetahui kisah hidup seorang JELITA KHAIRANI, bisa mampir ke novel kakak Desy novel di bawah iniπŸ‘‡



maaf karna baru bisa up


jangan bosen sama novel aku yah wak


mohon dukungan nya, boleh juga kritik dan sarannya


selamat membaca


jangan lupa LIKE πŸ‘ VOTE πŸ˜‰ RATE ⭐ KOMEN πŸ₯°


THANKS FOR YOU ALL 🌈

__ADS_1


SEE YOU NEXT TIME πŸ’


HAPPY READING ALL 🌹


__ADS_2