
"Ku rasa, lebih baik aku tidak banyak fikiran dulu, toh aku akan meminta tolong pada presedir Aryan,kepala ku sekarang benar-benar sakit" atya bergegas kekamar mandi dan membasahi wajahnya untuk menyadarkan diri agar lebih rileks dan saat selesai atya segera keluar dan dusuk di samping bet pasien sambil memegang tangan ayah nya.
"Ayah, ayah harus bangun dan kembali sehat yah ayah, ayah sangat menyayangi atya kan kalau begitu jangan tidur terus ayah harus bangun dan melihat bahwa restorant kita akan baik-baik saja, ayah adalah orang yang kuat kenapa sekarang ayah harus terbaring lemah seperti ini ayah tidak kasihan pada atya aku mohon ayah bangun yah" atya yang berbicara sambil terus memegang tangan ayah nya dan air mata yang terus menetes dari matanya.
Saat agak tenang atya berfikir lebih baik menghubungi presedir Aryan sesegera mungkin, dan kemudian atya menaruh tangan ayah nya dengan lembut dan pergi keluar untuk menelfon presedir Aryan dari kartu nama yang di beri Aryan tadi.
Di sisi itu Aryan sedang rapat dan ketika mendengar bunyi telfon, aryan melihat sekilas dan ternyata itu adalah nomor baru tidak di kenal.
"Apa ini nomor wanita tadi pagi" batin Aryan
Aryan yang berfikir itu adalah Atya langsung menghentikan rapat yang belum selesai, jack yang berada di samping Aryan merasa bingung, dengan Aryan yang menghentikan rapat dengan ekspresi seperti orang yang memenangkan lotre, benar-benar wajah yang sangat senang bercampur bingung, itu wajah Aryan
Saat semua karyawan pergi, aryan pun langsung memyuruh jack untuk memgantarkan dokumen ke ruang menejer dengan alasan sangat penting agar mengalihkan rasa penasaran jack, saat jack pergi dengan bingung dan tanda tanya besar Aryan langsung mengangkat telfon tersebut.
__ADS_1
"Halo selamat siang presedir Aryan" atya
"Selamat siang, siapa ini dan ada urusan apa" Aryan yang bertanya dengan nada dingin
"Presedir Aryan saya Atya Aisyah anak pak Yusron, saya ingin berbicara dengan anda tentang masalah tadi pagi apa bisa kita bertemu" atya
"Ouh silahkan saja" sok cuek
Author pov : "sok cuek lu aryan, sok-sokan gak seneng padahal bahagia sampe pengen lompat, dasar tukang jaga imec"
"Author pergi"
__ADS_1
*Abaikan yang di atas*
"Bisa kita bertemu besok presedir Aryan" atya
"Boleh, katakan jam berapa dan di mana" masih dengan cuek nya.
"Besok pagi jam 8 kita bertemu di restorant flameos di jalan***no**z" Atya
"Baik lah akan saya usahakan, kalau begitu saya tutup telfon nya nona atya" Aryan masih dengan nada tidak berteman itu🙄
Di saat itu Atya merasa masih memiliki harapan dan akhirnya menjawab dengan sedikit nada bersemangat.
__ADS_1
"Terima kasih presedir Aryan,sampai bertemu besok... Terima kasih sekali lagi" Atya
Dan akhirnya telfon pun tertutup.