Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 10.


__ADS_3

Darren membawa Eun Mi masuk dalam ruang kerja Alberto. Ia memperkenalkan Eun Mi pada Alberto.


"Papi, dia Eun Mi. Eun Mi, beliau Papiku." Kata Darren memperkenalkan.


"Hallo, Eun Mi. Senang bertemu denganmu," kata Alberto menyapa.


"Ha-hallo, Paman. Saya Choi Eun Mi. Salam kenal," kata Eun Mi.


"Silakan duduk," kata Alberto.


"Darren, panggilah Mami dan bawa kemari. Sekalia buatlah minuman untuk Eun Mi," perintah Alberto.


Darren mengiakan perkataan Papinya, dan segera pergi meninggalkan Eun Mi dan Papinya untuk memanggil Maminya.


"Jangan gugup. Aku sudah mendengar semuanya dari Darren. Atas nama putraku, aku meminta maaf dan sangat menyesali tindakannya. Sebagai orang tua, aku kecewa. Rasanya aku telah gagal mendidik putraku," kata Alberto.


"I-itu ... maaf, tapi saya pikir Anda bukanlah Ayah yang gagal. Saya memang terkejut dan sempat marah. Saya pun merasa kecewa padanya. Bagaimana tidak, Darren yang saya kenal dua belas tahun lalu, sangat berbeda dengan yang sekarang. Namun, setelah saya pikirkan dengan baik dan dengan hati yang tenang, semua itu terjadi karena dia sudah salah paham dengan situasi yang dilihatnya. Emosi dan amarah telah menguasai akal sehatnya sehingga Darren melakukan sesuatu di luar batas tanpa pertimbangan.  Anda tidak perlu khawatir, sekarang saya baik-baik saja. Saya juga menerim niatan Darren yang ingin bertanggung jawab atas perbuatannya dan menikahi saya. Yang saya pikirkan saat ini adalah, apakah Anda tidak malu, memiliki menantu seperti saya? saya bukanlah orang berada seperti Anda. Demi melunasi hutang, saya harus susah payah bekerja. Saya ... saya ... " kata Eun Mi yang langsung menunduk dan menangis.


"Eun Mi, dengar baik-baik perkataanku. Kekayaan hanyalah hal semu. Dan kekayaan bukanlah segalanya. Aku tidak akan mempermasalahkan dengan siapa putraku atau putriku bersanding, asalakan mereka hidup bahagia. Apa kau sudah bisa lega dengan jawabanku?" kata Alberto.


Eun Mi tersentak, ia menatap Alberto dan menganggukkan kepala sembari menyeka air matanya.


Tidak lama Darren datang bersama Janice. Darren menyajikan teh, dan segera memperkenalkan Eun Mi pada Janice. Janice dan Eun Mi berkenalan, Janice memeluk Eun Mi dengan hangat dan menyambut kedatanga Eun Mi.


***


Young Jun datang bersama Papa dan Mamanya. Alberto dan Jenice menyambut kedatangan mereka. Mereka langsung menuju meja makan untuk makan malam bersama.


"Terima kasih sudah mengundang kami, Tuan, Nyonya." kata Papa Young Jun.


"Ya, Tuan. Terima kasih juga sudah berkenan datang." Jawab Alberto.


Terlihat Mama Yoing Jun hanya diam mengamati, meski sesekali tersenyum. Young Jun yang diam pun merasa khawatir.


"Apa-apaan Alberto ini, memilih keluarga seperti ini untuk putriku? Bahkan Nyonya  Lee ini terlihat begitu sombong dan angkuh aku tidak suka padanya. Mereka kenapa belum datang ya? apa mereka kena macet? Atau salah jalan?" batin Janice.

__ADS_1


Tidak lama terdengar suara bel rumah dan Janice pun seegera pergi keluar membukakan pintu. Janice ternyata mengundang Deric dan Dominic.


"Hai, Bibi ..." sapa Deric.


Janice memeluk kilas Deric dan mencium kening Deric, "Hallo, sayang." Sapa Janice.


Janice langsung mengajak Deric dan Dominic ke ruang makan. Dan mekeprsilaka Deric untuk duduk di samlingnya, "Duduklah," kata Janice menyambut hangat kedatangan Deric.


Dominic melihat ke arah Young Jun sekeluarga, "Wah, apa ini? Mereka sudah datang? Ini bahkan belum setengah tujuh malam," batin Dominic.


"Hallo, Al ... selamat malam," sapa Domonic.


"Ya, Dom. Selamat malam, silakan duduk," kata Alberto.


Alberto mengerutka dahinya, "Apa ini? Janice sengaja mengundang Dominic dan Deric? Apa dia ingin menunjukkan kalau Deric lebih cocok dibandingkan Young Jun?" batin Alberto.


Janice menatap Deric, " Deric, bagaimana kabarmu? kau sudah berkeliling ke mana saja beberapa hari ini?" tanya Janice.


"Kabar baik, Bi. Aku hanya mengukuti Papa bertemu reka bisnis. Tidak ada yang istimewa," jawab Deric.


"Wah, kau rajin sekali. Kau pasti akan sukses seperti Papamu," puji Janice.


"Ya? oh ... berjalan lancar, Paman. Berkat bimbingan Paman." jawab Young Jun.


"Karren pasti senang bertemu denganmu Deric, dia selalu cerita tentangmu padaku." sahut Janice.


"Be-benarkah? Aku senang dia mengingatku," jawab Deric.


"Tentu saja, tunggu akan aku panggilkan." kata Janice.


Janice berbalik dan melihat Darren, Karren, dan Eun Mi turun menuruni tangga dari lantai dua. Mata Mama Young Jun seakan lompat keluar. Mengingat kejadian pagi ini di Mall. Dia tidak percaya jika wanita yang bersama putranya adalah anak dari Alberto Edden. Karren melihat Deric dan tersenyum, Karren berlari mendekati Deric. Deric Berdiri dan menyapa Karren.


"Hallo K," sapa Deric.


"Hallo Deric, wah aku tidak tahu kau datang. Apa Mami mengundangmu?" tanya Karren.

__ADS_1


"Eh, tidak. Mereka hanya kebetulan mampir ke rumah, benar kan, Dom?" tanya Janice manatap Dominic.


"Itu benar. kami datang berkunjung, Sayang, kebetulan lewat saja. Aku dengar dari asisten papimu jika keluarga Edden sedang ke Korea. Jadi sekalian," kata Dominic.


"Ah, begitu." jawab Karren menganggukkan kepala.


"Karren, kenapa kau begitu peduli padanya. Siapa dia bagimu? Bahakan kamu tidak peduli padaku," batin Young Jun.


"Sudah-sudah. Ayo, kita makan. Tuan Lee, Nyonya Lee, ini adalah putraku, kakak kembar Karren. Namanya Darren. Dan ini adalah calon istrinya. Jika kalian setuju mari kita ... "kata-kata Alberto dipotong Dominic.


"Tuan Edden, kita adalah teman baik, aku mengenal baik keluargamu.


Kedatanganku ingin menjalin hubungan denganmu," sahut Dominic.


"Ma-aksudmu apa, Tuan Willy?" tanya Janice.


"Aku akan langsung saja, karena aku tidak suka basa-basi. Aku ingin melamar si Cantik Karren unuk putraku Deric," kata Dominic.


Janice tersenyum, "Wahh, ini kabar baik. Karren bagaimana menurutmu?" tanya Janice senang.


"Situasi macam apa ini? Apa ini sebuah kompetisi? Papi dan Mami memiliki pendapat beebeda. Aku tidak bisa putuskan. Aku menyukai Lee Young Jun, tapi itu bukan jaminan aku bahagia. Aku dekat dengan Deric. Dan dia adalah pilihan ?ami. Kenapa jadi seperti ini?" batin Karren.


"Maaf, sepertinya ini terlalu cepat tuan Willy. Aku tidak mau buru-buru menikahkan putriku," kata Alebrto.


"Kenapa? Bukankah kau juga ingin menjalin hubungan dengan keluarga Lee? Karena itu kau mengundang mereka, kan?" sahut Dominic.


"Oh, itu karena ... " kata-kata Alberto kembali di sela.


"Papi dan paman tolong hentikan. Aku mengneal keduanya dan berteman baik. Meski aku menyukai Young Jun, tapi hatiku masih belum sepenuhnya terbuka. Begini saja, aku akan beri waktu kepada Young Jun dan Deric untuk dekat denganku sebulan ini. Siapa yang berhasil membuatku jatuh cinta dialah pemenangnya dan aku akan menikah dengannya. Bagaimana? Apa kalian para orang tua setuju?"


Fominic terkejut, "Oh, itu ide bagus. Baiklah, aku setuju." Jawab Dominic.


"Kami juga setuju," jawab Papa Young Jun.


"Aku juga setuju," jawab Janice.

__ADS_1


"Setuju," jawab Deric dan Young Jun bersamaan.


"Setuju," jawab Darren dan Eun Mi bersamaan.


__ADS_2