Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 9.


__ADS_3

Jadi, Young Jun adalah pria yang waktu itu  Papi ceritakan? Astaga, tau begitu aku tidak akan menolak. Dan tidak marah-marah," batin Karren.


Young Jun dan Karren saling memandang, dan tampak canggung. Albert hanya diam saja mengamati.


Alberto tersenyum, "Jadi, dia pria yag ingin kau kenalkan pada Papi, Nak?" tanya Alberto.


"Umh, iya. Sebanrnya aku dan Jun kenal sejak dua belas tahun lalu. Aku tidak berharap banyak, tapi kami bertemu kembai beberapa hari lalu saat aku pergi berbelanja. Sejujurnya aku terkejut dan tida menyangka, Jun adalah pria yang Papi katakan waktu itu." jawab Karren.


"Hahaha ... sepertinya kalian memang sudah berjodoh. Aku tidak sangka ternyata kalian sudah saling mengenal satu sama lain, bahkan sejak dua belas tahun lalu." kata Alberto.


Alberto menatap Young Jun, "Jadi, Jun. Apakah kau menerima putriku? hm ... maksudku, bagaimana putriku? cocok dengan seleramu, tidak?" goda Alberto.


Young Jun kaget, "A-apa? I-iya, Paman. Sangat cocok," jawab Young Jun gugup.


"Kalau begitu kalian cepatlah menikah, aku akan segera mengadakan pertemuan dua keluarga." kata Alberto.


Young Jun mengerutkan dahi, "Paman, tunggu ... " kata Young Jun menatap Alberto.


"Ya, Jun. Ada apa?" tanya Alberto menatap Young Jun.


"Ada satu masalah. Begini, sebenarnya .... "


Jun menceritakan pertemuan Karren dengan Mamanya dan tentang Mamanya yang merendahkan Karren. Jun lantas meminta maaf atas nama Mamanya.


Tidak mau ada salah paham, Karren pun ikut bicara. Karren membela Young Jun, mengatakan, jika Young Jun sudah membelanya dan tidak diam saja saat Mama Young Jun menghinanya. Karren berkata, kalau Alberto tidak boleh marah pada Young Jun karena perkataan Mamanya.


Alberto mengerutkan dahi. Entah mengapa ekspresinya terlihat kesal dan marah. Membuat Karren da Young Jun kebingungan bercampur khawatir.


"Pa-papi ... " panggil Karren.


Alberto menatap Karren, "Jangan khawatir. Papi tak akan menyalahkan Young Jun. Kalian bicara saja, Papi ada pekerjaan." kata Alberto.


"Papi marah?" Tanya Karren.


"Tidak, sayang. Jun, jangan lakuka hal buruk pada putriku, atau aku akan membatalkan niatanku menikahkan putriku denganmu," kata Alberto.


Young Jun terkejut, "I-iya, Paman. Aku akan selalu menjaga Karren. Tidak akan berbuat aneh-aneh juga," kata Young Jun.

__ADS_1


"Baguslah. Oh, ya. Apa Papa dan Mamu sangat sibuk? Kalau tidak, apa mereja bisa datang malam ini. Kami perlu bertemu untuk bicara," kata Alberto.


"Baik, Paman. Aku mengerti. Kalau begitu, aku akan pulang sekarang dan langsung beritahu Papa juga Mama," kata Young Jun.


Alberto menatap Young Jun, "Oh, kau akan pulang? kenapa tidak telepon saja?" tanya Alberto.


"Lebih baik bicara langsung," jawab Young Jun.


"Hm, begitu. Baiklah, terserah kau saja." sahut Alberto.


"Pi, aku akan antar Jun keluar," kata Karren.


"Ya, papi akan menunggu Darren kembali. Jika kau bertemu dengannya katakan papi ada di ruang kerja ingin bertemy dengannya," kata Alberto.


Karren mengangukkan kepala sebagai jawaban. Alberto pergi, Karren dan Young jun juga pergi menuju pintu utama. Saat Karren ingin membuka pintu, Karren melihat pintu sudah terbuka. Darren masuk dengan seorang wanita cantik.


Karren menatap Darren, "Oh, kau baru pulang? papi menunggumu diruang kerja," kata Karren.


"Ya. Aku akan langsung ke sana. Karren, kenalkan ini calon saudari iparmu, namanya Eun Mi." kata Darren.


Karren menatap Eun Mi. Mereka saling tersenyum dan berjabat tangan.


"Hallo, aku Choi Eun Mi. Senang mengenalmu, Karren." sapa balik Eun Mi.


"Oh, ya. Kenalkan, ini adalah ... " kata-kata Karren terpotong oleh Young Jun.


"Calon suami Karren. Hallo, aku Lee Young Jun. Senang bertemu kalian," kata Young Jun.


Eun Mi menganggukkan kepala, "Hallo, Tuan Young Jun." sapanya.


"Ya, Hallo, Nona Eun Mi." jawab Young Jun.


Darren menatap Young Jun, "Kau, Young Jun? Pria pelukis itu?" tanya Darren sedikit terkejut.


"Iya. Ternyata kau masih mengingatku," kata Young Jun.


"Tentu saja. Aku tidak sangka kau kembalo bertemu Karren. Dan kau terlihat lebih tampan sekarang. Kalian sungguh akan menikah?" tanya Darren memastikan.

__ADS_1


"Be-begitulah ... " gumam Young Jun.


"Wah selamat. Baiklah, aku akan bawa Eun Mi masuk dulu bertemu Papi dan Mami. Sampai jumpa, Jun." kata Darren.


"Ya, aku pamit pulang." kata Young Jun.


"Hati-hati," kata Eun Mi.


"Ya, terima kasih," jawab Young Jun.


Darren dan Eun Mi berjalan melewati Young Jun dan Karren. Young Jun dan Karren keluar dari rumah menuju halaman.


"Aku pulang dulu, sampai bertemu nanti malam." ucap Young Jun.


"Ya, hati-hati di jalan." jawab Karren.


Young Jun mencium kilas kening Karren dan memeluk Karren. Karren mengeratkan pelukan Young Jun.


"Aku tidak tahu, apa yang akan teejadi nanti. Semisal Paman pada akhirnya menentang karena Mamaku, aku akan berusaha keras membujuk beliau. Semoga semua baik-baik saja," kata Young Jun khawatir.


"Aku juga tidak tahu apa yang Papiku pikirkan. Namun, yang pasti Papi tidak marah padamu. Bicaralah dengan Mamamu baik-baik. Kamu tidak perlu bertengkar dengan mereka dan kabur dari rumah lagi, mengerti?" kata Karren.


"Ya, aku mengerti. Aku pulang dulu. Sampai nanti," jawab Young Jun sekalian berpamitan.


Young Jun berjalan menuju mobilnya dan masuk dalam mobilnya. Ia menurunkan kaca mobil dan melambai,


Karren tersenyum melambai pada Young Jun. Dan Young Jun pun pergi mengemudikan mobilny meninggalkan Karren di halaman rumahnya.


***


Sebelum membawa Eun Mi pulang ke rumah, dan menyakinkan Eun Mi, jika ia ingin bertanggung jawab akan hidup Eun Mi pada masa depan. Darren telah melewati masa sulit beberapa hati terakhir karena terus berusaha membujuk Eun Mi.


Setelah membuat masalah dan bertengkar dengan Eun Mi di Hotel, Darren tak bisa tidur bahkan tak memiliki nafsu makan. Sampai pada akhirnya Darren meminta bantuan orang lain mencari keberadaan Eun Mi dan menemukam Eun Mi.


Darren mendatangi tepat kerja Eun Mi yang baru, di sebuah sueprmarket. Eun Mi menjadi salah satu kasir di sana. Dan Darren menemui Eun Mi sebagai seorang pembeli. Melihat Darren di hadapannya, Eun Mi hanya menatap dan melayani Darren seperti para pelanggan lain. Darren mengerti, jika Eun Mi pasti sakit hati atas perbuatan dan sikapnya yang memang keterlaluan.


Darren rela menunggu Eun Mi sampai pulang kerja, agar bisa berbincang dengan Eun Mi. Namun, usahanya sia-sia karena Eun Mi dengan tegas menolak Darren dan meminta Darren untuk tidak lagi datang mengganggunya.

__ADS_1


Buka Darren namanya, jika ia langsung menyerah. Darren kembali datang esok harinya, dan kembali ditolak. Ia terus datag sampai beberapa hari kedepan. Sampai suatu malam, saat Eun Mi pulang kerja, Eun Mi mendapati Darren duduk bersandar dengan hidung berdarah. Eun Mi yang khawatir pun membawa Darren ke klinik terdekat dan Darren menjalani pemeriksaan.


Eun Mi marah pada Darren yang mengabaikan kesehatan dan melakukan hal bodoh dengan menunggunya berjam-jam di udara yang dingin. Eun Mi mengatai Darren, dan memukul Darren karena kesal. Ia bahkan sampai menangis karena sebenarnya khawatir. Dari situlah,  awal mula hubungan Darren dan Eun Mi berjalan. Mereka berbaikan dan berkencan.


__ADS_2