Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 7.


__ADS_3

Darren mengernyitkan dahinya. Ia tidak menyangka, jika perkataan Eun Mi benar adanya. Darren mengenakan kimono handuk dan ia langsung meminta maaf pada Eun Mi.


"Ma-maaf ... " gumam Darren.


Eun Mi mengerutkan dahinya, "Apa? maaf? semudah itu kau mengucapkan kata maaf setelah kau merusakku? Aku tak akan memaafkanmu," kata Eun Mi dengan mata sembab.


"Ya. Jangan maafkan aku. Apa kau ingin memukulku? ingin membunuhku?" tanya Darren.


Eun Mi hanya diam saja. Ia dengan susah payah bangun. Ia segera turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi dengan membawa selimut bersamanya. Tubuh Eun Mi terhuyung, Darren segera mendekap Eun Mi.


"Kau baik-baik saja?" tanya Darren.


"Jangan sentuh!" sentak Eun Mi menepis tangan Darren. Eun Mi berjalan perlahan pergi meninggalkan Darren dan masuk ke kamar mandi, lalu mengunci pintu kamar mandi.


Eun Mi menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi dan itu terdengar sampai keluar. Darren bersandar dinding dan menangis. Ia telah melakukan kesalahan besar pada Eun Mi.


Setelah cukup lama menangis dan mandi. Eun Mi keluar dengan mengenakan kimono handuk. Darren memberikan sebuah tas berisikan pakaian dalam dan gaun wanita pada Eun Mi.


Eun Mi melihat Darren sudah berpakaian rapi. Melihat seprei juga sudah di ganti.


"Aku tahu kau marah. Pakailah dulu, baru kita bicara. Aku akan berbalik dan menunggu," kata Darren.


Eun Mi menerima tas dan segera mengeluarkan isinya. Cepat-cepat ia berganti pakaian. Setelah berganti, Eun Mi duduk diam di tepi tempat tidur.


"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Eun Mi tiba-tiba.


Deg ... Darren terkejut. Ia berbalik dan mendekati Eun Mi.


"Karena aku marah," jawab Darren.


Eun Mi menatap Darren, "Kenapa kau marah? Apa karena aku sudah menumpahkan wine di jasmu?" tanya Eun Mi.


Darren berlutut, "Maafkan aku Eun Mi. Maaf ... aku sungguh menyesal. Aku marah, karena melihatmu di klub. Berpakaian minim, dan ... " kata-kata Darren terpotong Eun Mi.


"Dari mana kau tahu namaku adalah Choi Eun Mi? aku bahkan belum memperkenalkan diri," tanya Eun Mi.

__ADS_1


Darren menunduk, "Apa kau akan percaya, jika aku menjawabnya?" tanya Darren.


"Percaya atau tidak, jawablah dulu." sahut Eun Mi.


"Apa kau sungguh tak mengenaliku, Eun Mi? sekali melihatmu saja aku sudah langsung mengenalimu," kata Darren menadahka kepala menatap Eun Mi.


Kedua pasang mata saling nenatap. Eun Mi mengerutkan dahi mencermati wajah Darren. Sekilas ia teringat seseorang yang dikenalnya. Dan mata Eun Mi pun melebar karena ia teringat sesuatu.


"Ka-kau ...  kau Darren?" gumam Eun Mi.


Darren memeluk kaki Eun Mi, "Maaf, Eun Mi. Kau boleh melakukan apa saja padaku. Pukul aku kalau kau mau. Atau kau mau membunuhku? sepertinya itu lebih baik dibandingkan kau memukulku. Jika kau memintaku mati sekarang, maka aku akan melakukannya." kata Darren.


Eun Mi terdiam. Ia berpikir keras.


"Apa dia sudah salah paham, saat bertemu denganku di klub? padahal aku hanya melayani untuk menuang minuman dan tidak menjual diri seperti wanita lain. Dia marah, sampai tidak memercayai perkataanku," dalam hati Eun Mi.


"Lupakan saja. Nasi sudah menjadi bubur.   Aku akan anggap kejadian ini tidak pernah terjadi. Jadi, aku harap kita tak bertemu lagi, Darren. Kau berkata kau telah membeliku, maka aku tak akan mengganti uangmu, karena kau sudah merenggut kesucianku. Kita anggap impas. Aku akan pergi," kata Eun Mi.


Eun Mi melepaskan tangan Darren yang memeluk kakinya dan segera berdiri. Darren berdiri dan mencegah Eun Mi pergi.


"Eun Mi, tunggu ... " kata Darren.


"Bukan itu. Aku hanya ingin berkata, jika aku bersedia menanggung segala akibat dari perbuatanku. Aku akan menikahimu.  Ayo, kita menikah." kata Darren.


Eun Mi tersenyum, "Terima kasih atas niat baikmu, tapi aku menolak. Aku tak bisa menikahi pria yang sudah memaksaku melayaninya. Carilah wanita lain," jawab Eun Mi yang langsung pergi meninggakan Darren.


Darren terdiam. Ia tidak bisa berkata-kata lagi karena Eun Mi menolaknya.


***


Karren mampir kesebuah pusat perbelanjaan. Ia ingin melihat-lihat toko pakaian dan sepatu. Begitu sampai di toko, Karren langsung tertarik dengan sepatu pasangan.


"Wah, bagus ... " gumam Karren.


Karren segera memanggil  pelayan dan bertanya ukuran. Ia ingin membelikan untuk adik-adiknya, dan kebetulan ada ukuran yang sesuai. Karren langsung meminta pelayan untuk membungkus ukuran yang dimintanya.

__ADS_1


Ia berjalan berkeliling melihat-lihat lagi. Ia mengambil sepatu dan mencobanya. Beberapa kali Karren mencoba, tetapi ia merasa tidak ada yang cocok. Sampai pelayan yang sebelumnya datang dan menawarinya mencoba sebuah sepatu dengan edisi khusu. Karren mengikuti palayan itu menuju tempat sepatu dipajang. Karren pun terkejut, ia langsung ingin mencoba.


"Bagus sekali," kata Karren.


"Apakah ukurannya pas?" tanya pelayan.


"Hm, apa ada ukuran lain diatasnya? ini agak sempit," kata Karren.


Pelayan segera pergi mencarikan ukuran yang sesuai dan kembali beberapa saat kemudian. Karren pun mencoba sepatu yang baru diberikan pelayan dan ternyata ukurannya pas. Ia pun segera ke kasir, untuk membayar.


***


Karren selesai berbelanja. Saat hendak pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba ia ditabrak seseorang yang jalan dengan terburu-buru. Karren yang kesal pun langsung membuat pria itu jatuh. Dan ternyat pria itu adalah seorang pencuri.


"Hei, kau. Kembalikan dompetku!" seru seseorang.


Karren merasa tak asing dengan suara itu. Ia segers berbalik menatap seseorang yang berlari ke arah pencuri di belakangnya.


Pria itu menarik jaket si pencuri dan marah-marah. Karren memerhatikan lekat pria itu. Pencuri itu mengembalikan dompet meminta maaf, ia mengaku baru pertama kali mencuri dan butuh uang untuk makan. Karena belum makan selama dua hari. Pria itu mengeluarkan sejumlah uang dan memberikan pada pencuri. Memperingatkan agar tak mencuri lagi dan lebih baik mencari pekerjaan. Dan pencuri itupun pergi.


Karren yang terus mengamati pun engerutkan dahi dan tiba-tiba saja memanggil nama seseorang yang dikenalnya.


"Jun ... " gumam Karren.


Pria yang ditatap Karren segera berpaling menatap Karren, "Ya? kau mengenalku?" tanya Pria itu.


Karren melebarkan mata, "Young Jun ... " panggilnya.


"Kau ... siapa?" tanya pria itu mengerutkan dahi.


"Kau Young Jun? sungguh, kau Young Jun? hm ... tunggu. Agar tak salah paham aku ingin menunjukkan sesuatu," kata Karren.


Karren mebuka tasnya, mengambil dompetnya dan mengelurkan sebuah foto usang. Karren menunjukkan foto itu pada pria yang ada di hadapannya.


Pria itu kaget, "Kau ... dari mana mendapatkan foto ini?" tanya pria itu mengambil foto dari Karren.

__ADS_1


"Aku selalu menyimpannya. Aku tidak sangka bisa bertemu denganmu, Jun. Aku senang sampai tidak bisa berkata-kata," kata Karren.


Barulah pria bermama Young Jun itu sadar. Jika wanita yang ada di hadapannya adalah cinta masa kecilnya, Karren.


__ADS_2