Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 12.


__ADS_3

"Kau istirhatlah. Aku mau menelepon Mami dan bilang akan menemanimu," kata Karren.


"Jangan memaksakan diri. Jika sibuk, pergilah. Aku bisa meminta bantuan perawat nanti," kata Deric.


"Tidak, Deric. Aku akan berjaga di sisimu sampai kau keluar dari rumah sakit," kata karren.


Deric terkejut, "Apa? Tidak perlu seperti itu. Kau juga butuh istirahat," kata Deric.


"Jangan khawatir. Aku bisa istirahat dan makan di sini. Melakukan segala sesuatu di sini. Kamu seperti ini karenaku, jika kamu tidak melindungiku. Kamu tidak akan terluka. Maka, biarkan aku bertanggung jawab atasmu," kata Karren.


Karren berbicara dengan mata berkaca-kaca dan tidak lama kemudian menangis. Ia merasa seih, dan juga merasa bersalah. Ia khawatir luka Deric akan berbekas.


"Ma-maafkan aku ... aku ... aku ... " kata Karren sesenggukan.


Deric berdidi dan menyeka air mata Karren. Deric menatap dalam mata Karren, Karren dan Deric saling memandang. Jantung Karren berdebar. Deric perlahan mendekat dan mencium bibi Karren. Karren menutup matanya dan merasakan sesuatu. Ciumannya dengan Deric, terasa berbeda. Dibandingkan Ciumannya dengan Young Jun. Karren terbuai oleh peseona Deric, perlahan Karren membalas ciuman Deric. Deric terkejut, hatinya merasa senang. Deric merangkul Karren, Karren mencengkaram lengan Deric.


"Ciuman ini sangat manis. Meski aku pernah berciuman dengan Jun, rasanya tidak semanis ini. Jantungku berdebar serasa ingin lompat. Apa aku sungguh menyukai Deric? Lantas apa perasaanku pada Jun? Apa aku hanya mengguminya saja? Tidak mungkin aku mencintai dua pria kan?" dalam hati Karren.


"Ciuman yang manis. Dari seorang putri cantik. Karren, aku mencintaimu. Apa kau bisa merasakan dalamnya perasaanku? Aku mohon, jangan mengabaikanku. Meski kamu tidak menyukaiku. Aku berharap selalu dekat denganmu," dalam hati Deric.


Deric menggigit lembut bibir Karen.


"Mhhh ...."


Suara seksi Karren membuat Deric semakin Gemas. Deric mengusap tengkuk leher Karren lembut. Deric melepas ciumannya dan mencium kening Karren. Karren memeluk Deric perlahan. Karren membenamkan wajahnya dalam pelukan Deric.


"Jangan menangis dan jangan lagi menyalahkan diri. Seperti yang aku katakan, aku melakukannya dengan sukarela karena ingin melindungimu. Aku tahu kau khawatir, tapi aku sungguh tidak apa-apa. Terima kasih, sudah mau menemaniku, Karren." kata Deric mengusap lembut kepala Karren.


Tidak lama Karren melepas pelukan dan berkata ingin keluar menghubungi Mamanya. Meminta Darren untuk istirahat.

__ADS_1


***


Semua orang tahu kabar tentang Deric yang cidera. Hari ini Lee Young Jun mengunjungi Deric. Sesampainya di kamar Deric, Jun membuka pintu perlahan. Jun mendengar Karren dan Deric tertawa bersama. Jun mengintip dan terkejut, melihat Karren mencium kening Deric dan memeluk Deric.


Jun tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan segera menarik kasar tangan Karren. Karren terkejut, Jun menatap tajam pada Karren. Ia tampak sangat marah.


"Apa ini? Kenapa kau mencium dan sampai memeluknya? Bukankah kau menyukaiku?" kata Young Jun cemburu.


"Lepaskan tanganku, Jun. Ini sakit," kata Karren dengan tangan meronta minta dilepaskan dari cengkraman Young Jun.


"Jelaskan padaku. Apa maksud semua ini? Kau membohongiku? Kau pura-pura menyukaiku?" tanya Young Jun.


Deric berdiri, langsung memegang tangan Young Jun. Young Jun akhirnya melepaskan tangan Karren. Deruc menarik Karren dalam pelukannya. Deric melebarkan mata menatap Young Jun. Membuat Young Jun semakin marah.


"Jangan kasar Jun. Apa masalahmu sampai kau seperti ini?" tanya Deric kesal.


"Apa? kau ... " kata-kata Deric terpotong oleh Karren.


Karren melepas pelukan, "Jun, hentikan! Bisakah kau bicara baik-baik tanpa membentak? kau sadar apa yang kau ucapakan? Lihatlah, ini di rumah sakit. Kau harus menjaga sikap," kata Karren.


"Masa bodoh dengan semuanya. Kalian membuatku kesal," kata Young Jun.


"Kalau kau tak senang, silakan angkat kaki, Tuan Lee. Aku tak menerima besukan dari orang tak beretika sepertimu. Kau datang tak diminta dan kangsung berbuat kasar. Saat di tegur kau langsung marah. Apa kau sudah gila?" kata Deric tidak senang.


"Diam kau bedebah sialan!" kata Young Jun langsung menghantam Deric, sampai Deric tersungkur di tempat tidur.


Young Jun menarik pakaian Deric, hendak memukul Deric lagi. Karren mencegah, ia meringkuk melindungi Deric.


Young Jun menarik tangan Karren, "Jangan ikut campur, Karren. Minggir," kata Young Jun.

__ADS_1


"Kau sudah gila ya? kau ini punya hati nurani atau tidak?" kata Karren.


Plakk ... Tamparan keras mendarat di wajah Karren. Hingga sudut bibir Karren berdarah. Karren terkejut begitu juga Deric. Young Jun juga kaget dengan apa yang dilakukannya. Ia tanpa sadar telah menampar Karren. Deric geram ingin mendekati Jun, tetapi ia di cegah oleh Karren. Karren dan Jun saling menatap. Karren menggelengkan kepala perlahan.


"Ka-Karren, aku tidak bermaksud melukaimu. Maaf ... " kata Young Jun.


Karren menatap tajam ke arah Young Jun, "Sekarang aku tau, siapa kau Lee Young Jun! Dengan begini aku tidak perlu menunggu saty bulan untuk memutuskan. Aku akan putuskan sekarang. AKU TIDAK AKAN MENIKAH DENGANMU!" kata Karren dengan suara dingin.


"A-apa maksudmu? A-aku, aku tidak sengaja. Aku hanya emosi dan tak sengaja menamparmu. Sungguh, aku ... " kata-kata Young Jun dipotong Karren.


"Kau adalah pria buruk. Selama ini aku tidak melihat sisi burukmu karena kau selalu bersikap baik dan perhatian. Tidak ku sangka. Sifatmu sesungguhnya seperti ini, Young Jub. Keluar dari sini. Aku tidak mau meluhatmu lagi!" sentak Karren marah.


"Karren, aku mohon ... (berlutut) aku minta maaf. Aku tahu aku salah. Aku tidak sengaja. Aku sangat menyayangimu. Bukankah kau juga menyukaiku? Aku minta maaf," kata Young Jun memohon.


"Aku memang menyukaimu. Selama dua belas tahun aku selalu menyukaimu. Aku mengidolakanmu, karena kebaikanmu padaku. Namun, hari ini, setelah apa yang kamu lakukan padaku, aku tidak akan lagi mau menyukaimu. Aku tidak menyukai pria kasar sepertimu." jawab Karren.


Young Jun berdiri dan menatap Karren, "Kau sungguh ingin aku pergi?" tanya Young Jun.


"Ya, pergilah! Aku tak ingin melihatmu lagi," kata Karren memalingkan pandangan.


"Aku akan pergi. Satu hal yang harus kau ingat, aku selalu mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu. Hanya kau wanita yang aku cintai. Aku memamang salah, sudah menamparmu, tapi itu aku lakukan tanpa sadar. Karena aku cemburu. Aku tidak suka melihatmu dengannya. Kau ingin aku pergi, aku kan pergi. Aku akan ikuti kata-katamu," kata Young Jun.


Young Jun akhirnya  pergi meninggalkan ruangan Deric. Karren menangis keras. Deric memeluk dan menenangkan Karren. Deric mengusap pelan punggung Karren. Karren melepas pelukan dan menyeka air matanya. Deric terkejut melihat wajah dan bibir Karren merah dan bengkak.


"Wajahmu ... " kata Deric meraba lembut wajah Karren.


Karren meringis, "Sshh .... a-aku baik-baik saja," kata Karren


Deric menekan bel. Tidak lama perawat datang. Deric meminta perawat membawkan kompres es. Perawat mengiyakan dan segera keluar dari ruangan.

__ADS_1


__ADS_2