Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 20.


__ADS_3

Karren sampai di tujuan akhirnya, Gray memberika sambutan tepuk tangannya. Begitu melihat Karren datang menemuiny.


Plok ... Plok ... Plok...


"Akhirnya kita bertemu lagi, Karren Edden." Ucap Gray menatap Karren tajam.


Karren mentapa Gray, "kau? GRAY FRANKLIE?" Tanya Karren dingin.


Gray mengangguk, menatap Karren dengan tersenyum lebar, "Benar sekali, aku Gray Franklie!" kata Gray.


"Apa yang kau inginkan, Gray? Kenapa kau selalu saja menggangguku?" Tanya Karren.


"Kau masih bertanya? Aku ingin nyawamu, kau sudah membuat saudaraku tiada, Karren! Aku ingin kau mati ditanganku!" Kata Gray geram.


Karren tersenyum, "Apa kau lupa? Atau, sengaja menutup mata? Saudaramu adalah penjahat, aku hanya melakukan tugasku. Apa itu sebuah kesalahan? Demi membalas dendam, kau membuatku cidera dan ingin mmebunuhku? Apa kau sudah gila?" Karren menatap tajam ke arah Gray. Rasany Karren geram, ingin sekali langsung memukul Gray.


"Siapa pedulu dia bersalah atau tidak. Karena kau dia mengalami penderitaan dan harus menjalani kehidupan menyedihkan di penjara sampai akhirnya dia dieksekusi mati. Kau harus membayar mahal atas perbuatanmu, Karren." Kata Gray.


Karren mengamati gerakan Gray, Gray bersiap mengambil sesuatu dari balik jasnya. Karren memperhitungkan gerakan Gray, benar saja Gray akan mengeluarkan pistol untuk menembak Karren. Sebelum pistol di gunakam Karren sudah lebih dulu mendekat dan mendang tangan Gray sehingga pistol terlepas dari genggaman tangan Gray. Karren menyerang Gray, Memukul perut dan mumukul wajah Gray beberapa kali hingga langkah Gray terhuyung.


Gray menatap Karren, " tenagamu kuat juga, Nona cantik." puji Gray yang langsung kembali menyerang Karren.


Gray tidak mau kalah dari Karren, menangkis semua serangan Karren. Tubuh besar Gray ternyata mampu menghalau semu serangan Karren.


"Sial! Kenapa dia kuat sekali!" batin Karren dalam hati.


Karren tidak menyerah. Ia berusaha dan terus menyerang Gray. Gray yang menemukan celah, segera memukul punggung Karren dan menendang kaki Karren yang cidera.


"Aaaagghh ... " teriak Karren menahan rasa sakit di kakinya.


Karren menatap Gray tajam, Gray tertawa puas. Ia pun mengejek Karren.


"Apa hanya ini kemampuanmu, hah? Wanita angkuh, aku akan membunuhmu." Kata Gray murka, ia mengeluarakan pisau dari balik jasnya dan hendak melukai Karren, Karren dengan cepat menghindar, lalu menendang perut Gray.

__ADS_1


Karren menahan rasa sakit di kakinya, kakinya terasa sakit sekali. Keseimbangan Karren mulai goyah.


"Aku tidak boleh terlihat kesakitan. Jika dia melihat, dia bisa langsung mendesakku. Pria ini sangat berbahaya, bahkan setelah kutendang perutnya saja dia seperti tidak merasakan apa-apa." kata Karren bicara dalam hatinya.


Gray menepuk-nepuk perutnya, "Hahahaha ... ayo, kelaurkan semua kemampuanmu, cantik. Aku menatikanmu memukulku seperti ini, gerakanmu tadi sangat seksi sampai membuatku bergairah," kata Gray menggoda Karren.


"Diam kau, sialan!" sentak Karren mengerutkan dahinya kesal.


Gray terkejut, "Wuah ... bahkan saat marah kau semakin cantik dan menggoda," kata Gray.


Gray kembali mendekat dan menyerang Karren. Karren melawan, memukul Gray. Namun Gray akhirnya bisa membalas pukulan Karren, oleh Gray, Karren di lempar hingga membentur dinding.


Bruuuukkkk ... Tubuh Karren tersungkur, Napas Karren tersengal. Karren merasa tubuhnya seperti remuk. tenaganya sudah habis.


"Karren ... kau baik-baik saja?" Darren memanggil Karren.


Karren tidak menjawab, ia segera melepas alat bantu dengarnya. Karren menatap Gray yang menghampirinya. Benar saja, Gray menarik rambutnya sampai wajahnya terangkat berhadapan dengan wajah Gray.


"Hah ... sayang sekali. Aku harus membunuhmu. Padahal kau sangat cantik sampai aku ingin menciummu," kata Gray.


"Kau itu cantik, bahkan sangat cantik. Sayang jika aku harus membunuhmu, bukan? begini saja, aku akan tawarkan sesuatu yang menarik. Bagaimana kalau kau menjadi wanitaku saja? Tugasmu hanya perlu memuaskanku. Dan aku akan memperlakukanmu dengan baik." Tanya Gray.


Karren tersenyum masam, lalu tertawa. "Hahaha ... aku? Menjadi wanitamu? Hanya dalam mimpi. Aku, meski aku harus mati. Aku tidak akan sudi menjadi wanitamu," Jawab Karren, memukul tangan Gray kuat.


Gray menangkis tangan Karren. Gray kesal, mencengkram dagu Karren. "Kau wanita sialan! Sudah seperti ini tidak juga menyerah, huh? Kau ingin aku siksa seperti apa? Ahh ... bagaimana jika aku menyayat wajah cantikmu? Tidak-tidak, bagaimana jika aku mencicipi tubuhmu saja? Lalu setelah itu membuangmu ke laut? kata Gray tersenyum. Tangannya meraba paha Karren.


"Lepaskan aku, bedebah! sialan kau," maki Karren meronta.


Gray menampar wajah karren beberapa kali dan menghempaskan kepala Karren ke lantai hingga kepala Karren terbentur lantai. Karren merasa kepalanya sakit, pandangannya terasa berat. Karren pun pingsan.


Gray tertawa, segera melancarkan aksinya. Belum sampai ia menikmati kemolekan tubuh Karren, seseorang membidik dan langsung menembak bahunya dan juga kakinya.


"Aaaaahhh ... sialan! Siapa itu? siapa yang menembakku? kau mau mati, ya?" teriak Gray marah.

__ADS_1


Gray meringis kesakitan. Mencari siapa yang menembaknya. Ia memalingkan pandangan dan mendapati seseorang berdiri di belakangnya. Orang yang menembak Gray adalah Alberto.


"Ka-kau ... si-siapa kau?" tanya Gray.


Alberto meminta Darren dan Ethan masuk. Alberto menatap Gray dan tak lama melangkan hataman pada Gray. Arberto membuat Gray babak belur.


Alberto mencengkram krah kemeja Gray, "Kurang ajar. Berani-beraninya kau menyentuh putriku. Akan kupatahkan tanganmu. Atau, kau mau langsung mati?." Kata Alberto penuh dengan emosi.


Saat Alberto ingin menghajar Gray, Darren berteriak menghentikan Alberto. Darren menghampiri Alberto, mencoba menenangkan Alberto. Ethan datang melihat kondisi Karren, kepala Karren teluka dan berdarah, wajah Karren juga memar-memar.


"Darren, cepat. Gendong dan bawa Karren masuk dalam mobil," kata Ethan.


"Apa Karren baik-baik saja, Paman?" tanya Darren khawatir.


"Jangan banyak bertanya dan cepat gendong saja. Nanti Paman jelaskan," kata Ethan panik.


Darren langsung menggendong Karren kelaur ruangan itu. Ethan mengahampiri Alberto, menenangkan hati Alberto. Ia berkata sebaiknya Alberto tak memperketuh masalah dan biarkan polisi melakukan tugasnya. Ethan mengajak Alberto ke rumah sakit.


Sedangkan Gray di bawa oleh petugas polisi. Namun, sebelum di interogasi di kantor polisi, Gray di bawa kerumah sakit lebih dulu untuk manjalani pengobatan.


***


Dua minggu kemudian. Gray akhirnya di adili, dan dijatuhi dihukum sesuai hukuman yang berlaku. Gray menganiaya Karren hingga terluka cukup parah.


Sementara itu di rumah sakit, Deric sibuk merawat Karren. Karren senang Deric mau merawatnya dan setia di sisinya.


"Cepatlah sembuh Karren, setelah kau sembuh ayo kita menikah." Kata Deric.


Karren terkejut, senyumnya mengembang. Karren menganggukan kepalanya. "Iya.. ayo kita menikah." Jawab Karren.


"Aku mencintaimu," kata Deric.


"Ya, Der. Aku juga mencintaimu. Terima kasih untuk semua hal yang kau berikan padaku. Waktumu, perhatianmu, kasih sayangmu sampai hati dan cintamu. Terima kasih," kata Karren.

__ADS_1


Deric dan Karren berpelukan. Deric ingin kelak bisa melindungi Karren, ingin menjaga Karren selamanya. Karren memimpikan kehidupan rumah tangg yang harmonis dan Romantis bersama Deric.


Mendengar kabar baik, semua keluarga ikut bahagia. Mereka mendukung niat baik Deric dan Karren untuk menikah. Tiga bulan kemudian Karren dan Deric akhirnya resmi menikah.


__ADS_2