Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 13.


__ADS_3

"Aku baik-baik saja," kata Karren.


"Itu tidak baik. Kalau tidak segera di kompres akan memar," kata Deric.


Tidak lama perawat datang. Perawat memberikan kompres es kepada Deric. Perawat itu sempat menawarkan bantuan, tapi Deric menolak.


"Apa ada hal lain lagi yang anda butuhkan, Tuan, Nona?" tanya perawat dengan ramah.


"Tidak. Terima kasih," jawab Deric.


"Kalau begitu saya permisi," kata perawat itu berpamitan.


Perawat pergi meninggalkan ruangan. Deric mengompres wajah Karren dengan kompres es. Karren meringis kesakitan Tangannya mengepal merasakan nyeri di sudut bibirnya.


"Ma-maaf, aku akan lebih lembut," kata Deric.


Deric melakukan dengan sangat hati-hati, berharap tidak menyakiti Karren.


Karren memegang tangan Deric, "Tidak apa-apa, Deric. Ini tidak sesakit yang kau pikirkan. Daripada itu, kau juga harus di kompres. Wajahmu memar karena dihantam Young Jun. Aku akan mengompresmu," kata Karren tersenyum.


Deric mengerutkan dahinya, "Dasar bodoh! Tidak sakit berarti sakit. Apa kau berpikir aku tidak bisa melihat. Kau begitu kesakitan sampai mengepalkan tangan? sial! aku seharusnya mengjahar pria gila itu. Bisa-bisanya dia nemaparmu," kata Deric marah.


Karren tersenyum, ia memindahkan kompres es dari wajahnya ke wajah Deric.  Karren menjawab omelan Deric. Mengatau diri sendiri orang bodoh. Dan itu membuat Deric terdiam tidak bisa berkata-kata.


"I-itu ... aku bukan bermaksud menghinamu. Aku hanya kesal," gumam Deric.


Karren tersenyum, "Aku tahu. Diamlah, biar aku mengompres wajahmu," kata Karren.


Ponsel Karren berdering, Karren mendapatkan panggilan dari Alberto. Karren meminta Deric mengomprea wajahnya sendiri, karena ia harus menerima panggilan.

__ADS_1


"Hallo, Pi ... " jawab Karren.


"Karren, kau di mana? Apa kau ads di rumah sakit?" tanya Alberto.


"Ya, Pi. Aku di rumah sakit. Ada apa?" tanya Karren.


"Apa kau sudah mendengar kabar, kalau Lee Young Jun meninggal?" tanya Alberto.


Karren membulatkan matanya, "A-apa?" gumam Karren.


"Tidak mungkin! dia kan tadi masih bertengkar dengaku," dalam hati Karren.


"Papa baru dihubungi Papanya, katanya  Young Jun tertabrak mobil. Apa kau tidak bertemu dengannya sama sekali hari ini? apa dia tak menghubungimu?" tanya Alberto.


Tangan Karren bergetar, ponselnya terjatuh. Deric mengambil ponsel Karren dan bicara dengan Aleberto. Karren menangis, menyalahkan diri atas meninggalnya Young Jun. Karren menangis tersedu dan menutupi wajahnya dengan dua tangan. Karren mengutuki dirinya sendiri.


"Bagaimana bisa seperti ini? Sebelumnya Deric tertumpaj sup panas karenaku, sekarang Young Jun tertabrak setelah kami bertengkar dan aku mengusirnya." batin Karren.


Alberto kaget, tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Setelah bicara dengan Deric, alberto pun mengakhiri panggilannya.


***


Karren dan Deric datang ke rumah duka. Keduanya memberi penghormatan terakhir untuk Lee Young Jun. Karren dan Deric menemui Papa dan Mama  Young Jun untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.


"Terima kasih, sudah datang." kata Papa Yong Jun.


"Maaf, jika semasa hidup Young Jun melakukan kesalahan baik kesalahan yanh disengaja maupun tidak. Aku harap kalian mau memaafkannya agar Young Jun tenang," kata Mama Young Jun.


"Sayang, tenangkan dirimu. Sebaiknya kau istirahat dulu." kata Papa Yong Jun. Ia meminta Sekretarisnya mengantar istirnya ke ruang istirahat.

__ADS_1


***


Papa Young Jun mengajak Karren bicara empat mata. Ia berkata, kalau ia sudah dengar apa yang sebenarnya terjadi dari Alberto. Papa Young Jun meminta maaf, atas tindakan putranya yang tidak beretika menampar Karren. Ia bercerita tentang masa lalu Young Jun.


Saat Young Jun masih kecil, sekitar usia sepuluh tahun, tidak tahu karena apa Young Jun menyerang seluruh keluarganya. Young Jun membunuh Papa, Mama dan Kakak kandungnya dengan tragis.


Lee Jun Ho, orang yang dipanggil Papa saat ini, ternyata adalah paman kandung dari Lee Young Jun. Dan merupakan Adik laki-laki papa kandung Lee Young Jun. Karena kasian, Lee Jun Ho mengangkat Lee Young Jun sebagai anak. Setelah kejadian pembunuhan itu, Young Jun menjalani perawatan. Young Jun seolah lupa akan kejadian di waktu itu. Young Jun pun dinyatakan hilang ingatan.


Seiring berjalannya waktu. Young Jun tumbuh baik, tidak pernah menujukan hal-hal aneh lagi. Young Jun masih belum mengingat siapa orang tua kandungnya dan kejadaian saat dia berusia sepuluh tahun. Karena dianggap baik-baik saja, dan Dokter memperbolehkan Young Jun beraktivitas normal. Maka  Young Jun mulai masuk sekolah dan beradaptasi dengan baik.


Sampai dewasa pun tidak ada yang berubah. Dari usia sepuluh tahun hingga usia dua puluh delapan tahun selalu menurut. Tidak pernah membantah, hingga saat mendengar kabar akan dijodohkan. Young Jun kabur dari rumah dan tinggal di rumah pribadinya.


Jun Ho menatap Karren, "Maaf, telah menceritakan hal yang memalukan. Namun, aku merasa kau perlu tahu. Agar kau bisa sedikit mengerti tentang Young Jun." kata Jun Ho.


Karren mengangguk, "Tidak apa-apa, Paman. Terima kasih sudah bersedia menceritakannya," jawab Karren.


"Aku harap kau bisa memaafkan Young Jun, Karren." kata Jun Ho berharap.


"Ya, Paman. Aku pasti maafkannya. Aku juga minta maaf, sungguh ... rasanya aku merasa bersalah. Sebelumnya Young Jun bertengkar denganku dan tidak lama aku mendengar kabar dari Papi yang membuatku terkejut," kata Karren.


Jun Ho dan Karren mengobrol cukup lama, sampai akhirnya mereka melihat kedatangan Alberto dan Janice. Juga Dominic. Mereka memberi penghormatan terkahir untuk Young Jun. Jun Ho berpamitan dan pergi menghampiri Alberto, Janice dan Dominic. Mereka berbincang.


Deric merangkul Karren, mengusap lembut bahu Karren. Karren menangis dan memeluk Deric. Deric melepas pelukan dan menyek air mata Karren. Deric terseyum menatap Karren.


"Jangan menangis. Aku yakin pria itu juga tak ingin kau menangis," kata Deric.


"Aku hanya sedih, merasa bersalah." jawab Karren.


"Tidak ada yang menyalahkanmu, Karren. Apa yang terjadi pada Young Jun itu bukanlah kesalahanmu." bisik Deric.

__ADS_1


Karren terdiam. Deric juga diam, duduk disamping Karren. Deric menatap ke arah foto Yong Jun yang berads jauh di depan. Deric masih tidak menyangka, jika saingannya mengalami hal buruk dan meregang nyawa.


"aku tidak tahu, bagaimana aku menanggapi kejadian yang menimpamu, Jun. Namun, aku berharap agar kau bisa beristirahat dengan damai dan tenang. Aku tahu, kau membenciku dan tak menyukaiku, tapi aku sebenarnya tak terlalu membencimu. Aku hanya menyayangkan sikap kasarmu pada Karren. Maafkan aku Lee Young Jun," dalam hati Deric.


__ADS_2