Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 8.


__ADS_3

Satu minggu kemudian. Karren dan Young Jun jalan-jalan di Mall. Mereka terlihat senang, mereka tertawa bersama. Tanpa sengaja mereka bertemu mama Young Jun.


"Mama ... " gumam Young Jun.


Mama Young Jun melihat Karren dan mengerutkan kening, "Jun, siapa wanita ini?" tanya Mama Young Jun.


Karren tersenyum, "Hallo, Bibi. Saya Karren," kata Karren memperkenalkan diri.


"Jadi,  kamu kabur dari rumah karena wanita ini? Jangan sembarangan berkencan. Kamu harus lihat latar belakangnya terlebih dahulu," kata Mama Young Jun tiba-tiba marah.


"Ma, Mama salah paham. aku pergi dari rumah karena hal lain bukan karena dia," kata Young Jun.


"Benarkah? Sekarang kau pandai bermain kata, Young Jun. Dan kau ... (menatap Karren) jangan menjadi pengaruh buruk,"  kata Mama Young Jun.


"Mama. Jangan bicara seperti itu. Mama ingin tahu, apa alasanku pergi dari rumah? itu karena aku tidak mau dijodohkan. Dialah wanita yang aku cintai, Ma. Hanya dia satu-satunya wanita yang aku sukai selama dua belas tahun ini." kata Young Jun.


"Kamu sudah hilang akal, Jun. Wanita pilihan Mama  pasti lebih baik dan lebih tinggi statusnya dibandingka dia," sahut Mama Young Jun.


"Aku mohon, hentikan, Ma. Jangan bicara sepeti itu. Aku tidak suka mama bicara kasar dihadapan wanita yang aku sukai," kata Young Jun kesal.


Karren merasa canggung dan tidak enak. Terlebih Ibu dan Anak itu bertengkar di depan umum.


"Jun, sebaiknya kau selesaikan dulu urusanmu dengan keluargamu. Aku tidak tahu kalau kau sedang mengalami masalah, jadi lebih baik kita akhiri saja pertemuan hari ini. Aku pergi dulu," pamit Karren yang langsung pergi.


"Karren ... tunggu," panggil Young Jun.


(Ingin mengejar namun ditahan Mamanya) Ma, lepas. Aku tidak akan pernah mau dijodohkan," kata Young Jun yang langsung menepis tangan Mamanya.


Karren berlari dan menangis, seumur hidup bari kali ini dia direndahkan oleh orang lain. Young Jun mengejar Karren, Young Jun menarik tangan Karren dan langsung memeluk Karren.


"Karren, maaf atas sikap Mamaku yang tidak baik. Aku mewakilinya minta maaf," kata Young Jun.


"Lebih baik kita jaga jarak saja, Jun. (melepas pelukan) aku tidak ingin kau bertengkar dengan Mamamu hanya karena aku. Aku bukanlah siapa-siapa yang pantas untukmu," kata Karren.


"Tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu, karena aku mencintaimu.   Tolong jangan menjauh dariku," pinta Young Jun.


"Aku ingin pulang, Jun. Maaf, tolong jangan ikuti aku. Aku ingin sendirian saat ini," kata Karren.


Karren pergi meninggalkan Yong Jun. Young Jun hanya bisa menatap kepergian Karren dengan menyedihkan.


Aku tidak akan melepasmu, Karren. Apa artinya penantianku selama dua belas  tahun, jika tanpamu. Aku akan mencari jalan keluar untuk kita. Aku berjanji padamu. Aku Lee Young Jun hanya akan mencintaimu dan hanya akan menikah denganmu," dalam hati Young Jun.


***

__ADS_1


Karren duduk di halte bus menunggu bus. Dia ingin pulang secepatnya. Saat di jalan, Young Jun melihat Karren yang sedang duduk di halte bus. Mobil Young Jun seketika berhenti, Young Jun turun dari mobil dan menutup tubuh Karren dengan Jasnya. Karren pun kaget.


"Kau mebgikutiku?" tanya Karren.


"Jangan sampai sakit . Aku akan sedih jika kau sakit," kata Young Jun.


Karren berdiri dan melepas Jas Young Jun. Lalu memberikannya kembali pada Young Jun.


"Aku baik-baik saja," kata Karren.


"Karren ... " gumam Young Jun sedih.


"Tuan Lee Young Jun, lupakan saja aku. Patuhlah pada Mamamu. Mengerti?" kata Karren.


"Tidak, aku tidak mau! Jangan paksa aku menyerah," tolak Young Jun.


Karren pergi melewati Young Jun. Young Jun dengan cepat menarik Karren dan menggendong Karren masuk dalam mobil.


"Lepaskan aku Jun. Apa yang kamu lakukan?" tanya Karren memberontak.


Yong Jun tidak menggubris. Ia segera masuk dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya. Karren hanya diam, air matanya mengalir. Young jun meraih tangan Karren dan menciumu punggung tangan Karren.


"Maafkan aku, sayang. Tolong jangan suruh aku menjauh darimu. Aku sangat mencintaimu," ucap Young Jun dengan mata berkaca.


"Jangan pedulikan Mamaku. Bagaimana, kalau kita melarikan diri saja?"  tanya Young Jun.


"Apa kausudah gila? Aku tidak mau. Berhenti, aku mau turun," kata Karren.


"Tidak. Aku tidak akan biarkan kamu lari," kata Young Jun serius.


"Jun ... "teriak Karren karena kesal.


Young Jun menepikan mobilnya dan mengerem mobil secara mendadak. Young Jun menarik tangan Karren dan mecium bibir Karren. Karren terkejut, matanya melebar. Karren mencengkram lengan Young Jun.


Deg  ... Deg ... Deg ...


"A-apa yang dia lakukan? bisa-bisanya dia menciumku," kata Karren.


Young Jun melepas ciuman, "Jangan terus memintaku menjauh. Kalaupun kau ingin berlari, aku pasti akan mengejarmu walau   itu sampai ke ujung dunia.


Wajah Karren memerah. Segera ia minta pada Young Jun untuk diantar pulang.


***

__ADS_1


Young Jun diajak Karren pulang ke rumah. Agar  Young Jun bisa bertemu Darren. Young Jun menyetujui. Mereka berdua berjalan bersama masuk dalam rumah. Young Jun meminta ijin pergi ke kamar mandi. Karren menunjukan letak kamar mandi.  Karren berjalan ke ruang tengah, ia langsung  kaget, melihat Robert dan Rebeca sedang asik bermain di ruang tengah.


"Hallo adik-adikku, kalian datang? Papi dan Mami di mana?" tanya Karren.


"Ada apa mencari papi, sayang? Kau merindukan papi?" tanya Alberto menyahuti.


Karren melihat arah suara dan senang, Karren berlari memeluk Alberto.


"Papi ... aku merindukanmu." kata Karren.


"Ya, sayang. Papi juga merindukanmu," kqta Alberto.


Karren melepas pelukan, "Papi, ada seseorang yang ingin aku kenalkan." kata Karren.


"Siapa? Kekasihmu?" tanya Alberto penasaran.


Karren tersenyum, "Bukan kekasih, tapi dia orang yang kusukai." jawab Karren


"Oh, begitu. Lantas di mana dia?" tanya Alberto melihat sekeliling.


"Dia pergi kr kamar mandi," jawab Karren.


Karren dan Alberto duduk di ruang tengah. Young Jun keluar dan berjalan ke ruang tengah.


"Karren, aku sudah selesai. Maaf, lama. Aku sedang menerima panggilan," kata Young Jun.


Karren dan Alberto berbalik, mendengar suara dibelakang mereka. Young Jun terkejut, begitu juga Alberto.


"Paman Albert," gumam Young Jun.


"Lee Young Jun," panggil Alberto.


Alberto berdiri, Young Jun menghampiri Alberto dan mereka saling berjabat tangan, lalu berpelukan ringan.


Karren bingung, "Tunggu, tunggu ... kalian saling kenal?" tanya Karren.


"Oh, paman Alberto ini adalah panutanku dalam berbisnis. Bisa dikatakan, beliau adalah mentorku." jawab Young Jun tersenyum.


"Sebenarnya, dialah pria yang ingin papi jodohkan denganmu. Pria yang Papi ceritakan," kata Alberto.


"Apa?" kata Young Jun dan Karren bersamaan.


"Papi dan Orang tua Young Jun sudah beberapa kali bertemu. Karena Papi merasa Young Jun adalah pria terbaik yang pernah Papi temui, maka Papi langsung bertanya pada orang tua Young Jun tentang menjodohkan kalian berdua," kata Alberto.

__ADS_1


"Apa ini mimpi? Kalau tahu Karren adalah wanita yang ingin dijodohkan denganku? Tahu begitu aku tidak perlu kabur dari rumah dan mengiyakan semua kata-kata Papa dan Mama. Namun, Mama tadi sudah menghina dan menyakiti perasaan Karren. Apa Paman akan memaafkan Mama?" batin Young Jun.


__ADS_2