Perjalanan Cinta Darren Dan Karren

Perjalanan Cinta Darren Dan Karren
Bab 16.


__ADS_3

Alberto menghubungi Karren.


"Sayang, kau baik-baik saja? Papi ada di belakang mobil hitam yang mengikutimu. Dia mengadang jalan Papi agar bisa mendekatimu.. Di depan mall, ada putar balik, berputarlah. Dan langsung masuk parkiran mall. Kamu mengerti?" kata Albert.


"Ya, Papi. Aku mengerti." jawab karren.


Alberto melihat Karren putar balik dan langsung masuk parkiran Mall, begitu mobil di depannya ingin putar balik, Alberto menambah kecepatan dan akhirnya berhasil menghadang mobil tersebut.


Alberto yang berhasil menghadang mobil di depannya, langsung turun dari dalam mobilnya tanpa pikir panjang, Dominic mengikuti Alberto. Janice mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan segera  menghubungi polisi.


"Alberto tunggu," kata Dominic.


"Ada apa?" sahut Alberto.


"Kita sudah setua ini, masih haruskah kita bertarung?" kata Dominic.


"Jika dibutuhkan perlawan, tentu kita akan bertarung." jawab Alberto.


"Ahhhh ... baiklah, (menghela nafas) mari kita melawan mereka bersama sama," kata Dominic.


Dari dalam mobil keluar lima orang berbadan kekar. Lima orang tersebut terlihat kesal, Dominic terkejut lalu menatap Alberto. Alberto menatap Dominic dan mengangguk. Keduanya bersiap menghadapi musuh.


***


Sementara itu di tempat parkir Karren terlihat gelisah, Karren memutuskan pergi meninggalkan parkiran Mall menuju tempat semula.


Deric menatap Karren, "K ... kita akan ke mana?" tanya Deric.


Karren mengerutkan dahi, "Aku harus kembali. Keluargaku dalam bahaya, Der." Kata Karren.


Karren menambah kecepatan laju mobilnya, dari jauh Karren melihat Alberto yang betarung. Karren menepikan mobilnya dan berhenti.


Karren msnatap Deric, "Deric, tetaplah di sini. Ah, tidak. Tolong bantu aku melihat Mami dan kedua adikku. Aku akan bantu papiku. Kau bisa, kan?" tanya Karren.


Deric mengerutkan dahi, "Ta-tapi ... " gumamnya panik.


Karren tersenyum dan mengecup kilas bibir Deric. Karren mengambil tasnya dan mengeluarkan pisau kecil dari tasnya. Dengan langkah cepat Karren pergi meninggalkan Deric. Karren melihat Aleberto dalam bahaya dengan gerakan cepat Karren membidikan pisau ke arah lawan dan mengenai paha dari salah seorang lawan Alberto. Alberto terkejut, melihat ke arah Karren.


"Karren ... " panggilnya.

__ADS_1


Karren menatap Alberto, "Ya, Pi. (mendekati Alberto) kalian.. (menatap tajam ke arah musuh)


"Karren Edden, bos kami ingin bertemu."


Karren mengerutkan dahi, "Bos? siapa yang kau panggil Bos?" tanya Karren.


"Grey Franklie."


Karren mengerutkan dahi, "Apa mereka sudah gila? bagaimana bisa mereka mencariku sampai ke sini. Papi mundur, mereka berbahaya. Paman Dominic dan papi kembali saja biar aku yang hadapi mereka.


Alberto mendekat dan berbisik, "Siapa Grey Franklie?" tanya Alberto.


"Salah seorang yang pernah aku tangani saat di firma hukum. Mungkin ini sejenis balas dendam," jawab Karren berbisik.


"Kalian, cepat tangkap wanit itu dan bawa kepada Tuan."


Empat orang menyerang, seorang yang terluka menghubungi rekannya meminta bantuan. Karren dengan sekuat tenaga menyerang. Begitu juga Alberto dan Dominic yang membantu.


"Sialan! karena memakai gaun gerakanku terbatas. Aku juga tidak punya senjata lagi. Terpaksa melawan dengan tangan kosong," batin Karren.


Karren kembali menyerang dan berhasil melumpuhakan lawannya. Karren menghajar habis-habisan semua lawannya. Semua lawannya terkapar. Tidak beberapa lama polisi datang dan menangkap semua penjahat.


Karren mengatur nafasnya, melepas sepatunya. Kakinya terasa pegal. Deric yang melihat segera menghampiri Karren dan memapah Karren menuju tepi jalan untuk beristirahat.


"Ya, aku baik baik saja," jawab Karren.


Alberto menghampiri Karren, ia ingin melihat kondisi putrinya. Alberto melihat beberapa memar dan luka di kulit mulus putrinya.


Alberto menatap Deric, "Deric tolong bantu Karren ke rumah sakit," kata Alberto.


Deric menatap Alberto, "Ya, Paman. Apa Paman baik-baik saja?" tanya Deric.


"Ya, aku tak apa-apa." Jawab Alberto.


"Ah, tidak perlu, Papi. Aku baik-baik saja. Bukankah kita harus ke acara resepsi?" kata Karren.


"Kalau begitu, biarkan Deric pergi membawamu agar lukamu bisa segera di obati. Semua akan baik-baik saja. Kita akan bertemu di rumah sayang, (menatap Karren) papi harus bicara dengan polisi. Dan memastikan mereka masuk dalam penjara.


Karren menganggukkan kepala, "Ya, Pi." jawabnya.

__ADS_1


Alberto mengusap kepala Karren, " Sampai jumpa sayang," ucap Alberto mencium kening Karren.


Alberto pergi, berlari kecil menemui polisi. Karren dipapah oleh Deric menuju mobil. Deric membatu Karren masuk ke dalam mobil. Deric juga langsung masuk ke dalam mobil, mobil melaju menuju rumah Karren


***


Seorang pria berlari masuk ke dalam rumah menuju sebuah ruangan. Pria tersebut masuk dan menemui atasannya. Seorang pria tampan yang sedang duduk manis di sofa didampingi seorang wanita cantik yang seksi.


"Tuan Franklie, orang-orang kita tertangkap."


"Apa? Tertangkap? Bodoh! Kalian semua bodoh! Kenapa bisa tertangkap? Menangkap seorang wanita saja tidak becus," kata Grey marah.


"Tuan, wanita itu bukanlah wanita biasa. Dia pandai bela diri dan sangat kuat."


Grey mengerutkan dahi, "Pakai orang khusus kita. Kau tau maksudku, kan? Jangan sampai gagal kali ini. Aku akan bebaskan orang-orang kita nanti," kata Grey.


"Baik tuan, saya permisi."


Grey kesal, orang-orangnya tak mampu menankap Karren. Grey berdiri dari duduknya, berjalan menuju jendela. Grey berdiri di depan jendela ruanganya. Wanita yang sedang bersamanya memeluknya dari belang. Tangannya meraba dada Grey.


"Apa yang kamu pikirkan, sayang? Jangan marah dan kesal hanya karena wanita bodoh itu. Jangan mengabaikanku." kata Wanita itu.


Grey melepas tangan wanitanya dan berbalik. Grey dengan cepat mencium bibir wanitanya.


***


Karrena ada hal tak terduga. Dan tak sempat membatalkan acara resepsi, maka acara hanya berjalan dengan Darren dan Eun Mi sebagai penyambut. Darren sudah dihubungi Alberto. Darren dimint agar tidak panik. Acara resepsi di buat di taman samping rumah kedimanan Edden. Dengan tema luar ruangan.


Di rumah, Darren terkejut melihat Deric menggendong saudari kembarnya masuk kendalam rumah. Darren melihat luka dan memar di tubuh Karren. Deric mendudukan Karren di sofa, Darren mendekat dan belutut di hadapan Karren. Darren memegang erat tangan Karren, Darren menatap Karren.


"Karren, kau baik-baik saja kan? ada apa sebanarnya? kenapa kau terlibat dengan orang seperti itu?" cecar Darren khawatir.


Karren menatap Darren, "Tidak ada apa-apa, cepatlah kembali ke Amerika bersama Eun Mi. Jangan libatkan dirimu dalam masalahku," kata Karren.


Darren mengerutkan dahi, "Katakan ada apa? Jangan membuatku cemas, Karren." kata Darren kesal.


"Ada orang yang mwngincarku. Sepertinya ingin balas dendam. Entah siap, aku juga tidak begitu ingat. .ereka sempat menyebut Grey Franklie. Aku sepertinya tidak asing dengan nama itu. Nama Franklie, aku tak bisa mengingatnya. Siapa dia aku lupa," kata Karren.


"udah aku katakan berulang kali. Jika kamu menjadi pengacara cukup menjadi pengacara saja. Tidak perlu repot menyamar dan malakukan penyidikan sebagai detektif. Inilah resiko yang harus kamu hadapi," kata Darren.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Oh, ya. Bagaimana pesta kalian? Aku perlu segera mengobati lukaku agar bisa menyambut para tamu," kata Karren.


"Para tamu sedang menikmati hidangan. Ada Eun Mi dan keluarganya yang menyambut tamu. Aku minta tolong padanya. karena khawatir aku sengaja menunggumu, karena kata Papi kau sedang dalam perjalanan." kata Darren.


__ADS_2