Perjalanan Kisah Dila

Perjalanan Kisah Dila
Perjalanan cinta Dila


__ADS_3

November 2007


Dila Muktamar seorang gadis polos yang hobi membaca novel. Berusia 14 tahun, Dila sangat pemalas dalam belajar ketika itu dia kelas 2 SMP di kota terkecil bernama Kotan.


Dila merupakan putri sulung dari 4 saudara yang semuanya perempuan. Orang tua Dila merupakan buruh harian. Ayah Dila Bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya berjualan sayuran di pasar. Kehidupan ekonomi mereka bisa dikatakan kurang mampu. Hal itu membuat sifat Dila jadi introver.


Meskipun demikian Dila bukan anak pintar dan cerdas seperti cerita dalam kebanyakan novel. Di dalam keluarga Dila di anggap tidak penting karena tidak bisa membahagiakan orang tuanya, berbeda dengan adik-adiknya yang selalu dapat juara kelas. Sedangkan Dila hanya dapat juara 32 dari 35 siswa. Sehingga orang tua Dila merasa malu dengannya.


Jam 05.00 wib setelah sholat subuh ia bersiap mandi untuk berangkat ke sekolah. Jarak tempuh dari rumah menuju sekolah sekitar 30 menit. itu pun jika menggunakan kendaraan pribadi, berbeda dengan Dila ia berangkat ke sekolah menunggu superben (angkot) yang hanya lewat 2 superben saja saat pagi. jika superben tersebut telah lewat maka Dila akan terlambat masuk sekolah. Saat itu jam 06.00 wib Dila telah menunggu superben untuk berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Turun dari superben Dila berjalan kaki dari jalan raya menuju sekolah sekitar 500 m. Dila berangkat bersama sahabatnya Sri & Ela, dalam perjalanan itu mereka asyik bercerita.


Setiba di kelas hanya beberapa siswa yang datang pagi itu, karena rata-rata temannya berangkat jam 07.30 wib sebab jadwal masuk jam 08.00 selain itu mereka juga membawa kendaraan pribadi (Honda).


Dila langsung memasukkan tas ranselnya kedalam laci, lalu ia menemukan sebuah buku


Saat istirahat Dila kembali membuka buku itu, rupanya buku teman seangkatannya tetapi mereka beda kelas, Dila kelas 72 dan si pemilik buku tersebut kelas 71. Kelas mereka bersampingan.


Buku itu merupakan buku catatan Fisika, di mana dalam belajar fisika di wajibkan semua siswa mencatat, sedangkan Dila sangat malas untuk mencatat. kemudian Dila baca buku itu melihat tulisan yang rapi dan bagus membuat ia tertarik, maka Dila mencatat buku dengan melihat catatan itu tanpa ia harus kesusahan memikir ringkasan.

__ADS_1


Di cover buku itu tertulis nama " Tio Casanova" lalu 2 hari setelah menemukan buku itu Dila mengembalikan buku itu melalui teman sekelas Tio yang bernama Reni. Lalu Reni menyampaikan kalau buku catatan Fisika itu di temukan Dila anak kelas sebelah.


Tak lama setelah itu Tio datang ke kelas Dila mengucapkan terimakasih atas pengembalian buku itu. Disaat mereka sering berpapasan mereka selalu saling lempar senyuman/sapaan. hal itu berlangsung sampai mereka kelas 3, dan ternyata mereka satu kelas.


Dila yang saat itu memasuki usia pubertas, ia salah dalam mengartikan senyum atau sapaan serta kebaikan - kebaikan yang di lakukan Tio sehingga dengan berjalan waktu Dila menyukai Tio dalam Diam. Dila pendam perasaan itu dalam waktu yang lama


terimakasih buat teman yang mau mampir, silahkan like 👍 dan komen ya...☺️


mengenai pemilik buku ini yang akan mempengaruhi hidup Dila sampai 2018.

__ADS_1


__ADS_2