
Sekarang Dila telah duduk di kelas IX IPS 3, dimana ia sudah tidak sekelas lagi dengan teman di kelas sepuluh dulu, hanya ada beberapa orang yang masih sekelas dengan dia.
" Alhamdulillah sekarang sudah naik di kelas IX, tetapi aku tidak punya teman dekat di kelas ini" ucap Dila pada Moez
" Iya aku dapat IPS 2, banyak juga anak kelas kita disitu, Oea si Nina kan sekelas sama mu" katanya
" Tapi aku kan gak dekat sama dia" kata Dila
__ADS_1
" Ya udah ayok ku kenali kalian biar dekat" kata Moez
" Gak usahlah biar aja nanti pasti bakal ada teman dekat ku, setidaknya aku masih bisa berkunjung ke kelas mu, lagian kamu kan juga sekelas sama Sri dan Dewi" Ucap Dila
" Ya walaupun kelas kita sebelahan tapi kamu kan butuh teman sebangku, gak mungkin sama kita-kita terus, oea aku juga sekelas sama si Tio" katanya penuh antusias
" iya aku tau tadi nampak namanya juga, lah aku kira dia ambil jurusan IPA, secara kan pintar" kata Dila
__ADS_1
Setelah itu kami berbaris perkelas, kebetulan Dila yang tidak punya teman perempuan yang dekat di kelas XI ini, memang ada teman Dila dari kelas X dulu yang sekelas tetapi laki-laki, ada satu orang yang perempuan tetapi mereka dulu tidak begitu dekat. Kemudian ketika dikumpulkan itu ada seorang teman waktu yang memang berasal dari SMP yang sama, dan memang 50% dari teman sekelas Dila itu adalah temannya sewaktu SMP dulu yang dimana rata-rata mereka lah pembully Dila semasa SMP dulu.
Hal ini membuat luka di hati Dila yang selama setahun ini ia coba sembuhkan, tetapi ketika melihat teman-teman itu luka itu kembali menganga. Hanya satu yang tidak sekelas dengan Dila lalu ia mencoba mendekatinya, akhirnya memutuskan untuk duduk sebangku. Kita sebut saja namanya Mawar.
Mawar memiliki kepribadian yang tomboy, agak kasar tetapi dia orangnya juga baik. Tetapi kecocokan yang dirasakan Dila selama berteman dengan mawar memang tidak seasyik Ika dan Moez, Dimana kalau bersama mereka Dila bisa menjadi diri sendiri. Tetapi ketika bersama Mawar kepribadian lama Dila kembali muncul tidak mau banyak bicara, pasrah saja dengan yang terjadi. Dikelas itu juga tidak ada yang membuat Dila termotivasi berbeda dengan sewaktu kelas X dulu. Mungkin karena karakter anak di kelas itu lebih banyak bergenk-genk. Dila hanya dekat dengan mawar lalu Nina teman Moez orangnya juga pemilih dalam berteman. Hanya ketika jam istirahat saja Dila bisa bertemu Moez dan Sri.
Akhirnya setelah berjalan 4 bulan di kelas XI Dila baru bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di kelas itu. Karakter Mawar yang keras akhirnya bisa Dila terima, meskipun kadang mereka sering berbeda pendapat, Meskipun Mawar tomboy dan keras tidak menjauhkan dia dari bullying yang di lakukan anak kelas itu. Tak ada yang bisa dilakukan Dila untuk membela Mawar sedangkan dia sendiri posisi sama menjadi korban bullying di kelas itu.
__ADS_1
...Bersambung...
Mohon maaf jika masih kurang menarik ya, butuh saran yang membangun 😊. Serta maaf banget update cerita ini lama, terkadang hilang mut, kalau udah mut baru lanjut.