Perjalanan Kisah Dila

Perjalanan Kisah Dila
2019


__ADS_3

April 2019


Rabu 24 April aku wisuda, hari yang paling aku tunggu-tunggu selama 6 tahun ini, acara wisuda di hadiri keluarga besar ku dari ayah. Tetapi ada pula di momen bahagia ku Melo drama yang terjadi. Keluarga ku memang sering emosi tidak jelas, kadang sebab hal kecil bisa melebar. foto yg ku peroleh di acara wisuda tidak lengkap ada anggota keluarga yang kurang. lalu aku juga tidak bisa lama di Padang dan ikut keluarga pulang ke Riau. Momentum bersama teman dan dosen hanya sebentar saja sebab keluarga ku ingin cepat-cepat pulang. Maklum mobil yang kami sewa di hari keesokan di gunakan pula.


sebelumnya....


14 Februari 2019


Hari ini aku mengadakan kompre, penentuan kelulusan ku. baju yang ku gunakan baju adek kos, bentuknya seperti baju kurung tetapi ternyata kata dosen itu bukan baju kurung dan aku terpaksa harus ganti baju dengan meminjam baju orang lain pula.


saat kompre aku benar-benar di uji oleh dosen penguji yang sangat menakutkan sampai-sampai aku menangis di ruangan itu. Hati ku penuh deg-degan dan juga ada keraguan, 2 jam di ruang benar-benar menguji nyali ku. selesai kompre harus menunggu semua yang kompre hari itu selesai lalu jika sudah selesai baru di umumkan hasilnya. Jam 17.00 kami semua selesai dan pengumuman bahwa kami lulus.

__ADS_1


Alhamdulillah teman-teman ku sudah menyiapkan hadiah untuk ku bukan di lihat dari bentuk tetapi aku bersyukur mereka masih peduli pada ku.


Setelah itu dalam beberapa Minggu seluruh teman transfer ikut kompre dan kami saling hadir, serta memberi hadiah kepada mereka.


Maret 2019


Momen persiapan wisuda kami, banyak biaya yang harus di urus, lalu segala administrasi kampus, baik surat menyurat, data diri , dan segala yang diperlukan. Biaya yang tidak sedikit memang bikin syok, tetapi tetap bersyukur akhirnya aku wisuda juga. Penantian wisuda yang begitu lama, dan banyak ujian yang begitu berat selama aku kuliah. memang kalau di hitung-hitung seluruh uang untuk biaya kuliah ku menghabiskan biaya sekitar 200 juta selama 6 tahun. Sudah bisa terbeli tanah dan rumah. Karena itu aku ingin membahagiakan orang tua ku.


Selepas wisuda aku telah kembali kerumah, rumah yang ukurannya tidak begitu besar tapi bisa bikin nyaman, aku mulai terbiasa lagi tidur sempit-sempitan bersama adek ku. Selepas wisuda aku mulai memasukkan berkas lamaran kerja di sekolah-sekolah yang ada di kampung ku, tak terkecuali SMA aku dulu menempuh pendidikan ku. Tetapi setelah 7 tahun tidak pernah menginjakkan kaki di situ aku agak ragu. sampai aku bertemu dengan semua guru, kusalami mereka satu-persatu terlebih guru yang ku sayang. Tetapi ternyata lamaran ku untuk kerja di sana di tolak dengan alasan tidak menerima guru honorer.


Sedih sangat hati ku, saat kuliah aku mendambakan bisa mengajar disana, bisa mengingat masa masa indah ku dulu. Dengan keadaan pasrah aku kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


kemudian aku memasukkan lamaran juga di kecamatan-kecamatan yang ada hasilnya aku tidak pernah dapat panggilan.


Juni 2019


Karena bantuan bibik dari adik sepupu ku aku memasukkan lamaran ke sebuah pondok pesantren. sebenernya aku ragu untuk mengajar di situ sebab semasa aku masih sekolah dulu pondok pesantren itu di pandang sebelah mata oleh orang-orang, dan dulu aku nampak santrinya yang memakai pakaian ketat. Tapi ku coba positif thinking saja. setelah bertemu dengan istri pimpinan aku disuruh datang di hari berikutnya....


bersambung


🌿🌿🌿🌿


Pondok pesantren inilah yang mengubah jalan takdir hidup ku, ujian silih berganti yang aku rasakan, tetapi karena aku yang berkerja disana mendapatkan teman yang akhirnya mengenalkan ku pada si Dia yang menjadi imam ku. tunggu kelanjutannya ya walau dalam waktu lama, lama update sebab sering kontraksi palsu, dan sekarang menunggu buah cinta kami doakan persalinan lancar sehat ibu dan debay ya

__ADS_1


__ADS_2