
Ujian nasional telah berjalan selama 4 hari ini, kesulitan yang dihadapi pada mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris dapat teratasi dengan bantuan Tio. Lagi, lagi, dan lagi Tio membantu dalam setiap ujian, Dahulu ia membantu ku di sewaktu masih SMP sehingga aku bisa di terima di SMA ini, dan kini ia membantu ku lagi. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan Tio.
Hari Kamis terakhir ujian, itu waktu kenangan yang bisa ku kenang, melihat Tio dan Koko di masa SMA, Seminggu lagi kami akan mengadakan perpisahan, perpisahan yang rasanya tidak ingin ku jalani. Tetapi mungkin akan ada secercah harapan indah yang suatu saat akan ku arungi.
Hari perpisahan sekolah ku tiba, di hari itulah kami saling bermaafan baik dengan guru, dan teman-teman. Sampai saat itu aku bermaafan dengan Tio. Ku cari di sudut tempat tiada ku tampak batang hidung Koko, apakah dia tidak datang? akh...tidak mungkin rasanya, ini kan perpisahan sekolah dia juga. Selang dua jam walau acara sudah di mulai baru ku lihat Koko datang. ingin sekali hati ini untuk menghampirinya tetapi dia kelihatan sedang asyik bersama teman- teman yang lain. Tak ingin rasanya ku ganggu mungkin saat ia sendiri baru ku hampiri.
Setelah berapa lama kemudian dia datang ke rombongan kelas ku, sedang bersama teman kelas ku, lalu dia menghampiri ku
" Dil, maaf kalau aku ada salah ya" sambil mengulurkan tangannya
" iya, aku juga minta maaf banyak salah sama mu" kata ku saat bersalaman dengan Koko.
" setelah ini nyambung mana?" kata Koko
__ADS_1
" gak tau, sekarang masih ambil SNMPTN, hasilnya keluar bulan Juni besok, di mana di terima aja, aku ambil Unri dan UNP, kalau salah satu jebol, tapi kalau gak di terima ya gak kuliah, kamu gimana Ko" jawab ku padanya
" aku gak kuliah, nyari kerja dulu, semoga di terima ya"
ia berlalu pergi dari ku
" iya"
jam 14.00 kami pulang ke rumah, waktu untuk datang kembali ke sekolah hanya saat pengumuman kelulusan saja.Kelas kami tidak ada bikin acara seperti kelas lain, yang dimana mereka ada mengadakan jalan-jalan ke Medan dll.
Hampir dua bulan lamanya aku berdiam diri di rumah, perkerjaan ku hanya membantu ibu mulai dari masak nasi, sambal, air, mencuci piring, mencuci pakaian, bersih-bersih rumah, sudah seperti pekerjaan ibu rumah tangga. Kadang ada di bantu Tamta tapi lebih sering sendiri.
Lalu saat musim hujan ibu meminta ku untuk membantu mencari jamur atau kayu bakar di ladang. Kadang dapat banyak tapi ada juga kalanya dapat sedikit. Bagaimana komunikasi ku dengan teman sekolah tidak ada, paling hanya Ika saja. Sekali-kali Ika mengajak ku keluar.
__ADS_1
Bagaimana dengan Tio dan Koko, setelah hari perpisahan memang tidak ada lagi kami komunikasi. Kami hanya menjalani hidup selayaknya saja.
Juni 2012
Hari pengumuman kelulusan tiba, tetapi di umumkan sore harinya, aku berangkat dari rumah bersama Ika, benar-benar sangat gugup, karena aku takut tidak lulus.
lalu setiba di sekolah kami di kumpulkan semua, lalu di beri kertas pengumuman yang ada nomor di dalam dinyatakan lulus, lama ku mencari akhirnya dapat, aku lulus dari SMA, begitu kami semua lulus, hanya satu yang tidak lulus karena dia tidak pernah masuk sekolah.
semua asyik menyemprot Pilok di seragam mereka tetapi aku tidak mau baju ku di coret-coret sebab adik ku masih ada yang masih sekolah, mana tau baju ku bisa mereka pakai, hanya sebuah tanda tangan dari teman yang secara tiba-tiba mencoret seragam ku.
meskipun aku di tertawakan karena tidak ikut-ikutan coret-coret seragam. tapi memang hari itu terakhir aku berjumpa dengan sekian banyak teman-teman ku.
Bersambung
__ADS_1
*Waduh makin hari makin lama update cerita ini, maaf ya.... Waaah cerita SMA Dila telah berakhir, apakah ada kesempatan Dila bertemu Tio atau Koko kembali di masa yang akan datang???? ikuti terus kelanjutan cerita ini ya
j**angan lupa like komen** vote* 😁**